Senin, 24 September 2012

Dituduh menghasut

Jakarta, 23 September 2012. Hobi saya ber SMS ria dibandingkan bertelpon merupakan cara saya mengisi waktu luang saja. Tetapi ada salah pengertian didapat didalam pelaksanaan SMS saya karena ditanggapi dengan pikiran negatip saja. Hal ini terungkap setelah beberapa hari saya berada di Pekanbaru. Saya punya website baru selain blogger yaitu www.Remaja-Tenis.com yang saya publikasikan kepada seluruh masyarakat tenis melalui SMS baik dari Aceh sampai Papua. Salah satu berita adalah masalah pemecatan anggota tim PON XVIII oleh Pelti Banten. Maka salah satu sms saya kirimkan sebagai berikut. " Makin panas saja menjelang PON XVIII ikutilah www.remaja-tenis.com, ada petenis dipecat dan protes. Asyik deh." begitulah kira kira SMS yang saya kirimkan keseluruh nomor nomor didalam ponsel saya (2.000 nomor). Tetapi ternyata SMS tersbut disalah artikan karena tidak membaca website tersbut sehingga muncul dugaan saya membongkar salah satu kasus mutasi atlet. Tetapi saya yakin sekali kalau mereka ini tidak membaca website tersebut tetapi berdasarkan hasutan dari rekan saya di Jakarta. tetapi saya dengan tenang saja menanggapi masalah ini, karena saya dituduh menghasut daerah daerah lain untuk protes. Akibatya saya difitnah oleh rekan rekan yang saya angap sudah kebakaran jenggot atas masalah ini. .

Tidak ada komentar: