Selasa, 16 Juli 2013

Menjadi VIP diturnamen WTA

Jakarta, 16 Juli 2013. Kalau teringat maslah kehadiran saya diturnamen turnamen nasional maupun internasional maka saya teringat akan turnamen WTA Wismilak di Bali. Beberapa tahun saya selalu hadir dihari Sabtu dan Minggu atau babak semifinal dan final.
Acara Wismilak Champs ini sebagai Pengurus Pusat Pelti diundang dengan disediakan tiket masuknya baik dibabak pertama sampai final. Dan seluruh tiket masuk dikirimkannya ke sekretariat Pelti. Tetapi hanya tiket nonton saja bukan akomodasinya alias harus tanggung sendiri. Ada sekitar 20 tiket disediakan dan saya langsung bagikan ke rekan2 yang mau hadir. Tetapi saya disediakan tiket Jakarta Denpasar pp termasuk akompodasi dihotel tempat pelaksanaannya. Ini bukan sebagai petinggi Pelti tetapi karena saya memenangi lomba tenis sebelumnya di Surabaya yang dikenal sebagai Wismilak Nostalgia. Kebetulan saya berhasil menerima hadiah pemenang sehingga berhak mendapatkan tiket , akomodasi dan sekedar prize money untuk nonton WTA Wismilak Champs.


Tetapi ketika nama berubah menjadi WTA Commonwealth saya mendapatkan hadiah lebih istimewa yaitu  akomodasi dan tiket nonton  di VIP box bersama dengan Ketua Umum maupun Sekjen PP Pelti.  Ini ada alasannya. Saya tidak lupa karena saya ikut membantu panpelnya sewaktu mengurus visa atlet pesertanya. Saya harus bolak balik ke kantor Imihrasi Jakarta. Pernah bersama dengan Sekjen Soebronto Laras bersama Bos Wismilak Willy Walla untuk menghadiri sidang dengan petinggi Imigrasi dll, Bahkan saya mau dikirimkan ke Singapore mengurus Visa atlet asing tersebut. Saya menolaknya karena saya anggap cukup di Jakarta saja. Ini karena promotornya kuatir terlalu lama pengurusannya sehingga kuatir pesertanya hahal datang. 

Kok istimewa sekali mengurus Visa peserta yang baisanya diurus sendiri. Kali ini karena peserta hanya 8 petenis asing dimana ada atlet Warga Negara Israel, maka tidak mudah, ada prosedurnya  . Keberhasilan membantu pengurusan Visa maka saya diundang ke turnamen tersebut ditahun 2010. Saya masih ingat untuk tahun 2011 saya juga diundang tetapi lagi sibuk SEA Games maka saya berhalangan hadir, padahal ini terakgir kali turnamen WTA tersbut di Tanah Air karena tahun berikutnya pindah ke Eropa. 

Tidak ada komentar: