Senin, 16 Januari 2017

Kepercayaan diberikan untuk menjadi Technical Delegate di Kuala Lumpur

Jakarta, 16 Nopember 2016. Teringat pula satu peristiwa ketika diminta sebagai Technical Delegate Asean Para Games 2017 di Kuala Lumpur. Awalnya saya terima permintaan dari salah satu rekan Dr. Nino S yang duduk di Asean Para Sport Federation yang membawahi Para Sport di Asean. Terakhir kali ketemu dan berkenalan pertama kali di Solo sewaktu ada Asean Para Games 2011.

Waduh, sudah lama tidak buka file masalah Para Games. Tetapi dengan yakin katakan semua itu bisa didapat melalui internet. Kemudian saya dikirimkan blanko formulir untuk nominasi Technical Delegate tersebut.

Setelah lengkapi formulir tersebut dengan cantumkan seabreg abreg pengalaman urus tenis,  pengalaman sebagai Technical Delegate Nasional di Pekan Olahraga Nasional 2004 di Palembang, kemudian PON 2008 Kaltim di Balikpapan dan terakhir di PON Riau 2012. Disamping itu sebagai Ketua Panpel SEA Games 2011 untuk SoftTennis dan juga Ketua Panpel Asean Para Games 2012 di Solo untuk Wheelchair Tennis. Tapi ini untuk internasional berbeda juga.

Dalam hati saya kenapa tidak melalui PP Pelti ya, karena sepengetahuan saya Pelti juga ikut selenggarakan WCT coaching clinic ditahun 2013 sedangkan saya sebelumnya sudah beberapa kali ikut dalam pelaksanaan WCT coaching clinic di Jakarta, Malang, Jogja dll.


Kemudian diberitahu akan segera dikirimkan surat pengangkatan sebagai Technical Delegate oleh MASOC (Malaysia Org Committee) KL 2017 dan diundang rapat penyusunan Technical Handbook di tanggal 12 Desember 2016. Ternyata passport saya sudah habis masa berlakunya tahun 2015. Langsung action urus Passport melalui internet atau online saja dan ternyata saat ini pelayanan Pemerintah cukup bagus sekali. Setelah isi formulir on line kemudian bayar melalui BNI dan tentukan sendiri kapan mau interview dan tempatnya. KTP masih Jakarta Barat tetapi saya pilih Kantor Imigrasi Jakarta Selatan.

Jam 06.00 sudah antre diluar cukup panjang juga. Setelah berjalan kitr2 5 orang maju saya dipanggil sama Satpam yang jaga.

"Bapak ini mau urus pasport untuk siapa ?" Sayapun bilang untuk diri sendiri. Ketika ditanyakan usianya berapa dan setelah tahu sudah 70 tahun, langsung dipanggil  masuk antre didepan. Rupanya ada ketentuan usia diatas 60 tahun diberi prioritas duluan. Hebat benar.

Setelah loket dibuka dapat urutan no 6, maka tidak sampai 30 menit maju difoto dan isi tanda tangan langsung disuruh pulang untuk kembai 5 hari kemudian. Waduh hebat juga.
Bedanya kalau dulu bisa urus satu hari etelah pakai calo dan uang. Kali ini tarif resmi sekitar Rp 300 ribu rupiah dan dibayar langsung ke Bank.

Akhirnya tiket sudah dikirimkan dari Kuala Lumpur dan berangkat penuh pede untuk ikutu rapat tersebut. Sudah siapkan bahan presentasinya,.

Tidak ada komentar: