Sabtu, 17 April 2010

Tudingan PNP bisa dibeli


Jakarta, 17 April 2010. Saya tidak lupa ada satu statement yang cukup mengagetkan kepada saya. Statement ini bisa saya kategorikan tudingan kepada institusi Pelti atau lebih tepatnya PP Pelti. Sudah banyak tudingan tudingan diarahkan kepada induk organisasi Pelti ini selama saya berkecimpung baik sewaktu diluar Pelti maupun sewaktu saya sudah duduk didalam induk organisasi.
Tudingan tudingan ini makin semarak sewaktu Humas Pelti sendiri ikut didalam pertikaian internal sendiri sehingga waktu itu ( th 2000 ) saya berinisiatif membuat website yang bertujuan mengcounter terhadap berita berita negatip yang ditujukan kepada induk organisasi tenis (PP Pelti). Maka dari itu muncullah situs www.inatenis.com, dimana saya sendiri yang menanganinya (admin) , baik sebagai pengisi berita, fotografer dan editor sendiri. Saya juga kaget sendiri semua itu bisa saya jalankan sendiri tanpa bantuan orang lain dalam meng-updatenya setiap hari. Semua bisa saya jalankan karena ada NIAT tulus menyelamatkan berita berita TENIS yang ditujukan ke induk organisasi. Dimanapun saya berada saya lakukan melalui internet, berbeda dengan sekarang bisa dilakukan dengan laptop langsung karena ada modem M2 yang saya bawa kemana saya pergi.

Tudingan terakhir yaitu sewaktu saya mengunjungi turnamen nasional Maesa paskah di Rasuna, datang dari rekan sendiri di Maesa. "PNP itu bisa dibeli" ujarnya yang cukup meyakinkan yang mendengarnya. Didepan banyak orang keluar statement tersebut. Sayapun minta agar beritahu PNPnya siapa yang dibeli, karena saya bisa telusuri PNP tersebut apakah dimanipuler atau tidak . karena petugas yang mengupdate PNP hanya satu orang, jadi mudah. Kalau dulu kala saya pernah dengar tudingan kalau PNP itu dimanipuler.

Saya sendiri mencari cari istilah dibeli. Apakah ada orangtua atau pelatih menyogok petugas Pelti agar peringkatnya dinaikkan atau bagaimana. Ataukan untuk mencari informasi ke PP Pelti itu harus gunakan uang ?
Sayapun minta kepada teman saya itu untuk berikan nama pelatih yang berikan informasi tersebut. Apakah hanya fitnah belaka atau ada motif lain. Atau hanya cuap saja, karena bisa saja teman teman saya ini adalah kelompok yang berseberangan dengan PP Pelti sekarang. Ini bisa saja terjadi karena saya tahu sifat dan kelakuan teman teman saya sendiri ini.
Sudah dua kali MUNAS (Musyawarah Nasional) Pelti berlangsung yang memilih Martina Widjaja selaku Ketua Umum dimana saya ikut didalamnya. tapi saya sudah ikuti Munas Pelti ada 4 kali yaitu Munas di Samarinda (terpilih Cosmas Batubara), di Bali ( terpilih Sarwono Kusumaatmaja) dan di Makassar dan Jambi dimana Martina Widjaja terpilih. tetapi hanya 2 Munas saya berperan aktip mensukseskan Martina.

Tudingan tudingan tersebut akan hilang sendiri seperti tudingan lainnya, sehingga saya sendiri anggap angin saja karena ada kemungkinan hanya isue memancing kemarahan saya yang makin hari mulai sensitip , maklum sesuai dengan usia sudah mulai uzur. Untuk menghilangkan pikiran pikiran yang bisa menjadikan diri strees, saya hanya bisa berdoa saja dan berkonsentrasi meningkatkan pertenisan didaerah daerah melalui program RemajaTenis melalui TDP Nasional maupun coaching clinic dll. Istilah dari tetangga sebelah yaitu sebodo teuing !

Tidak ada komentar: