Selasa, 11 Juni 2019

Muncul masalah Keabsahan atlet PRA PON 2019


Jakarta, 11 Juni 2019. Sebagai tindak lanjut dari pengumuman peserta Pra PON/PON 2020, maka ada beberapa Pengprov Pelti yang telah ajukan surat protes ke PP Pelti dan oleh PP Pelti telah disiapkan wadah yang akan mengatur yaitu tim keabsahannya.


Dari keputusan tim keabsahan maka ada yang dipenuhi protesnya dengan akibat daerah tersebut harus mengganti personalianya yang dianggap tidak berhak ikuti Pra PON ataupun PON mendatang.

Melihat dari Technical Hadbook yang dikeluarkan oleh PP Pelti tentunya mengacu kepada technical handbook untuk PON sendiri. Salah satu klausul yang sering kali dipupakan adalah masalah perpindahan atlet. Karena akibat pembinaan yang timpang di Indonesia, maka salah satu cara yang efisien dan efektip adalah transfer atlet dari daerah (mayoritas) Jawa kedaerah diluar Jawa.  

Yang harus ditelusuri lagi adalah surat perpindahan atlet sesuai ketentuan mutasi yang dikeluarkan oleh KONI Pusat tahun 2016 lalu. Yang jadi pertanyaan apakah ada atlet yang tanpa mengunakan surat perpindahan sesuai ketentuan mutasi KONI bisa lolos karena tidak diketahui oleh daerah lainnya. Harus bisa dimakulumi karena saat ini banyaknya muka muka baru di Persatuan Tenis seluruh Indonesia (PELTI) ditingkat provinsi sehingga belum atau tidak bisa mengenal atlet yang digunakan oleh daerah lainnya. Tetapi ada yang tahu (bahkan sudah ajukan surat protes ke PP Pelti) kalau atlet daerahnya digunakan daerah lainnya. Bagaimana nasib yang dialami oleh atlet yang menyalahi aturan mutasi ini tapi tidak diketahui daerah lainya.? Apakah ada ? Kalau melihat materi atlet yang ada, kecenderungan ada kasus seperti ini.

Lolos ke Pra PON kemudian nanti jika di PON bisa dijegal juga. Rahasianya adalah pengetahuan dari Pelti provinsi melihat materi atlet atlet yang ikuti PON tersebut. Disini peranan Pelti Provinsi  sangat minim karena yang harus pro active adalah KONIDA. Hal yang sama terjadi di PON Jabar dimana Pengda Pelti ngorot dan dibawa dalam technical meeting PON tetapi KONIDA nya adem ayem sehingga gagal total doi technical meeting yang sudah tidak bicarakan keabasahan atlet lagi.

Tidak ada komentar: