Rabu, 26 Juni 2013

Cari cara lain untuk manipulasikan prize money ke yunior

Jakarta, 25 Juni 2013. Hari ini saya sempat ngobrol langsung kepemain dan orangtua pemain yang baru saja datang dari Solo, ikuti turnamen yunior nasional. Ketika ditanya langsung kepemainnya maka jawabannya memamng dapat uang cash. Kemudian dikatakanoleh atoetnya kalau itu "uang pembinaan" karena saya kemukakan kalau tidak boleh beri uang. Tapi oleh orangtuanya dikatakan diberikan dalam bentuk voucher. Si pemain beritahu kalau dia dapat Rp. 400.000 dalam bentuk voucher yang langsung ditukarkan di lapangan sama panitianya untuk dapatkan uang cash tetapidipotong Rp. 100.000. 
Ini cara cara yang kurang etis sebagai penyelenggara turnamen yang tidak mau tahu masalah aturannya dengan memanipulasikan cara pemberiannya. Lebih ebat lagi uang cash bisa diterima tetapi dipotong artinya tidak utuh.
Saya prihatin atas ulah pembina disini yang juga diketahui kalau peyelenggaranya Pelti cabang bukan Solo.Tetapi ditunjuklah direktur turnamen orang Solo yang bukan anggota Pelti kota penanggung jawab turnamen tersbut. Bisa saja disalahkan direktur turnamennya.
Dulu juga pernah terjadi dikota lainnya beberapa tahun silam dengan akibat dicabutnya SK TDPnya dengan cara yag sama. Padahal sudah diberitahu jauh jauh hari kalau tidak boleh termasuk berikan voucher kemudian ditukar ditempat pertandingan.


Tidak ada komentar: