Jumat, 14 November 2008

Kualitas Petenis POPWIL V di Ternate

Ternate, 14 Nopember 2008. Bagaimana prestasi olahraga daerah, di Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (POPWIL) V bisa digunakan sebagai cermin olahraga daerah. POPWIL V yang meliputi Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara. Kejadian aneh tapi nyata, dipertandingan antar pelajar bisa terjadi perkelahian peserta Sepakbola. Sepertinya dicabang olahraga sepakbola sudah merupakan trade mark harus ada perkelahian. Bisa dibayangkan ditingkat pelajar sudah mulai terjadi hal hal yang jelas jelas menyalahi kaidah olahraga yaitu Sportivitas. Untungnya di tenis tidak terjadi karena bukan kontak langsung. Ini akibat dari ulah ofisial tim yang tidak faham atas peraturan peraturan olahraga tersebut.

Pertandingan tenis hanya diikuti oleh tim dari Papua (Putra), Maluku (Putri), Maluku Utara (Putra dan Putri), Gorontalo (Putra dan Putri), Sulawesi Tengah (Putra dan Putri) dan Sulawesi Utara (Putra dan Putri). Disayangka sekali Sulawesi Tengah hanya membawa 2 atlet putrid sehingga tidak bisa ikuti pertandingan beregu yang sesuai aturan minimla peserta dalam tim adalah 3 atlet. Sulawesi Tengah masih diterima di pertandingan perorangan. Untung ada perorangan, sehingga datang ke Ternate bukan sebagai turis.

Materi pemain Papua, terlihat satu putra ada potensi untuk maju yaitu Simon K. Hanya kurang pengalaman bertanding saja yang terlihat. Kecepatan dan tenaga sudah dimilikinya. Sedangkan tuan rumah Iksan Rahman memiliki pukulan cukup baik, sama seperti petenis Papua, minim pengalaman bertanding. Dari Gorontalo, masih sangat jauh dari harapan baik putra dan putrinya. Maluku turun dengan putri, kualitas permainan masih jauh dari harapan. Putri Maluku Utara juga sama nasibnya. Sulawesi Utara dengan petenis Gregory Sondakh, Daniel Sanger dan Julia Sanger yang sering ikuti Turamen nasional di Jawa. Sulawesi Tengah juga masih dibawah kualitas petenis Sulawesi Utara.
Bagaimana caranya agar daerah daerah tersebut bisa menaikkan prestasinya. Ada beberapa cara. Yaitu karena tenis adalah olahraga individu, maka sebaiknya orangtua masing masing petenis berusaha mengikuti turnamen diluar provinsinya dengan beaya sendiri atau mengirimkan putra dan putrinya berlatih diluar provinsinya. Cara lainnya adalah Pelti setempat mendatangkan pelatih nasional untuk lakukan kepelatiah atau coaching clinic didaerahnya. Cara lain adalah kualitas pelatih didaerah ditingkatkan. Ini kalau mau maju tenis didaerah daerah. Kembali kepada niat masing masing individu

Tidak ada komentar: