Senin, 07 Desember 2015

Suasana Sarasehan Tenis di Malang

Malang, 6 Desember 2015. Acara pertama di Reuni Kejurnas Tenis Yunior Malang Open dikota Malang pada tanggal 4 Desember 2015 dilakukan coaching clinic bagi petenis yunior kota Malang. Stelah itu acara Sarasehan dengan mengundang Ketua Umum PP Pelti Maman Wirjawan dan mantan Ketua Umum PP Pelti 2002-2012 Mrtina Widjaja yang juga peserta Reuni karena semasa yunior pernah ikuti kegiatan ini bersama Soebronto Laras mantan Sekjen PP Pelti 2002-2012.
Sebagai pemekarsa adalah mantan Humas PB Pelti 1986-1990 Rildo A Anwar yang juga salah satu pemenang Kejurnas Tenis Yunior Malang Open.


Sebelum acara sebenarnya diluaran sudah beredar rumor jika akan dibantai oleh peserta Sarasehan yang mayoritas peserta Reuni yang banyak tidak tahu menahu kecuali beberapa saja termasuk mantan petenis nasional.
Saya sendiri pernah ditilpon sebulan lalu oleh Martina Widjaja yang menanyakan ada rumor akan ada Munaslub Pelti disela sela acara Reuni tersbut. Dan sayapun bersikeras katakan hal itu tdak mungkin terjadi karena yang berha kalukan Munaslub adalah utusan Pengda Pelti. Tapi ditanyakan pula kalau mendengar Pengda Pelti diundang, dan saya menjamin tidak ada undangan tersbut kecuali Pengda Pelti Jatim dan Pengcab Pelti Malang saja.

Begitu acara dimulai maka Maman diminta menyampaikan setelah diperkenalkan  karena dia tidk dikenal oleh masyarakat tenis Indonesia sebagai peserta Reuni khususnya.

Ada satu hal yang saya perhatikan kalau ada ketegangan dirinya karena sebelumnya merasa akan diserang oleh ertanyaan yang menyudutkan., sehinga ada pernyataan yang katakan kalau sewaktu Musyawarah Nasional pelti 2012 di Manado, hanya dia yang muncul sendiri padahal waktu itu dia bersaing dengan Jaffar Hapsah. Saya selaku sekretaris Panpel tidak mau merusak suasana keakraban sehingga acar yang berlnagsung hanya 1 jam setelah mendengar komentar dari Martina Widjaja dilanjutkan oleh Soegiarto Soetaryo, Lita Soegiarto, Atet Wijono dan Justedjo tarik.

Yang agak keras adalah statement dari Justedjo Tarik.
Bersyukurah sarasehan berlangsung dengan lancar walaupun makna dari Sarasehan tidak ada karena hanya mendengar pengalaman dari mantan petenis nasional itu yang seharusnya ditujukan kepada atlet nasional masa kini 

Hanya komentar dari Martina Widjaja yang paling tepat untuk PP Pelti masa kini. Yaitu ceritakan keberhasilannya selama 10 tahun atau 2 periode sebagai ketua Umum PP Pelti. Ditekankan kalau Maman harus memiliki tim yang kuat dalam menjalankan tugasnya. Ini sebagai sindiran saja karena kepengurusan saat ini sudah tidak tidak solid lagi kaena masing masing mempunyai kepentingan sendiri bukannya kepentingan nasional.

Tidak ada komentar: