Minggu, 18 November 2018

Permasalahan Kategori TDP Nasional

Jakarta, 18 Nopember 2018. Muncul suatu pertanyaan tentang kategori TDP Nasional yang cukup menarik untuk diangkat karena masih banyak pendapat yang tentunya berbeda beda.
Seperti diketahui ada TDP Internasioanl yang juga mempertandingkan TDP Nasional. Awalnya itu TDP Internasional ITF Junior hanya mempertandingkan Kelompok umur 18 tahun. Persyaratan peserta untuk TDP Internasional adalah minimal usia 13 tahun atau sudah berusia 13 tahun sampai 18 tahun. Oleh Pelti saat itu diberi kesempatan bagi atlet lainnya maka dipertandingkan juga kelompok umur lainnya seperti KU 10 tahun, 12 tahun bahkan 14 tahun dan 16 tahun

Jika dipertandingkan maka mayoritas atlet yang memenuhi persyaratan ikut KU 18 tahun atau turnamen internasional memanfaatkan event tersbut untuk memacu prestasinya sehingga bisa mendapatkan peringkat dunia yunior. Kira kira siapa saja yang berani ikut, maka didapatkan mayoritas yang memiliki PNP dikelompoknya. Akibatnya yang ikuti TDP Nasionalnya adalah atlet yang tidak ikut di TDP Internasional tersebut. Sekarang apa masalahnya? Artinya kualitas peringkat nasionalnya di kelompok 16 tahun maupun 14 tahun lebih rendah dibandingkan TDP Nasional lainnya dimana diikuti seluruh petenis yang memiliki PNP terbaik.

Sekarang jadi pertanyaan apakah kategori TDP Nasional Kelompok yunior itu diberikan kepada masing masing kelompok umur atau hanya satu kelompok yaitu KU 18 tahun atau yang tertinggi kelompok uyang dipertandingkan karena banyak TDP tidak pertandingkan KU 18 tahun sehingga yang tertinggi KU 16 tahun. Sehingga kategori tersebut berlaku juga untuk kelompok umur dibawahnya.

PP Pelti pernah keluarkan kategori TDP Nasional itu per kelompok umur. Artinya tidak hanya satu kategori berlaku untuk seluruh KU yang dipertandingkan. Ini sudah berlaku sehingga sebaiknya saat ini juga menggunakan ketentuan tersebut. Sehingga tujuan mendapatkan kualitas atlet bisa dipenuhinya

Sekarang yang harus diperhatikan adalah kenaikan dan penurunan kategori TDP Nasional Jeompok yunior terbut. Jika melihat ITF Junior, kategori Turnamen sudah diberikan sebelum turnamen berlaku. Kemudian turnamen tersbut dievaluasi untuk pelaksanaan tahun berikutnya. Jika memenuhi persyaratan maka tahun depan sudah diumumkan pada akhir tahun sebelumnya ada kenaikan gradenya. Tetapi tuan rumah bisa menolaknya jika memberatkan. Alasan beaya bisa lebih besar. Karena untuk ITF World Junior Circuit dimulai dari kategori terendah Grade 5 berlaku untuk turnamen yang baru mulai dipertandingkan atau didaftarkan kemudian jika ada peningkatan menjadi Grade 4 dstnya. Indonesia pernah memiliki ITF Junior Grade 2 (Februari) tetapi akhirnya karena beaya mahal maka dibatalkan. Kalau Grade 3 itu sudah lebih besar beayanya karena ada ketentiuan free hospitality bagi petenis babak utama dan pelatihnya.
Indonesia pernah ditawarin Thamrin Cup dan Oneject International (bulan Juli) untuk naik Greade 3 tetapi ditolaknya.

Kembali ke Kategori TDP Nasional. Saat ini berlaku 2 macam TDP Nasional Yunior 7 hari dengan kategori J-1 sampai 5 kemudian J-6-8 untuk TDP 3 hari dan J-9 untuk Persami (TDP 2 hari)
Persyaratan TDP Nasional untuk J-1-5 itu ada Tunggal dan Ganda sedangkan TDP 3 hari maupun Persami hanya Tungal saja . Jadi pengertiannya bagi pelaksana TDP Nasional Yunior yang baru pertama kali selenggarakan TDP Nasional dengan mempertandingakn TUNGGAL dan GANDA maka otomatis masuk Kategiri J-5. Kemudian hasilnya dievaluasi untuk tahun berikutnya jika diselenggarakan dikota dan tempat yang sama.Sedangkan ada klausul jika diperhitungkan masuk dalam PNP Nasional maka minimal size of drawnya 8 peserta. Artinya jika Tunggal dan Ganda minimal peserta 8 orang atau 8 pasang. Jika kurang maka tidak diperhitungkan.

Dari hasil evaluasi ternyata TDP J-5 tersebut pesertanya tunggal 8, artinya ganda hanya 4 pasang maka perhitungan PNP hanya untuk Tunggal saja sedangkan ganda tidak memenuhi persyaratannya.
Bagaimana jika TDP Nasional tersebut Kategori J-1 atau J-2 maupun J-3 sekalipun. Peserta hanya 8 untuk tunggal, apakah dipertahankan kategori semula? Tentunya tidak harus diturunkan ditahun berikutnya atau [pelaksanaan berikutnya. Sekarang jadi pertanyaan jika dari J-1 maka akan diturunkan menjadi J2 atau langsung J-5 (karena J-5 adalah kategori terendah dari TDP 7 hari). Jika berpatokan cara ITF Junior maka penurunan grade terjadi hanya setingkat, tetapi Pelti harus punya patokan juga yang bisa tersendiri atau berbeda dan sebaiknya itu merupakan ketentuan yang harus bisa dipertanggung jawabkan di Rakernas Pelti (setiap tahun ada Rakernas).

Saat ini sering kali terjadi ketidak puasan dari pelaku pertandingan terhadap kategori tersebut sehingga bisa mematahkan semangat juang mereka. Sosialisasi terhadao ketentuan tersbut sangatlah penting, sayangnya tidak dimanfaatkan oleh PP Pelti sendiri yang sudah memiliki situs resmi


Tidak ada komentar: