Senin, 27 April 2009

Masalah Peringkat Masih Dipertanyakan

Jakarta, 27 April 2009. Berbagai pertanyaan selalu mucul dari masyarakat tenis tentang Peringkat Nasional Pelti (PNP). Ada ketidak puasan terhadap PNP membuat alasan tertentu untuk menghujat induk organisasi Pelti datang dengan berbagai cara. Hari ini sayapun masih terima SMS dari salah satu pelatih Bunge Nahor. Yang kelihatannya masih belum mengerti permasalahan Peringkat Nasional Pelti (PNP). Dipertanyakan tentang belum ada progres dari bulan Januari sampai saat ini tentang PNP Kelompok Yunior. Kenapa yunior yang dipermasalahkan.Karena punya kepentingan yaitu salah satu putranya justru aktip di kelompok umur 14 tahun. Dengan mewakili para orangtua muridnya dia mengclaim, minta penjelasan dari PP Pelti kepada saya. Secara guyon karena saya kenal dianya dekat, membuat dia penasaran. tapi akhirnya saya katakan kalau mewakili orangtua tentunya ada forum nya sendiri yaitu Forum Komunikasi Orangtua Petenis Indonesia (FORKOPI). Silahkan saja kontak kepada Forkopi karena kami tidak mau melayani satu persatu para orangtua. Capek deeh !
Tetapi justru jawabannya cukup aneh, tidak mengakui keberadaan Forkopi sedangkan sepengetahuan saya dia termasuk juga dalam kelahiran Forkopi di Cilacap 1-2 tahun lalu.

Yang harus diketahui kenapa sampai munculnya Peringkat, termasuk PNP tersebut.
Beberapa puluh tahun silam diturnamen tenis internasional maupun nasional belum dikenal peringkat. Kebutuhan peringkat itu sebenarnya kebutuhan dari tournament officials, bukan kebutuhan pelatih ataupun para orangtua.
Bagi tournament officials akan alami kesulitan jika dalam setiap turnamen menentukan drawing atau undiannya. Awalnya digunakan secara manual dengan mencatat hasil turnamen tahun sebelumnya sehingga dibuatlah seedingya. Maksudnya agar kualitas turnamen terjamin. Jangan sampai yang seharusnya masuk final sudah terjadi dibabak pertama.
Di Indonesia hal yang sama terjadi, dimana oleh tournament official dibuat catatan sendiri di turnamen tertentu hasil rangkaian turnamen, Tetapi yang dicatat hanyalah hasil sampai 4 besar atau semifinal saja sehingga mudah tentukan unggulannya.

Dalam perjalanannya ternyata PERINGKAT mulai berkembang kepentingannya. Mulai dari kepentingan Tournament Officials kemudian menjadi nilai jual atlet (sales value) untuk mendapatkan sponsor bagi atletnya sendiri maupun turnamen.
Jadi sekarang yang menonjol sekali adalah nilai jual atlet sehingga betapa ngototnya para orangtua maupun pelatih mengikuti PERINGKAT petenisnya.

Pelti selaku induk organisasi mulai perkenalkan PNP yaitu tahun 1989,yang mulai digodok sejak tahun 1987-88 khusus dibuat PNP Kelompok Umum, Kelompok Yunior ( hanya KU 14 tahun, 16 tahun dan 18 tahun)
Diawal tahun 2000, diawali insiatip dari Referee yang bertugas membuat suatu peringkat tersendiri khusus KU 10 tahun dan 12 tahun karena turnamen yunior makin banyak dengan mempertandingkan kedua kelompok umur tersebut.
Sampai saat ini sistem PNP belum berubah sehingga timbul inisiatip kepengurusan PP Pelti sekarang untuk merevisi PNP agar lebih up todate.
Hanya waktunya saja belum bisa cepat selesai, karena ada perbedaan pandangan terhadap sistem PNP tersebut. Pihak luar menghendaki agar petenis usia 14 tahun jika ikut bertanding di kelompok umur 18 tahun dikonversikan juga di PNP KU 14 tahun dan 16 tahun walaupun tidak pernah bertanding dikelompok tersebut. Dengan sistem prosentasi ini saya sendiri masih belum bisa menerimanya. Sedangkan ITF sebagai induk dari Pelti tidak menggunakannya, walaupun dikatakan ketinggalan jaman tetapi Pelti harus menghormatinya. Ini olahraga tak terukur, beda dengan olahraga terukur seperti atletik, renang dll. Tetapi semua ini masih belum final karena terlihat ada kepentingan luar ikut masuk dalam sistem tersebut, apalagi dikaitkan dengan Referee on line. Inilah masalahnya ! Kenapa saya katakan demikian, karena rencana ini sudah diclaim pihak luar dengan membuat website sendiri dengan memakai nama nama PP Pelti.Sedangkan PP Pelti punya website resmi yaitu www.pelti.or.id. yang sedang di upgrade juga. Terlalu pre-mature ! Untung saja webiste itu cepat cepat dihapus, kalau tidak tahu sendiri, karena induk organisasi bukan pihak yang bodoh dan mau dibodohin. Ya, kita tunggu saja hasilnya.

Tidak ada komentar: