Kamis, 15 Agustus 2019

Kacaunya Turnament Karena Ditinggal Referee karena Berduka

Jakarta, 15 Agustus 2019. Suatu alasan dengan menyatakan sudah ada izin dari ITF  didepan rapat merupakan senjata ampuh sehingga mempertahankan argumentasi belaka membuat hati penasaran, Seolah olah itu cara memotong argumentasi belaka.  Kebetulan tidak suka berdebat kusir membuat lebih baik diam karena asalan kesehatan. Tetapi secara logika tetap tidak masuk akal. Apakah sudah ada perubahan karena selama ini baru satu kali menangani sebagai tournament Director ITF Seniors. 

Memang harus diakui pelaksanan Turnamen SENIOR ITF kali ini agak kacau bahkan keluhan datang dari peserta yang kebetulan dikenal. Mulai pemain veteran dari Medan,  SH, keluhan klasik sempat mengatakan '\" turnamen  paling berengsek" Akibat sudah menunggu dari pagi baru dipanggil siang atau sore. Padahal ada order of play. Kebetulan AFR datang memang mereka pada ngedumel. Salah satu pemain IT, juga menyampaikan hal yang sama. Sedangkan ini internationalah event. 

Setelah pelajari ternyata Referee tidak berada ditempat. Memang saat itu Referee sedang berduka  Kemudian saya  melihat susunan panitia ada tercantum Assisten Referee, Sudah waktunya assisten Referee yang melakukan tugas sementara. Tapi apa lacur, ternyata asistan Referee bukan lah tenaga expert sebagaimana seorang Assisten Referee , yang lebih dikenal sebagai pelatih tenis. Sehingga tugas itu tidak bisa diselesiakan apalagi Tournamnet Director bukan lah wewenangnya.  Kok bisa.

Saat itu kesimpulan kacaunya  bahkan diperkirakan petenis dari luar negeri so pasti ada yang kesal sekali bahkan akan pulang kerumahnya. Karena kacaunya, Akan timbul pertanyaan kenapa bisa bisa kalah w.o , apalagi unggulan pertama. 


Dikatakan sebagai Tournament Director bisa sebagai penentu menempatkan Referre, Selalu yang menetukan adalah ITF. Nanti Referre diusulkan oleh Tournament Director bisa bisa saja, Yang penting adalah memenuhi standard ITF. Karena Indonesia baru dua kali selenggarakan internasional veteran oleh ITF ditentukan berdasarkan ITF Junior yaitu ITF White Badge.  

Sekarang harus diketahui apakah tugas Referee sehingga disebut suatu profesi dan ada pendidikan khusus oleh ITF .  
1, Selalu berada ditempat selama pertadingan atau disebut selama Playing of match
2, Kelayakan peserta yang ikut
3, Bertanggung jawab semua permainan
4, Keputusan terakhir dilapangan dalam hal memutuskan terhadap Rules Of Tennis, Code of Conduct
5, Penempatan Wasit
6, Membuat Undian
7, Penempatan order of plays tiap hari
8, Kelayakan lapangan untuk pertandingan
9 Kelayakan perlengkapan lapangan
10, Memutiskan pindah lapangan, memutuskan penundaan pertandingan dan lain lainnya

Apa yang jadi masalah. Karena ada penunjukan asisten referee dari bukan kalangan wasit yang lebih tahu tentang aturan diatas. Untuk penggunaan dua tempat sebaiknya menggunakan tenaga asisten referee. Biasanya selama ini turnament kalau menggunakan assisten referee diambilkan dari kalangan wasit. Lucunya dianggap selera AFR dalam membuat pertandingan. Bukan soal selera tetapi management pertandingan, layaknya kalau mengunakan 2 venue sebaiknya Referee dan asistem referee dan 2 tournament desk . Apalagi tanpa menggunakan walkie talkie sehinga kalau ada kasus lama penyelesaianya

Dari kualifikasi Referre minimal White Badge, tentunya kualfikasi assisten referee juga sejajar. Melihat ada yang duduk dalam kepanitiaan juga rekan White Badge tidak diguanakan  

Ada keinginan bertanya langsung kepada ITF , Kaebiasaan Referee kalau ada kasus yang tidak lazimnya sebelum memutuskan selalu berkonsultasi dengan rekannya terutama yang menangani Referee , 

Ada kebiasaan AFR kalau bertanya selama ini kepada petugas ITF Referre yaitu jangan bertanya sebagai orang bodoh , Yaitu biar mereka menjawab YES or NO.  Ini menunjukan kalau AFR mengerti  Karena selama ini AFR kalau bertanya selalu jawaban YES, itu yang membuat mereka simpati kepada AFR bahkan pada December 2016 pernah bertemu referee ITF dari India yang bertugas di ITF Men' Future dapat jawaban positive.


4 komentar:

Unknown mengatakan...

Saya baru saja dikirim WA Pa Fery R.tentang judul diatas.

DLM PEMAHAMAN SAYA :
1. Pa Fery sbg org tua dan anggota organisasi yg berbadan hukum SANGAT TDK BIJAK Menulis hal spt ini, bahkan setelah tadi malam kita bertemu dalam rapat.

2.Refree tdk hadir krn Org tua meningal dunia.

3.Refree sdh kembali pukul
17.30 di elite

4.kejadiaan yg ditanyakan dan diangkat dari td mlm terjadi antara pukul 18.30-19.00.

5.Refree yg masuk ke dlm lapangan di elite sementara saya ada dilapangan Pemda utk mengurus hal2 yg lainnya.

6.PLS JGN HOAX dan PLS HV a BIG HEART krn kita sdh rapat organisasi dimana ada KETUM dan KETUA PANPEL,

dimana KETUA UMUM BERKALI2 MENANYAKAN KALAU AADA YG KURANG DLM PENJELASAN2 YG ADA ,SILAKAN BICARA..!

🙏🏻🎾

J. SUSANTO mengatakan...

Posisi ass referee adalah untuk menggantikan referee bila referee berhalangan: jelas fungsi ass referee = referee
Apalagi bila terdapat beberapa lokasi pertandingan. Dapat disimpulkan kwalifikasi ass referee adalah petugas setingkat referee. Bagi turnamen direktur yang mengerti hal tsb maka tidak akan mrmberikan tugas ass referee kepada mereka yg bukan referee. Semoga dapat menambah pengetahuan/pengalaman bagi Turnamen Direktur pemula.

Unknown mengatakan...

1.Hua hahahahaaa kalau sdh ada refree dan refree sendiri yg masuk ke lapangan utk menangani masalah buat apalagi asst refree masuk...wkwkwkwk.

2.kalau asst refree diperintah oleh tournament director utk berbicara masalah pembayaran ,dsbnya dilapangan pemda pd saat itu ktn adanya 2 lapangan pertandingan, masakan ast.refree nga mau ini aturan sederhana saja hahahahahah.

3.tennis director hrs dan perlu menyelesaikan tugas2nya dan pada saat yg dimaksud oleh Pa Fer diatas, itu sdh tepat menurut saya bpk2 Yth.

Salam Hormat.
Roy.Therik

Unknown mengatakan...

Sgt disayangkan pernyataan AFR krn semua keluhan & kendala yg terjadi sdh di klarifikasi dlm rapat dan pak AFR sbg pengurus ikut hadir juga dlm rapat Evaluasi dipimpin langsung oleh Ketum BAVETI sehingga yg ditulis AFR sdh clear & clean dlm rapat. Jika muncul lagi tulisan AFR perlu juga ditanyakan ada apa ini???