Selasa, 20 November 2018

Turut campur PP Pelti terhadap Calon Ketua Pengda

Jakarta, 20 Nopember 2018. Tahun 2018 beberapa Pengurus Daerah (Pengda) Pelti  berakhir masa jabatannya setelah 5 (lima) tahun. Indikasi muncul terjadi ikut campurnya petinggi PP Pelti didalam memenuhi keinginan pribadi anggota PP Pelti sendiri. Selama ini tidak pernah terjadi ikut campurnya anggota PP Pelti didalam memrekomendasikan calon ketua Pengda Pelti. Atau bisa diokatakan menjagokan calonnya.
Sangat menonjol terjadi di Bandung  untuk Pengda Pelti Jawa Barat yang habis masa jabatannya ditahun 2018. Lazimnya inisiatip datang dari Pengda Pelti tetapi justru saat itu terbalik datang dari petinggi Pelti . Bahkan event BAVETI dikota Bandung, oleh ketua panitia pelaksana Kejurnas Tenis Veteran 2018 yang juga anggota PP Pelti memanfaatkan event tersebut dengan mengundang Pengcab Pelti Jawa Barat untuk diberi pencerahan oleh Ketua Umum PP Pelti ditempat sedang berlangsungnya kegiatan kejurnas tenis veteran tersebut.. Tetapi kenyataannya justru digunakan untuk promosi kandidat yang dijagokan oleh petinggi PP Pelti  

Sangat tidak etis sekali kalau memanfaatkan event Baveti yang Pelti sendiri tidak ikut campur didalamnya, hanyalah ada beberapa petinggi PP Pelti duduk juga didalam kepengurusan PP Baveti.
Bahkan Baveti sendiri sudah lepas dari PP Pelti dengan mempunyai AD ART sendiri dan tidak menghendaki gabung kembali dengan PP Pelti. Yang jadi pertanyaan apakah kegiatan tersbut medapatlan restu dari PP Baveti selaku pemilik kegiatan Kejurnas Tenis Veteran 2018. Ada indikasi justru tidak atau belum mendapatkan restu PP Baveti
.

Disamping itu pula Pengda Pelti Riau akan selenggarakan Musyawarah Daerah Pelti dibulan Nopember 2018. Apakah petinggi PP Pelti ikut juga internvensi, ini masih tanda tanya.

Alangkah indahnya masalah internal Pengda Pelti  diselesaikan oleh Pengcab Pelti sendiri karena yang mengenal daerahnya adalah Pengcab Pelti bukan PP Pelti 

Tidak ada komentar: