Jumat, 05 Agustus 2016

Ikut Nimbrung Rapat PP Pelti dengan Panpel MF di Makassar

Makasar, 4 Agustus 2016. Hari ini berangkat ke Makasar untuk pelaksanan Kejurnas AFR RemajaTenis Sulsel-7 dilapangan tenis Karebosi. Pagi pagi sudah bernagkat dari Cibubur ke Bandara Soekarno Hata dengan mobil yang dititipkan kerumah anak kedua di Tangerang.

Setiba di Bandara saya terima SMS dari rekan Pengda Pelti Sulsel Julius Teja yang ternyata mau menjemput Ketua Bidang Pertandingan PP Pelti Susan Soebakti di Bandara yang kedatangannya untuk melihat langsung situasi lapangan tenis Karebosi dimana sebelumnya sudah saya infokan kalau memenuhi persyaratan pelaksana turnamen internasional Men's Futures yang direncanakan di Makassar tanggal 22-28 Agustus 2016.

Selasa, 02 Agustus 2016

Ikut Nimbrung bersama PP Pelti

Jakarta, 2 Agustus 2016. Hari ini saya bertemu rekan lama saya dari Singapore S.Uthrapathy yang datang atas undangan PP Pelti selaku Technical Delegate cabor tenis untuk Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. ia ini sudah menjadi technical delegate Asian Games sebanyak 6 kali, jadi diperlukan tenaganya agar bisa membantu pelaksana Asian Games yang direncanakan untuk tenis di Palembang.

Ada yang bertanya kepada saya, kenapa saya ikut hadir sedangkan PP Pelti perlu Uthrapathy untuk bersama sama ke Palembang besok paginya. Kehadiran saya ini diminta oleh wakil sekjen PP Pelti untuk ikut bertemu S.Uthrapathy.

Jumat, 29 Juli 2016

Permintaan wild card PP Pelti tidak dilayani seluruhnya

Jakarta, 28 Juli 2016. Rendahnya komunikasi antara induk organisasi Pelti Pusat dengan Daerah sehingga muncullah berbagai permasalahan. Sebagai contoh hari ini saya terima informasi kalau PP Pelti minta jatah wild card ke Panpel Piala Gubernur DKI Jakarta melalui  Pengda Pelrti DKI Jakarta ternyata ditolak olehPengda Pelti DKI Jakarta yang juga panitia pelaksana Kejuaraan Nasional Piala Gubernur DKI Jakarta yang akan berlangsung tgl 1-7 Agustus 2016.
Ketika saya diinformasikan oleh rekan dari Pengda masalah ini yang mengatakan kalau ada permintaan PP Pelti melalui surat yang ditanda tangani oleh Sekjen PP Pelti setelah selesai rapat penentuan wild card oleh Panpel ataupun Pengda Pelti DKI Jakarta.

Rabu, 27 Juli 2016

Nasib lapangan gravel Senayan diujung tanduk

Jakarta, 27 Juli 2016. Setelah menerima pesan dari mantan ketua umum PP Pelti MW, saya sempat melaporkan masalah lapangan tenis GBK Senayan yang mau digusur. Kemudian timbul inisiatip agar diangkat kembali ke media agar ada kepedulian Pemerintah dalam hal ini Sekneg yang memiliki GBK tersbut bukan Kemenporan.
Kemudian mencari info kelanjutan dari hasil pertemuan Pemerintah, GBK dan Pelti dikantor Kemenpora beberapa bulan lalu (awal Juni). Ternyata ada info kalau GBK melalui Satgas Renovasi GBK tetap berpegang teguh dengan hasil pertemuan April dimana PP Pelti ukut hadir dan menanda tangani hasil pertemuan tersbut. Disini ternyata hasil pertemuan salah satunya adalah lapangan gravel digusur jadi lapangan baseball. Ini baru masalah besar. Sayapun kirim WA dengan wakil sekjen, sekjen dan Ketua Umum PP Pelti yang sedang berada diluar negeri

Ikuti Kegiatan WTA Future Stars

Jakarta, 26 Juli 2016. Kesibukan akhir akhir ini terkait dengan kinerja PP Pelti dengan senang hati bisa dikerjakan. Sabtu 23 Juli 2016 diundang hadiri acara WTA dengan Pelti di Yayuk Basuki Tennis Academy di lap tenis indoor Bulungan Jakarta Selatan.
Acara disusun apik oleh WYA yang cukup profesional memperkenalkan masyarakat awam tentang tenis. Diundang anak2 dari Panti Asuhan yang sebenarnya menurut saya tidak tepat karena yang diperlukan adalah kelanjutan acara tersbut apakah mereka mau bermain tenis setelah diberikan bantuan raket2 tenis untuk ukuran anak anak. Tapi itu menurut peikiran saya karena siapa tahu setelah acara tersbut ada donatur yang mau berikan bantuan sehingga anak anak Panti Asuhan ( sekelas Sekolah Dasar) mau bermain tenis untuk seterusnya.

Minggu, 17 Juli 2016

Adakah Keinginan Adakan Rakernas Pelti ditahun 2016 ?

Jakarta, 18 Juli 2016. Setelah berhasil lolos dari degradasi tim Davis Cup sudah harus dipersiapkan kembali untuk kompetisi tahun 2017 mendatang. Rencana tersebut sudah diungkapkan oleh PP Pelti merupakan langkah positip untuk memperbaiki pembinaan yang amburadul selama 3 tahun ini.  Tetapi yang jadi masalah sekarang apa benar keinginan tersebut juga datang dari Ketua Umum PP Pelti, karena yang terungkap dimedia memang Ketua Umum juga berkeinginan seperti keinginan kapten tim.

Adakalanya akibat program tidak jelas berdampak labilnya setiap program dibenturkan dengan keinginan sesaat saja bagi kepentingan pribadi pribadi belaka. Inilah kehancurannya.

Kemenangan Itu Bukan Prestasi

Jakarta, 15 Juli 2016. Hari ini saya sempat bertemu dengan salah satu petinggi PP Pelti dilapangan tenis di Jakarta. Ada satu pernyataannya yang dikemukakan yaitu masalah pertandingan Davis Cup Indonesia melawan Sri Lanka yang sedang berlangsung karena hari ini 15 Juli 2016 adalah hari pertama dimana Indonesia sudah unggul 2-0.

Menarik pernyataan tersebut karena dia katakan kalau kemenangan lawan Sri Lanka itu bukan prestasi karena dia tahu kualitas anggota tim Sri Lanka. Ini berbeda dengan yang lainnya.

Selasa, 12 Juli 2016

Mimpi Yang ada Dalam Pelti

Jakarta, 12 Juli 2016. Masih ada mimpi dari rekan rekan Pengurus Pusat Pelti disampaikan kepada saya. yaitu agar Maman Wirjawan bisa kembali menjadi Ketua Umum PP Pelti 2017-2012 dalam Munas Pelti 2017 dikota Banjarmasin. Karena dianggap berhasil selama ini dimata mereka sendiri walaupun tahu kalau saat ini masih ada ketidak harmonisan sesama anggota pengurus. Info ini didapat dari rekan2 PP Pelti sendiri dalam pembicaraan dengan saya. Dan saya cukup kaget juga.

Kesan yang muncul saat ini kalau kepengurusan PP Pelti tidak jalan roda organisasinya karena dikendalikan oleh wakil sekjen. Keputusan Ketua Umum hanya berdasarkan masukan dari wakil sekjen bukan hasil rapat pengurus harian sebagai wadah resmi yang bisa dipertanggung jawabkan.