Sabtu, 24 Agustus 2013

Keinginan selenggarakan TDP didaerah

Jakarta, 23 Agustus 2013. Ada satu pemikiran saya untuk meningkatkan pertenisan Indonesia melalui turnamen turnamen khususnya turnamen kelompok yunior. Ada yang menarik untuk diangkat adalah sarana dan prasarana yang ada diluar Jakarta banyak tempat yang memenuhi persyaratan untuk keberadaan suatu turnamen nasional yunior.
Setelah berkomunikasi dengan rekan pengurus Pelti Daerah Bali, saya sudah menargetkan di Denpasar yang memiliki satu lokasi 4 lapangan (lapangan KONI danlap Lumintang) sudah cukup untuk diadakan turnamen Sekarang tinggal memilih waktu yang tepat saja.

Jumat, 23 Agustus 2013

Sering Berkomunikasi Makin Terungkap permasalahannya

Jakarta, 23 Agustus 2013. Makin sering berkomunikasi dengan rekan rekan di PB Pelti makin terungkap permasalahan didalamnya dan sayapun masih mau berikan masukan kepada mereka agar segera untuk melakukan tugas dan tanggung jawabnya. Kelihatannya masalah internal sampai hari ini belum terpecahkan. Bahkan ketika berdiskusi dengan rekan wartawan yang dulu pernah bekerja sama dalam pertenisan Indonesia sempat diungkapkan sebaiknya datang langsung ke Ketua Umum PB Pelti memberikan masukan karena kuatir tenis Indonesia akan hacur akibat penangannya kurang becus begitulah pendapatnya. Sayapun menolak untuk bertemu memberikan masukan, karena sudah banyak masukan disampaikan tetapi belum ada realsisasinya yang saya sendiri tidak tahu apa sebabnya dan hanya bisa meraba raba saja.

Mau ada pelanggaran aturan TDP di Sumatra

Jakarta, 23 Agustus 2013 . Hari ini saya terima 2 SMS dari rekan tenis di Sumatra Barat yaitu satu pelatih ( H ) di Padang dan yang satu pembina di Pariaman Sumatra Barat (SN). Isinya sama maupun redkasinya yaitu pemberitahuan turnamen nasional (TDP) yunior di Pariaman untuk kelompok umur atau yunior. Yang menjadi perhatan saya adalah kalimat terakhir yaitu PADA HADIAH TROPI DAN PIAGAM SERTA UANG PEMBINAAN DG INSET 50 RB.
Inilah dia pelaku tenis yang sudah cukup lama berkecimpung di tenis didaerah masih melakukan kesalahan. Kalau yang pembina di Pariaman saya kenal baru beberapa tahun saja setelah pensiun dari instansinya berkecimpung di tenis sedangkan yang satu lagi adalah pelatih dikota Padang yang kalau tidak salah adalah sarjana pendidikan juga.

Kamis, 22 Agustus 2013

Pelti seharusnya pikirkan masalah Makro bukan Mikro

Jakarta, 21 Agustus 2013. Banyak pertanyaan kepada saya yang seharusnya ditujukan keinduk organisasi tenis atau PB Pelti. Kenapa sampai terjadi demikian sedangkan saya sudah tidak lagi sebagai petinggi Pelti sehingga saya kuatir berikan informasi kepada masyarakat tenis yang tidak akurat. Saya sadari saat ini masalah informasi itu sangat penting dan saya sendiri tetap beri informasi kepada petinggi Pelti sendiri kalau ada pertanyaan datang kepada saya sehingga semua pertanyaan sudah bisa dijawab secepatnya bukan berlarut larut.
Saya sendiri mencoba melupakan dunia tenis yang sudah lebih dari 40 tahun saya geluti secara aktip. Sebenarnya ada pilihan lain yang bisa saya lakukan seperti dunia musik yang tidak mati mati. Dan saya sudah mulai secara perlahan terjun kedunia musik ini, tetapi belum 100 %..

Selasa, 20 Agustus 2013

Usia Peserta PON masih 21 tahun

Jakarta, 19 Agustus 2013. Ada satu pertanyaan kepada saya datang dari salah satu Sekretaris Pengda PELTI yang ternyata muka baru dengan semangat baru pul, yang menurut saya perlu didukung sekali karena munculnya muka muka baru ini janganlah dicekokin dengan masukan masukan negatip.
Pertanyaannya masalah batasan usia peserta Pekan Olahraga Nasional (PON).
Saya katakan kalau adanya permintaan KONI Pusat berdasarkan hasil Rakerna KONI Pusat dimana stiap cabang olahraga diminta untuk memberikan batasan usia peserta PON karena tujuannya adalah meningkatkan prestasi bagi olahragawan muda.

Jumat, 16 Agustus 2013

Butuh Kerja Keras dan Santun

Jakarta, 16 Agustus 2013. Hari ini menerima telpon dari rekan Johannes Susanto yang sebagai Kabid Pertandingan PB Pelti yang hendak menjelaskan masalah keluhan dari salah satu rekan tenis di Palembang. Sehari sebelumnya saya menerima telpon dari rekan di Palembang itu yang juga dalam kepengurusan Pelti sekarang adalah Ketua Korwil Sumatra dan Sekretaris Pengda Pelti Sumatra Selatan. Namanya H.Asnawi yang saya kenal sudah lama sekali.
Santo kemukakan fakta dilapangan dimana rekan satu ini di Palembang kurang disenangi baik oleh masyarakat tenis maupun lainnya di Palembang. Sehingga Santo sendiri sedikit bingung sewaktu akan mencoret nama rekan tenis ini, karena sebelumnya namanya ada dalam nominasi kira kira begitu.

Kamis, 15 Agustus 2013

Makin Ribet saja masalah internal

Jakarta, 15 Agustus 2013. Hari ini saya terima telpon dari rekan lama Johannes Susanto Ketua Bidang Pertandingan PB Pelti 2012-2017. Karena hari ini saya kirim SMS kepadanya menanyakan turunnya SK TDP RemajaTenis Jakarta-6 dan RemajaTenis di Blora.
Satu pertanyaan saya ini disambut dengan menelpon langsung dan menjawab pertanyaan tersebut sekalian curhat masalah organsasi didalam tubuh PB Pelti sendiri.
Dari informasi ini saya melihat kinerja didalam kepengurusan kali ini yang masih seumur jagung (dilantik 18 Februari 2013) okeh Ketua Umum KONI PusatTono Suratman, jaugh dari harapan

"Yang penting banyak muncul muka muka baru "

Jakarta, 15 Agustus 2013.  Dalam percakapan dengan Soebronto Laras (SL)mantan Sekjen PP Pelti di lapangan tenis Senayan , saya sempat laporkan masalah RemajaTenis. Adanya pertanyaan oleh Soebronto Laras tentang perlakukan PB Pelti yang sangat disayangkannya. Saya katakan RemajaTenis tetap jalan walaupun ada penurunan peserta akibat dari perlakuan dan provokasi selama ini langsung ke masayarakt tenis.
Saya ceritakan kalau setiap pelaksanaan selalu muncul muka muka bari. " Ini yang membuat saya masih semanagt laksanakan RemajaTenis." ujar saya kepadanya
Memang selama ini saya sering berlatih tenis disetiap Rabu pagi bersama rekan rekan mantan petinggi PP Pelti periode sebelumnya. Ini untuk olahrga dan saling bersosialisasi saja dengan komunitas tenis lainnya.

Rabu, 14 Agustus 2013

Banyak petenis daerah berguru tenis keluar kotanya

Jakarta, 14 Agustus 2013. Setelah melihat betapa antusiasnya masyarakat tenis untuk mengirimkan putranya berlatih tenis ke Pulau Jawa, saya sedikit was was juga sebelumnya. Karena sudah beberapa kali saya sampaikan disetiap bincang bincang dengan orangtua petenis disaat ikuti turnamen tenis, untuk bersiap siap kecewa saja. Karena saya melihat sudah banyak pengorbanan diberikan orangtua untuk peningkatan prestasi anaknya.
Sebenarnya saya hanya bisa memantau dari luar terhadap kegagalan putra putri tercinta ini , datang dari jauh apalagi dari luar pulau Jawa rela melepas putra putrinya merantau ke pelatih kondang di pulau Jawa ini.
Semuanya berhasil meningkatkan prestasinya dibandingkan sebelumnya. Tetapi kenapa banyak yang gagal.  Sebenarnya tidak gagal dibandingkan dengan prestasi sebelumnya. Hanya rekan lainnya lebih pesat prestasinya, Ini bedanya saja.

Situs Remaja-Tenis.com lagi bermasalah

Jakarta, 13 Agustus 2013. Untuk memberikan informasi yang up to date maka saya setiap hari memonitor berita tenis bik luar negeri maupun dalam negeri menjadi sangat penting. Mulai dikenalnya situ RemajaTenis yaitu www.Remaja-Tenis.com menjadi prioritas bagi saya untuk menjadikan media berita tenis terdepan di Indonesia,
Tetapu yag jadi kendala jika servernya yang memberikan masalah. Sekarag sudah 3 hari situ RemajaTenis tidak bisa dibuka sehingga saya sedikitkuatir jika terus menerus akibatnya sangat fatal karea saat dibutuhkan justru tidak bisa berfungsi

Minggu, 11 Agustus 2013

Mau membina petenis yunior

Jakarta, 11 Agustus 2013. Selama ini saya banyak berkecimpung didalam pertenisan nasional khususnya di bidang turnamen dan juga bidang pengembangan tenis. Tetapi saat ini ada keinginan lain sesuai dengan keinginan organisasi maka saya mau mencoba membina petenis yuniornya.
Saya coba cari petenis yuniornya dimana kita serahkan saja pelatih yang dipilihnya sendiri. Karena sepengetahuan saya dari beaya pembinaan itu prosentase terbesar beaya adalah beaya ikut turnamen dibandingkan beaya latihan. Maka dalam hal ini saya mau arahkan ke mengatasi masalah beaya ikut turnamen atau beaya try outnya.

Sabtu, 10 Agustus 2013

Bersatulah kita untuk memajukan Tenis Indonesia

Jakarta, 10 Agustus 2013.  Suasana Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1434 H sebaiknya digunakan sebagai momen yang tepat untuk saling maaf memaafkan sesama insan tenis di Indonesia. Karena menurut saya carut marutnya pertenisan kita akibat ego masing masing pihak selaku pelaku tenis di Indonesia. 
Coba kita simak apa yang terjadi di pertenisan Indonesia ini. Banyak hal akibat ego masing masing pihak muncul akibat dari conflic of interest. Ini masalah cukup besar sepengetahuan saya selama ini.
Ada apa sebenarnya yang terjadi ditahun 2013 ini.

Kamis, 08 Agustus 2013

Lapangan Tenis Jakabaring harus di cat ulang

Jakarta, 8 Agustus 2013. Melihat kondisi lapangan tenis Jakabaring Palembang ditahun 2013, saya sangat prihatin karena lapangan tersebut dibangun untuk SEA Games 2011 dan digunakan bulan Nopember 2011. Jadi baru setahun. Saya gunakan untuk turnamen RemajaTenis dibulan Februari 2013, saya melihat banyak bercak bercak poutih dan ada beberapa bercak hitam akibat jamur karena sewaktu hujan tidak langsung dikeringkan sehingga air tergenang dilapangan. Seharsnya lapangan tersbut kondisinya tidak terpengaruh dengan turunnya hujan jika sering digunakan. Jika pembangunannya sesuai dengan aturan pembuatan lapangan maka menurut saya tidak perlu terjadi genangan air dilapangan setelah hujan karena lapangan outdoor dan indoor berbeda permukaannya. Intuk outdoor ada tingkat kemiringannya sedangkan lapangan indoor rata tidak ada kemiringan

Rabu, 07 Agustus 2013

Kenangan wawancara dengan Radio BBC London

Jakarta, 7 Agustus 2013. Dalam perjalanan saya dipertenisan saya cukup familiar dengan media massa. Mau yang media cetak maupun media televisi dan radio. Wawancara dengan radiopun sering dilakukan. Tapi ada yang istimewa yaitu dengan Radio BBC London ditahun 2011 .
Waktu itu topiknya adalah masalah sponsorship di Indonesia. Akibatnya saya ditelpon oleh Profesor Djohar Arifin yang sekarang sebagai Ketua Umum PSSI yang waktu itu sempat menjadi Sekretaris Menpora dimana saya kenal sewaktu beliau sebagai Sekjen KONI Pusat dengan Ketua Umum Agum Gumelar. Oleh Profesor Djohar saya malah dipujinya karena berani mengungkapkan masalah ini. Saya juga kaget ternyata ada juga yang mendengar wawancara saya itu di Indonesia.

Minggu, 04 Agustus 2013

Tanggapan dari Blora

Jakarta, 4 Agustus 2013. Hari ini saya terima telpon dari salah satu rekan di Blora yang menceritakan masalah tulisan saya diblogger ini tentang Pelti Jawa Tengah itu membuat heboh juga. Karena tulisan diblogger saya ini merupakan catatan harian saya termasuk kejadian kejadian disekitar saya dan bukan berita maka saya menulis apa adanya. Kadang kala ada yang menyampaikan agar jangan diungkapkan dalam blogger ini maka saya simpan saja dan menghormati permintaan tersebut.
Memang saya sudah perhatikan ada kelemahan didalam mengajukan protes dilakukan oleh Wakil Ketua Pengda Pelti Sunoto mewakili institusi, bukan oleh Ketua Pengda Pelti sendiri. Secara organisatoris jika tidak diketahui oleh Ketua maka anggota pengurus lainnya tidak berhak menggunaan kop surat resmi Pengda Pelti.

Situs resmi Pelti perlu perhatian

Jakarta, 3 Agustus 2013. Informasi sangat dibutuhkan di era sekarang. Karena jarak dan waktu dibutuhkan maka fungsi informasi kepada masyarakat yang sangat dibutuhkan sekali.
Saat ini masyarakat tenis sangat mengharapkan adanya informasi dari induk organisasi tenis bisa didapat dengan mudah. Bagaimana caranya ? Sangat mudah melalui dunia IT . Saat ini Pelti sudah punya website resmi yaitu www.pelti.or.id.
Mungkin perlu saya ingat ingat kembali sejarah munculnya website ini. Terus terang saja seaktu itu diperiode PB Pelti Tanri Abeng, saya tidak duduk lagi di PB Pelti tetapi di Pusat Tenis Danamon ( Pusat Tenis Kemayoran). Saat itu Martina Widjaja sudah duduk didalam kepengurusan PB Pelti Tanri Abeng. 

Jumat, 02 Agustus 2013

Pemanggilan atlet timbul masalah

Jakarta, 2 Agustus 2013. Setiap pemanggilam atlet oleh induk organisasi tenis selalu akan bermasalah jika tidak diikuti oleh tata cara organisasi. Hal ini juga terjadi dimasa kepengurusan organisasi sebalumnya dan segera diatasi. Saya teringat kalau cara birokrasi itu banyak hambatannya. Selain makan waktu lama akibat lambatnya cara kerja diorganisasi dituju sehingga pemain terlambat juga mengetahuinya. Ini kendala. Setiap kendala selalu ada solusinya. Bukan dengan cara otoriter yang justru menjadi masalah besar. Akan ada saling adu kekuatan, maka yang korban adalah petenisnya sendiri dan Tenis Indonesia tidak akan maju maju, seperti juga cabang olahraga sehingga sulit akan berprestasi dunia.

Komunikasi internal masih bermasalah

Jakarta,2 Agustus 2013. Hari ini saya terima telpon dari rekan lama yang duduk dalam kepengurusan di PB Pelti, Ini merupakan telpon keempat setelah menjabat di PB Pelti. Banyak hal  didapatka yang perlu diperbaiki sebagai contoh mengenai belum lancarnya komunikasi didalam kepengurusan PB Pelti saat ini. Sudah sejak awal saya melihat kekuranagan saat ini adalah masalah komunikasi antara Jakarta dan daerah setelah saya mendapatkan begitu banyak pertanyaan dari rekan rekan Pelti didaerah. Sehingga saya berani ambik kesimpulan kalau minim komunikasi antara Pusat dan Daerah. Tetapi yang lebih penting lagi adalah komunikasi antar pengurus sendiri.

Kamis, 01 Agustus 2013

Cherry Belle Peduli Olahraga

Jakarta, 1 Agustus 2013. Ada satu keinginan saya yang belum terealiser adalah lakukan main tenis dijalan raya. Waktu yang tepat adalah saat Car Free Day di jalan Sudirman dan Thamrin. Idea ii sudah lama saya ingin lakukan hanya terbentur dengan beaya cukup besar.
Disamping itu pula keinginan saya adalah mau datangkan artis musik Cherry Belle main tenis di jalan raya tersebut. Mungkinkah dilakukan idea ini ? Ini satu tantangan baru lagi.
Pembicaraan sudah dilakukan dengan putra tertua saya Dino Raturandang yang sebagai produser Cherry Belle. Perlengkapan tenis sudah siap mulai dari bola, raket dan net disamping itu pula tenaga pelattihnya. Kalau ini bisa terealiser maka bisa mebantu promosi tenis kemasyarakat luas. " Main tenis itu mudah "

Mau Main Tenis atau Belajar Tenis

Jakarta, 1 Agustus 2013. Kalau  ditanya mau main tenis atau mau belajar tenis. Maka semua orang pasti tahu jawabannya. Hal ini penting karena dulu (teori lama) selalu yang ada dibenak pelatih ataupun masyarakat tenis adalah " belajar " Pertanyaan ini berlaku untuk anak anak maupun dewasa.
Saya teringat dulu kalau kita mengajar tenis selalu dibenak kita adalah belajar bukan main tenis. Akibatnya main tenis itu harus melalui beberapa puluh kali fase fase latihannya.
Nah sekarang oleh ITF diperkenalkan program Play anf Stay in Tennis. Jadi yang ditanya pertama kepada orang awam baik anak anak maupun dewasa adalah bukan mau belajar tenis tetapi mau main tenis.

Training camp tidak dikenal lagi

Jakarta, 1 Agustus 2013. Kesan yang saya terima sewaktu berbicara dengan petinggi PB Pelti beberapa bulan lalu dikantor Ketua Umumnya, adalah banyak program lama akan tidak diteruskan. Tetapi direncanakan semua terkonsentrasi ke turnamen. Ada beberapa kegiatan sesuai dengan program ITF yang telah dilaksanakan, kelihatannya akan dilupakan tetapi semua terkonsentrasi ke turnamen. Turnamen akan diperbanyak, ini satu langkah positive juga
Tetapi saya masih kurang sreg kalau mereka ini melupakan salahsatu program pemassalan yaitu pengenalan tenis kepada masyarakat awam. Apakah ini mau diserahkan kepada masyarakat sendiri atau kepada Pengda atau Pengcab Pelti atau klub sekalipun, ini saya belum jelas..