Selasa, 04 Juli 2017

Ketemu tim Nasional sedang Latihan

Jakarta, 4 Juli 2017. Hari ini saya mencoba bertemu dengan atet pelatnas yang dipersiapkan untuk menghadapi SEA Games 2017 dirumah Martina Widjaja. Bertemu dengan atlet2 yang dipersiapkan seperti Sunu Wahyu Trijati, David Agung Susanto, Aditya Hari Sasongko dan beberapa atlet putra yang tidak masuk dalam pelatnas yaitu Anthony Susanto, Panji Untung dan dua lagi. Sedangkan atlet putri ada Jessy Rompies, Beatrice Gumulya, Lavinia Tananta dan Aldila Sutjiadi.
Dari atlet pelatnas yang tidak ada adalah Christopher Rungkat (sedang try out ke LN) , Justine Barki dan Deria Nurhaliza. Ketidak beradaan mereka saya tidak mau bertanya.

Minggu, 11 Juni 2017

Tulisan tentang tenis di Sulut

Jakarta, 4 Juni 2017. Kejurnas tenis Manado Open 2017 telah berakhir , tepatnya tgl 14 Mei 2017 yang lalu. Dari hasil kejurnas tenis tersebut terlihat sudah potensi petenis yunior dan kelompok umum baik kuantitas maupun kualitas.
Masa depan pertenisan di Sulawesi Utara bisa diukur dari saat ini jika tidak cepat diantisipasi maka hanya mimpi bisa muncul kembali prestasi yang buruk akan tetap menghantui tenis Sulut. Ini akibat dari kelengahan terhadap pembinaan tenis di Sulawesi Utara sehingga bertahun tahun diabaikan berakibat minimnya prestasi maupun minat terhadap dunia olahraga tenis di Sulawesi Utara. 

Dari hasil kejurnas tenis Manado Open khususnya kelompok yunior, keberadaan petenis asal Tondano sedikit memberikan asa terhadap pembinaan tenis Sulawesi Utara.

Minggu, 04 Juni 2017

Rakernasus itu Sah atau Tidak

Jakarta, 4 Juni 2017. Dalam suatu pertemuan dikantor PP Pelti sempat ketemu dengan Ketua Umum PP Pelti bersama sama ketua Bidang Pertandingan dan Ketua Bidang Pembinaan yunior. Memang sore itu tepatnya tanggal 1 Juni 2017, diadakan rapat persiapan panpel Asian Games 2018 khusus tenis. Kebetulan saya dilibatkan bersama sama rekan rekan pengurus PP Pelti. Ini suatu kehormatan saya diajak dalam kepanitiaan cabor tenis diajang Asian Games 2018 mendatang.

Setelah melaporkan persiapan kepada Ketua Umum PP Pelti, disaat rileks maka sayapun bertanya masalah Musyawarah Nasional Pelti 2017 dan  ketentuan Pekan Olahraga Nasional (PON) tentang batasan usia. Jawabannya adalah Munas Pelti tetap di Nopember 2017 sedangkan untuk ketentuan PON   mendatang maka telah diputuskan dalam Rapat Kerja Nasional Khusus (Rakernasus) Pelti tahun 2014 lalu kalau bebas usia.

Minggu, 28 Mei 2017

Kalau sudah tidak percaya, maka Curiga jadinya

Jakarta, 28 Mei 2017 Ada satu masalah penting disaat akan selenggarakan suatu kegiatan didaerah yaitu kepercayaan atas penawaran kerjasama. Ini sangat penting sehingga semuanya bisa berjalan dengan mulus. Saat itu sewaktu direncanakan kegiatan ke kampung halaman , saya sendiri sewaktu didalam kepanitian pernah mengungkapkan masalah tersebt kepada rekan rekan yang mau bekerjasama untuk meningkatkan pertenisan dikampung halaman sesuai gagasan awal yang saya lemparkan ke teman teman sedaerah atau sekampung halaman istilah kerennya.

Pengalaman saya selama ini baik sewaktu masih duduk dalam kepengurusan Pelti Pusat maupun saat sudah tidak menjabat diinduk organisasi jika ingin kerjasama dengan tuan rumah baik itu adalah para orangtua petenis ataupun klub tenis maupun induk organisasi, maka unsur " trust" itu sangatlah penting. Dan selama ini saya belum pernah merasakan kesulitannya.

Ribetnya Turnamen Bisa Berantem

Jakarta, 28 Mei 2017.  Saya teringat saat awalnya mengenal apa yang disebut panitia pelaksanaan turnamen tenis di Jakarta. Itu sekitar tahun 1974 dimana saya ikut dalam klub tenis Sparta yang mayoritas berdarah Kawanua dilapangan tenis Tanah Mas Jakarta Timur. Kemudian sebagai klub paling aktip di Jakarta Timur baik dalam kompetisi Pelti Jakarta Timur maupun dalam pelaksana turnamen tenisnya.

Ketika itu mulai juga ikut dalam turnamen Maesa Paskah yang termasuk paling ribet. Bisa dibayangkan dalam 3 hari bisa selenggarakan 33 events. Dari kelompok yunior, kelompok umum dan veteran. Saat itu Pelti belum keluarkan Ketentuan Tirnamen Diakui Pelti. Jadia cuannya ke ITF dan salahnya tidak pernah diumumkan ketentuan ITF itu seperti apa. Tai tetap bisa berjalan dengan lancar. Sayapun banyak belajar di Maesa Paskah. Bahkan Refere yang berpengalaman seperti Sukardi ( dikenal dengan nama Pak Kumis0 suatu saat pernah kewalahan dan datang keruangan saya di Senayan duduk dilantai. Menyerah karena atasi peserta Maesa Paskah yang mayoritas itu kelompok veteran sejhingga disebutnya Maesa itu artinya  "Maunya sendiri"

Sudah Bayar Tapi Tidak Sign-In.......... Jadi masalah lagi

Jakarta, 28 Mei 2017. Ada satu kasus menarik terjadi di Kejurnas Manado Open 2017 di lapangan tenis Sario Manado. Saat itu saya pantau saja dan apa yang akan dilakukan oleh Referee dan Direktur Turnamennya, Saya akui bagi Referee yang bertugas baginya baru pertama kalinya memimpin 3 events dalam waktu bersamaan, sehingga pekerjaan 3 Referee dirangkap sekaligus. Tujuan Panpel adalah penghematan saja. Dan kesalahan saya kurang berkomunikasi dengan Referee ini yang saya bina selama ini untuk kejurnas yunior maka kebiasaan saya sering berkomunikasi disaat istrahat artinya satu hotel . Karena betapa pentingnya komunikasi untuk berdiskusi masalah kasus kasus turnamen oleh Referee ini yang sebenarnya belajar jadi Referee secara otodidak. Tapi kali ini di Manado, Referee dapat hotel yang agak jauh dari lapangan tenis Sario sedangkan saya pilih hotel yang dekat dengan lapangan tenis.

Bersitegang dengan Wasit

Jakarta, 27 Mei 2017. Beberapa kejadian muncul disaat selenggarakan Kejurnas Manado Open 2017 yang perlu saya catat sebagai catatan harian saya dipertenisan Indonesia. Berbicara wasit, saat itu kerjasama dengan Pengda Pelti setempat maka kami disediakan 9 wasit yang kami butuhkan seperti permintaan. Biasanya sebelum turnamen dimulai , diadakan pertemuan dengan para wasit. Tapi kali ini komunikasi antara Panpel dengan Pengda setempat dilakukan oleh Ketua Panpel, sedangkan yang lainnya seperti saya selaku direktur turnamen kelompok yunior dan rekan BN selaku direktur turnamen kelompok umum dan veteran tidak ikut campur. Ketika tiba Selasa siang di Manado, maka kami inginkan pertemuan tersebut bisa dilakukan sore harinya, karena Rabu pagi sudah bisa dimulai pertandingannnya untuk kelompok umum. Tapi Pengda sendiri tidak diberi tahu jadwal pertemiuan tersebut sehingga saya tidak bisa memaksakan. Dan pertemuan saya minta dilakukan Rabu pagi sekitar pukul 08.00.

Jumat, 26 Mei 2017

Ikut Sibuk Urusin Asian Games 2018

Jakarta, 27 Mei 2017. Tidak disangka kalau diikut sertakan sebagai panpel acara Asian Games 2018 di Palembang. Permintaan datang dari salah satu petinggi PP Pelti disuatu hari telpon langsung. Diajak ikut serta sebagai wakilnya yang menjabat sebagai Venues Manager. Permintaan itupun langsung saya setujui dengan catatan saya ingin diperlihatkan adanya surat resmi ke Panpel Asian Games 2018 dari PP Pelti.
Kemuidian diadakan pertemuan dengan petingi PP Pelti lainnya yaitu Ketua Bidang Pertandingan PP Pelti dan Ketua Bidang Pembinaan Yunior di Pondok Indah bersama salah satu staff administrasi PP Pelti.
Beberapa hari kemudian surat resmi dari PP Pelti ditujukan ke Ketua Umum Komite Olimpiada Indonesia (KOI ) Eric Thohir  menunjuk usulan nama saya sebagai wakil Venues Manager.