Selasa, 14 April 2009

Bisa bisa KONI Pusat hilang


Jakarta, 14 April 2009. Menghadiri Rapat Anggota KOI (Komite Olimpade Indonesia) untuk pertama kali di Cengkeh room Hotel Menara Peninsula terlihat suasan berbeda dengan rapat anggota KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia). Walaupun peserta rapat hampir sama, yang berbeda tanpa utusan KONI Provinsi.
Disamping itu pula karena diselenggarakan di hotel berbintang, maka interiornyapun kelihatan wah alias mewah. Ternyata ketua panitianya Martina Widjaja yang juga Wakil Sekjen KOI. KOI ini hanya ada di tingkat pusat, tidak ada didaerah daerah.

Dari agenda yang ada , sebagai laporan kerja dan rencana kerja tahun 2009. Yang menarik dari agenda rapat adalah rancangan Anggaran Dasar & Anggaran Rumah Tangga.
Sebenarnya dari hasil Munas KONI teah terpilih Rita Subowo selaku Ketua KONI/KOI , dimana kedua badan ini yang berbeda tetapi ketuanya hanyalah satu.

Dengan keberadaan rancangan AD & ART, timbul dalam benak August Ferry Raturandang, suatu saat KONI Pusat akan hilang secara perlahan lahan. Kenapa bisa begitu, karena dalam AD & ART tersebut dicantumkan peranan KOI yang selama ini dipegang oleh KONI Pusat. Kemudian LOGO yang baru berbeda dengan logo KONI Pusat. Jadi logo kedua institusi akan berbeda. Dari perkenalan bentuk logo tersebut disesuaikan dengan logo dari National Olymic Committee negara lainnya.
Begitu juga anggotanya. Kalau KONI selain induk organisasi olahraga juga ditambah sebagai anggota adalah KONI Provinsi. Beberapa kali ikuti rapat KONI Pusat sering diangkat soal AD & ART KONI untuk keluarkan KONI Provinsi dari anggota KONI Pusat. Tetapi dengan gigih utusan KONI Provinsi protes sehingga semua itu diakomodir oleh Pimpinan KONI Pusat.

Peran KOI adalah untuk multi event internasional, sedangkan KONI hanya multi event nasional, seperti Pekan Olahraga Nasional. Kegiatan multi event internasional cukup banyak sekali. Mulai dari Olimpiade, Asian Games, SEA Games, Asian Beach Games,dll

Tidak ada komentar: