Minggu, 05 April 2009

Masih Ada Yang Belum Tahu PNP

Jakarta,4 April 2009. Terima SMS dari Cirebon yang berupa pertanyaan yaitu, Apa itu PNP ? . Melihat hal ini berarti di masyarakat tenis Indonesia masih ada yang belum kenal dengan PNP yaitu PERINGKAT NASIONAL PELTI. Benda PNP ini yang akhir akhir ini menjadi isu dipertenisan nasional sehingga muncul ketidak puasan terhadap induk organisasi tenis di Indonesia yaitu PP PELTI. Karena PP Pelti atau Pengurus Pusat Pelti yang mengeluarkan PNP tersebut. Sehingga timbulah gagasan dibentuknya Forum yang mengatas namakan orangtua petenis. Kekurang tahuan masyarakat tenis atas PNP wajar wajar saja karena makin banyak petenis baru berkecimpung ke dunia pertenisan Indonesia. Tenis sudah berkembang keluar kota Jakarta bahkan sudah masuk ketingkat kabupaten bahkan ke kecamatan.

Apa maksud dan tujuan dibuat PERINGKAT atau RANKING oleh Badan Tenis baik Dunia maupun Indoensia. Semua terpulang kepada kebutuhan dari TURNAMEN. Makin sering adanya turnamen maka makin pusing juga dibuatnya karena saat dulu itu tidak ada patokan yang digunakan oleh Penyelenggara Turnamen khususnya REFEREE untuk menentukan unggulannya. Sehingga waktu dulu sering terjadi petenis yang kuat sudah ketemu dibabak awal. Akibatnya kekuatan petenis tidak merata dari hasil turnamen tersebut. Waktu itu digunakan sistem penggunaan hasil turnamen tersebut ditahun sebelumnya. Ini juga tidak akurat karena peta kekuatan petenis dengan makin banyaknya turnamen sehingga bisa berubah ubah. Maka lahirlah RANKING dibuat oleh ATP-Tour untuk tenis profesional putra dan WTA-Tour untuk profesional putri. Sedangkan ITF pun membuat ranking khusus yunior. PELTI (saat itu masih PB) tahun 1988 membuat Peringkat Nasional dikenal dengan PERINGKAT NASIONAL PELTI ( PNP ). Sampai saat ini sistemnya masih sama alias belum berubah. Tahun 2009 PP Pelti mau merubah bentuk dan sistem PNP mengikuti perkembangan, hal yang sama dilakukan oleh ATP-Tour maupun ITF. Dari usulan yang masuk ada beberapa hal yang tidak lazim diusulkan agar berlaku dalam PNP tersebut, yaitu khususnya kelompok yunior mau ditambah perlakuan untuk KU 8 tahun, 10 tahun dan 12 tahun. Selama ini Pelti hanya mengakomodir peringkat KU 14 tahun, 16 tahun dan 18 tahun untuk yunior.

Munculnya PNP 10 tahun dan 12 tahun karena kebutuhan Referee TDP (Turnamen Diakui Pelti) Nasional dalam menyelenggarakan TDP Nasional yang juga mempertandingkan KU 10 tahun dan 12 tahun. Inisitaip pribadi datang dari sekelompok Referee sehingga diakomodir oleh pihak lainnya kemudian mau dimasukkan dalam agenda Pelti.
Tetapi ada lagi yang agak aneh mau dimasukkan kedalam PNP yaitu jika bermain di KU 16 tahun, maka tanpa bertanding di kelompok 14 tahun maupun 12 tahun sudah dapat angka otomatis berdasarkan prosentase jika usianya masih sesuai dengan kelompok umurnya tersebut. Sehingga petenis tersebut sudah memiliki peringkat OTOMATIS dikelompok yang belum pernah diikutinya. Begitu juga sebaliknya . Kelihatannya gagah sekali, tetapi sebenarnya tidak relevan. Dalam cabang olahraga tak terukur seperti tenis maka dimasukkannya prosentase tersebut sangatlah tidak tepat, menurut pendapat pribadi saya. Hal ini juga saya kemukakan didalam rapat tim revisi PNP. Akibatnya secara perlahan saya merasa mulai disingkirkan secara tidak langsung agar bisa menggolkan keinginan pihak pengusul tersebut.Alasan yang dikemukakan juga kurang tepat, yatu membantu Pelti dalam menentukan SELEKNAS baik KU 14 tahun, 16 tahun yang selalu menjadi bahan polemik selama ini. Padahal sudah ada ketentuan tersendiri dalam Seleknas yang juga berpacu kepada ITF Rank, PNP dll.
Dari sisi pembinaan yang selalu dijadikan modus perubahan, ada petenis yang tidak berani bertanding dikelompok umurnya tetapi justru naik kekelompok umur diatasnya. Setelah mempunyai PNP dikelompok atas maka mulai muncul ketidak puasan saat tidak masuk dalam undangan seleknas. Padahal prestasinya belum seberapa mau dibandingkan dikelompok dibawahnya. Lain halnya jika sebaliknya.
Demikianlah dalam perdebatan selalu disebutkan meniru tata cara diluar negeri, sedangkan saya sendiri merasa info yang disebutkan dari luar negeri tidak tepat, ibarat saya ini hanya jago kandang tidak ikuti perkembangan tenis luar negeri. Bahkan penah saya kemukakan dalam rapat, coba buka website luar negeri yang dimakusud. Ternyata tidak ada.
Begitu juga pertandingan KU 8 tahun menggunakan lapangan sama dengan KU 10,12 maupun 14 tahun. Dikatakan meniru luar negeri, tapi luar negeri mana, sedangkan Pelti selalu mengacu pembinaan dari International Tennis Federation (ITF). Jelas jelas oleh ITF diperkenalkannya Mini Tenis kemudian Play and Stay , menggunakan lapangan khusus yang ukurannya lebih kecil. Tujuannya adalah memberikan kesempatan petenis cilik bisa bermain tenis selama mungkin. Bukan secepat mungkin alias cepat bola mati dan menang. Disinilah kemenangan atau kelakahan bukan tujuan main tenis diusia dini. Menikmati permainan tenis adalah Numero Uno !

Tidak ada komentar: