Selasa, 05 April 2011

Ketemu Kejanggalan Akte Kelahiran

Jakarta, 4 April 2011. Coba kalau baca Akte Kelahiran jika tidak jeli tentunya bisa kecolongan. Pengalaman saya selama ini mulai tahun 2007 saya mulai mencoba menelusuri semua keabsahan peserta TDP Nasional, Caranya minta setiap pendaftaran peserta TDP diwajibkan membawa fotocopy akte kelahiran, Ini saja sudah ribut , karena dianggap cukup sekali saja bawa fotocopy akte kelahiran. Tapi saya bersikukuh setiap turnamen harus dilengkapi fotocopy akte kelahiran.Maksud saya suatu waktu yang terlibat catut umur salah berikan fotocopy akte kelahirannya. Sebenarnya di Ketentuan TDP Nasional Kelompok Yunior sudah tercantum klausul tentang pelanggaran catut umur akan dapat hukuman skorsing tapi tidak dijalankan. Nah, salah siapa?

Berbagai macam pemalsuan yang dilakukan oleh pelatih, orangtua atau pembinanya. Ada yang angka tahu kelahirannya ter;ihat bekas hapusan dan ditimpa dengan tik yang ternyata font nya berbeda. Ada lagi yang lebih hebat satu kasus, atlet yang sama memiliki nama bapak dan ibunya berbeda dan tahun kelahiran berbeda. Tapi orangnya sama. Itu saya ketemukan di TDP Cilacap. Tetapi yang hebat lagi sewaktu saya minta akte kelahiran ASLI, maka bisa ditunjukkannya. Tetapi feeling saya mengakatakn ini ASPAL (Asli tapi Palsu). Kenapa, setelah saya periksa pelan pelan, yang janggal adalah tanda tangan petugasnya bukan asli tetapi tanda tangan stempel.

Hari ini saya di Ragunan melihat kejanggalan terhadap 2 anak dari daerah ikuti National Youth Training Camp yang sedang berlangsung. Fotocopy aktenya sudah diberikan dan disinilah kejanggalannya. Jika nomor misalnya 1234/TP/2006, artinya TP adalah akte kelahiran pemutihan. dan angka 2006 menunjukkan tahun dibuatnya akte kelahiran tersebut. Mau tahun tahun pembuatan aktenya. Yang satu Nomornya ...../TP/2005 sedangkan tahun pembuatannya tahun 2001, sedangkan yang satu lagi .../TP/2006 sedangkan tahun pembuatannya tahun 2000.

Langsung sore ini setelah selesai anak2 latihan, saya undang ayahnya dan juga rekan rekan pelatih yang terlibat dalam training camp untuk menyaksikan. Saya mulailah dengan menceritakan tentang sportivitas dll. Dan ketika ditanya tentang usia putranya, malah dia ceritakan sekolahnya sudah kelas berapa. Tapi sayapun alihkan ke saat anaknya lahir dan rumah sakit mana tempat lahirnya. Dapat jawaban di dukun beranak. Tapi pertanyaan digiring ke saat membuat akte kelahiran. Disampaikan kalau jangka waktu pembuatan akte dengan waktu kelahirannya dalam waktu 3 bulan. Nah disinlah kejanggalannya karena dia lupa kalau tercatat disini tahun pembuatannya ternyata setelah melahirkan kurang dari 2 bulan artinya seharusnya akte tersebut bukan akte kelahiran pemutihan, maka kode nomernya beda bukan ada TP. Yang diberikan adalah ..../TP/2005 sedangkan tahun pembuatannya 2001. Yang satu laghttp://www.blogger.com/img/blank.gifi beda 10 bulan jangka waktu pembuatan dengan waktu kelahirannya, tapi yang aneh adalah nomernya...../TP/2006 dibuatnya tahun 2000.
Saya sediri tadi pagi sempat konsultasi dengan rekan saya yang pernah kerja di kantor catatan sipil untuk meyakinkan penemuan ini.
Oleh pelatih asing juga menyampaikan kalau melihat permainannya ini bukan permainan anak usia 10 tahun atau 12 tahun.

Tidak ada komentar: