Minggu, 25 Oktober 2009

Keluhan masalah bola Out dan IN

Jakarta,25 Oktober 2009. Disaat menonton pertandingan tenis Masters Bakrie Yunior 2009 di lapangan tenis Golds Gym Elite Rasuna Club Jakarta, saya mendapat keluhan dari salah seorang ibu dari petenis peserta turnamen.
"Tolong wasit ditatar lagi.Pak Ferry. " Begitulah saya mendengar anjuran yang merupakan kekecewaan atas kepemimpinan wasit tenis turnamen Masters Bakrie Yunior 09.
Kenapa harus kecewa, itu yang saya pikirkan saat itu. Ternyata yang dikecewakan adalah masalah bola keluar dan masuk. Berarti masalah fakta dilapangan yang tidak bisa ditawar lagi karena itu adalah wewenang wasit yang memimpin pertandingan.

Ada dua masalah yang saya lihat di turnamen Masters Bakrie Yunior 2009. Yaitu masalah kualifikasi wasit yang bertugas. Ternyata yang saya lihat ada wasit nasional dan wasit bukan nasional. Pemilihan wasit ini adalah wewenang dari Panitia penyelenggara. Yang kedua yang saya mau kemukakan adalah keinginan orangtua. Karena setiap orangtua selalu membela anaknya sendiri. Hal ini juga saya kemukakan kepada ayah dari orangtua Deo dari Wonosobo. Saya tunjukkan bola yang diletakkan disamping garis (tapi tidak kena garis). Coba Anda lihat dari sebelah kanan maka yang terlihat bola itu masuk , padahal kalau dilihat dari belakang saya maka terlihat sekali bola itu diluar garis. Jadi masalah ini sebenarnya bisa diatasi dengan adanya penjaga garis (LINESMEN). Tetapi kepuasan orangtua juga belum bisa dijamin dengan disediakannya Linesmen tersebut. Karena setiap orangtua punya AMBISI agar anaknya menang, sehingga kadang kadang lupa kalau salah lihat. Hal yang sama bisa terjadi kepada penjaga garis yang sudah memihak. Jika didalam otaknya mau katakan OUT, maka setiap bola yang masuk bisa terlontarkan kata keluar tersebut. Ya, manusiawi juga.

"Bisakah dimintakan ke panitia penyelenggara soal linesmen ?" ujarnya. Masalah boleh atau tidak bisa saja dilakukan tetapi sebenarnya atas permintaan pemain bukan orangtua. Tetapi dipenuhi atau tidak itu wewenang panitia juga. Sayapun tidak ingin ikut campur masalah tehnis ini.
.

Tidak ada komentar: