Jumat, 14 November 2014

Masalah Kategori TDP

Jakarta, 14 Nopember 2014. Masalah kategori turnamen diakui Pelti atau TDP sampai sekarang masih dalam tanda tanya. Apakah ada perubahan atau tidak ? Kalau saya bertanya sama salah satu rekan di Pelti maka jawabannya tidak ada perubahan , apalagi kalau dikatakan ketentuan TDP masih yang lama. Tetapi dalam kenyataan ada perubahan. Jadi saya sendiri bingung. Dasar apa yang digunakan oleh PP Pelti dalam menentukan kategori TDP khususnya kelompok Yunior.

Saya sendiri menyadari dengan sering menulis dalam blogger ini saya akan mendapatkan musuh dari rekan rekan PP Pelti. I don't mind atau istilah Jakartanya EGEPE saja..
Tetapi kalau bicara sama mereka dikatakan kalau selalu mendukung program yang saya buat. Tapi kenyataannya saya melihat ada pilih kasih (ini istilah yang paling dibenci mereka kalau saya kemukakan. Penyakit ini sejak kepengurusan terbentuk.


Tapi kalau saya kemukakan dasarnya berdasarkan fakta beberapa keganjilan dilakukan didalam perlakuan terhadap turnamen saya yaitu RemajaTenis, mereka selalu katakan lakukan pembenahan didalam manajemen RemajaTenis . Tida usah pikirkan turnamen lain. Lo, kok begotu sedangkan saya hanya kemukakan kalau ada pelanggaran terhadap Ketentuan TDP yang notabene dibuat oleh PP Pelti. Memang saya akui kalau KetentuanTDP itu adalah produk dari kepengurusan era Martina Widjaja. Sehingga mereka itu tidak familiar terhadap ketentuan TDP tersebut, sehingga buat aturan semau gue. Apalagi setelah membaca tulisan di blogger ini yang merupakan Diary dari saya maka saya kemukakan fakta fakta yang ada
Sangat disayangkan sekali kalau berpikiran negatif terhadap saya dimana mereka merasa dibuat pusing. Hal ini sudah pernah disampaikan kepada saya sedangkan saya hanya ingin memperbaiki cara kerja mereka. Memang salah saya kalau mau berpikiran kerja mereka seperti yang saya kerjakan dulu. 

Ya, kalau tidak mau dikoreksi saya juga tidak bisa paksakan. Biarkan saja mereka ini terjebak dengan pola kerja mereka. Salah satu contoh saya lihat selama ini dan sudah pernah saya kemukakan saat saya diundang mempertanggung jawabkan Remaja Tennis Masters. Tidak ada petunjuk pelaksanaan TDP kepada pelaksana TDP didaerah daerah. Hasilnya bisa lihat di turnamen yang akan berlangsung minggu depan di Manado. Saya kaget kalau turnamen kelompo umum tidak ada babak kualifikasi dalam surat edaran panpel. Saya cek ke Pelti ternyata dikatakna size of drawnya 64 sehingga tidak ada kualifikasi. Nah, ini dia kok dibiarkan saja semau gua. Inisalah satu contoh kemudian beberapa turnamen di Jakarta pun ada kesalahan dalam pelaksanaan dibiarkan saja dan mendapatkan kehormatan dengan kategori yang tinggi.

Ya, sudah kalau mau begitu saya juga bisa meniriu turamen lain tanpa Referee padahal itu TDP . Saya pernah laporkan masalah ini taoi dibiarkan saja berlangsung terus dan bukan hanya sekali saja saya menemukan. Ini salah satu contoh. .

Kalau begitu saya bisa berniat lakukan kesalahan yang sama. So pasti akan ditegur atau dicoret alias tidak diberikan SK TDP. Itu cara yang akan dilakukan mereka.
Tetapi bukan berarti saya tidak akan jalankan turnamen tenis, karena sangat dibutuhkan oleh petenis petenis yunior didaerah daerah diluar pulau Jawa khususnya.

1 komentar:

J. SUSANTO mengatakan...

Selamat pagi Opa AFR,
Pada saat diluncurkan turnamen khusus 3 hari oleh PP PELTI pada Rakernas 2013, saya sudah memperingatkan pelaksana pertandingan LTJN ! Saya menegur dengan kalimat " Belum matang kok dilakukan ? ", Pimpro LTJN malah marah dan mencari perlindungan pengurus lainnya, padahal padaa saat itu saya masih resmi sebagai Ketua Bidang Pertandingan ! Saya yakin mereka kurang/tidak paham akan Peraturan Pertandingan TDP Junior yang telah disusun dan rencana akan diumumkan di website PP PELTI secara resmi tahun 2014, sehingga jelas katagori seluruh pertandingan junior. Tapi itulah sekelumit kondisi di PP PELTI, saya sudah tidak di PP PELTI lagi sejak tahun 2014 karena "sulit" untuk mengilkuti selera "Oknum2" yang memiliki ambisi pribadi.