Jumat, 02 Agustus 2013

Komunikasi internal masih bermasalah

Jakarta,2 Agustus 2013. Hari ini saya terima telpon dari rekan lama yang duduk dalam kepengurusan di PB Pelti, Ini merupakan telpon keempat setelah menjabat di PB Pelti. Banyak hal  didapatka yang perlu diperbaiki sebagai contoh mengenai belum lancarnya komunikasi didalam kepengurusan PB Pelti saat ini. Sudah sejak awal saya melihat kekuranagan saat ini adalah masalah komunikasi antara Jakarta dan daerah setelah saya mendapatkan begitu banyak pertanyaan dari rekan rekan Pelti didaerah. Sehingga saya berani ambik kesimpulan kalau minim komunikasi antara Pusat dan Daerah. Tetapi yang lebih penting lagi adalah komunikasi antar pengurus sendiri.
Banyak masukan juga dari anggota PB Pelti sendiri disampaikan kepada saya. Komunikasi yang saya maksud adalah pertemuan rutin antara anggota pengurus itu penting. Sebagai contoh diambil waktu khusus seminggu sekali seperti masalalu dilakukan Pelti dikantor Pelti sendiri diwaktu sore karena dianggap setelah jam kerja masing masing anggota pengurus. Tetapi saya sendiri diberitahukan kalau ada rapat tersebut secara rutin di kantor ketua umum PB Pelti. Tetapi ada rapat rutin hanya waktu rapat iru tidak bisa mengakomoder kehadiran seluruh anggota Pengurus Harian, apalagi Pengurus Pleno yang masuk seluruh anggota pengurus Karena diambil waktu pagi dimana anggota pengurus lainnya tidak bisa hafir karena jam kerja. Sehingga yang hadir hanyalah anggota pengurus tertentu saja. Ini masalah lain lagi, tetapi memicu kecemburuan dari anggota pengurus lainnya.

Belum lagi masalah organisasinya. Informasi yang saya terima sebenarnya ada job discription dibuat PB Pelti sekarang. Kecendrungan ada tumpang tindih antar tugas dari masing masing bidang. Akibatnya muncul ketidak harmonisan antar pengurus. Padahal kalau saya amati awalnya Senayang sangat ramai dengan kehadiran anggota pengurus rajin berkongkow-kongkow setiap sore dimarkas Pelti di Senayyan. Kenapa kali ini sudah hilang pertemuannya.Sebagai motor dari sekretariat yaitu dibawah Sekretaris Jenderalnya yang kali ini super sibuk dalam menghadapi tahun 2014 sehingga sering lama dikota asalnya diluar Jawa. Ini lain masalah. Kesibukan sekjen sudah bisa diatasi oleh wakil sekjen yang menerima penugasannya. Hal yang saya seperti saya dulu dimana Sekjen Soebronto Laras sangat sibuk sehingga banyak masalah administrasi saya ambil alih dengan sepengetahuannya. Tetapi kali ini kenapa tidak bisa. Informasi langsung saya terima kalau wakil sekjen sudah lakukan hal tersbut berkomunikasi dengan daerah2 melalui telpon. Wah, ini yang saya anggap kurang tepat. Karena sebagai orang baru belu dikenal oleh Pengda bauik sekretaris Pengfa apalagi Ketuanya. Karena belum dikenal bisa saja yag yerima telpon belum percaya , tetapi jika sering lakukan komunikasi dengan memberikan informasi sebanyak mungkin melalui surat resmi ataupun email sudah cukup kemufian baru ditindak lanjuti dengan telpon.
Komunikasi internal itu sangat penting disadari maknanya sehingga tidak timbul intrik2 didalamnya dimanfaatkan pihak luar. Karena kepengurusan baru berjalan 7 bulan masih adar 4,5 tahun lagi.
.

Tidak ada komentar: