Minggu, 18 Mei 2014

Evaluasi pelaksanaan Turnamen Maesa Paskah

Jakarta, 16 Mei 2014. Setelah mendapatkan kepercayaan untuk membantu Maesa khususnya OICO Tenis, saya sebagai wakil ketua Panpel Turnamen Maesa Paskah dalam rangka HUT POR Maesa ke 90 yang bertanggung jawab bukan hanya untuk cabor tenis yang dipertandingan ditahun 2014, tetapi juga untuk beberapa cabor seperti Catur, Golf,Bridge dan tenis.
Setelah saya pelajari hasil pelaksanaan turnamen Maesa Paskah selama ini saya melihat kemunduran yang terjadi, tidak seperti beberapa tahun silam sewaktu pelaksanaannya bukan di lapangan tenis Kub Rasuna. Memang yang paling meriah sewaktu dilaksanakan di Senayan. Betapa banyaknya teman2 saling kangen bertemu diacara Paskah tersebut yang dipindahkan kelapangan tenis. Bahkan saat itu kebaktianpun bisa dilaksanakan dilapangan tenis Senayan. Itulah kisah nostagia yang berkesan di Maesa Paskah.
Memang ada sekitar lebih dari 5 tahun saya tidak melibatkan diri dalam pelaksanaan turnamen Maesa Paskah khususnya Tenis.

Saya mencoba analisa kekeliruan dilakukan panpel saat itu sehingga terjadi berkuarngnya peserta Kawanua. Kemudian langkah dilakukan rekan2 dengan membuka event untuk kalangan non kawanua dengan tujuan lebih meramaikannya. Kelihatannya berhasil tetapi ada dampaknya yaitu mundurnya rekan Kawanua berpartisipasi kecuali yang dari Sulawesi Utara tetap setia hadir.
Begitu pula dengan Turnamen tahun 2013 di Makassar yang sayapun hadir melihat langsung tetapi bukan dalam kapasitas pelaksana karena kebetuan bersamaan dengan Pelantikan Pengda POR Maesa Sulawesi Selatan.
Tetapi dalam evaluasi dalam Rapat dengan ketua Umum PB POR Maesa setelah turnamen berlangsung baru saya tahu ada banyak kejadian2 yang kurang enak didengar. Dan ketika saya dimintakan pendapat maka saya kemukakan adalah ada sedikit miskomunikasi datang dari Panpel di Jakarta. Saya anggap mereka belum begitu mengenal tata cara berorganisasi karena komunikasi dengan pelaksana didaerah hanya melalui telpon. Inilah dia penyebab sebenarnya. Dan sayapun beri koreksi tersbut. Tetapi kelihatannya muncul ketersinggungan dari rekan2 pelaksana setelah mendapatkan tanggapan saya tersbut. Ya, begitulah kalau mau maju maka bisa mendengar juga apa yang disampaikan orang luar sebagai masukan demia kebaikan juga.
Maka sayapun langsung buat perencanaan secara lisan untuk melihat reaksi rekan2 yang selama ini sebagai pelaksana. Betul juga ada ketidak senangan yang muncul. Tetapi saya angga itu hanya peroranga saja yang enting adalah oragansasi Maesa. Dan sayapun sudah harus siap menghadapi " boikot" secara tidak langsung akan dilakukan. 
.

Tidak ada komentar: