Jakarta, 10 November 2013. Hari ini saya terima telpon dari salah satu rekan tenis yang juga punya sekolah tenis di Jakarta Selatan. Dia ini punya jabatan juga dalam kepengurusan Pelti saat ini. Dikatakan pula kalau dia melihat manfaat cukup besar karena waktu hari Minggu 10 November 2013 dia adakan juga pertandingan tenis di sekolah tenisnya. Awalnya ada kekuatiran bagi dirinya anak asuhnya banyak yang ikut ATF 14 U ini akan kecapekan. Belum lagi ada suara suara negatif yang dikemukakan oleh rekan nya sendiri yang tidak setuju dengan adanya kegiatan tersbut. Tapi saya katakan rekan anda itu tidak setujua karena ada masalah sentimen pribadi saja sehingga bukan berfikir sebagai profesional tenis.
Senin, 11 November 2013
Sabtu, 09 November 2013
Belum semua tahu manfaat turnamen ATF 14 U
Jakarta, 9 November 2013. Di Jakarta sejak 4-10 November 2013 diselenggarakan ATF 14 U, bentuk turnamen yang belum dikenal luas oleh masyarakat tenis. Kenapa Asian Tennis Federation adakan turnamen ini, dan manfaatnya bagi petenis Indonesia. Memang saya tahu ada beberapa pertenis usia 14 tahun kebawah sudah ikuti turnamen sejenis di luar negeri. tentunya makan beaya besar untuk orangtua.
Maksud dan tujuan ATF adakan event 14 tahun adalah beri kesempatan agar anak2 lebih matang dulu sebelum terjun ke turnamen ITF Junior yang usianya maksimal 18 tahun.
Bicara tapi gak tahu
Jakarta, 9 Nopember 2013. Saya cukup prihatin dengan sikap rekan tenis kita ini yang masih belum berubah dan tentunya semua pihak tidak mengharapkan begitu. Dalam suatu rapat resmi masih bertanya tanya masalah keberadaan turnamen 3 hari. Ini pertanyaan disamping karena tidak tahu tetapi juga karena sentimen dan lucunya membangga banggakan sekali salah satu turnamen di Jakarta lainnya yang sejenis. Dipuji pujinya turnamen tersebut, tetapi ketika dikatakan kalau turnamen yang dipuji itu adalah turnamen 3 hari ternyata dia gak tahu, karena diotaknya seperti turnamen masters yang diselenggarakan lebih dari 3 hari. Wow, kok ngomong tapi tidak tahu dan tidak memahami yang diomongkan.
Masalah WO berkelanjutan juga
Jakarta, 8 November 2013. Ketika sedang dalam perjalanan ke Kemayoran saya terima SMS dari rekan panitia yang melaporkan kalau Mario HA kena WO karena datang terlambat oleh Referee. Waduh, rasanya anak ini perlu dimarahin juga. Tetapi saya ingin tahu sebab musababnya dengan bertanya kepada "pelatih"nya yaitu TW. Langsung saya kirimkanSMS dengan nbertanya kenapa WO.
Begitu tiba di Kemayoran saya terima telpon dari pelatih tersbut yang saya tahu sangat "pintar" bicara apalagi merayu.
Rabu, 06 November 2013
" Minta baju diberi celana"
Jakarta, 6 November 2013. Beberapa tahun lalu semasa masih aktif dikepengurusan induk organisasi saya sempat disbukkan dengan kasus catut umur. Kali ini disela sela turnamen ATF 14 U saya sempat juga mendengar kecurigaan dari mantan pelatih Sulistyono menyampaikan (bukan protes) beberapa keganjilan yang dilihat sebagai pelatih dan juga eks pemain.
"Om coba dilihat petenis satu ini ( MHA). Sama2 sebagai mantan atlet kalau lihat postur tubuh seperti ini apakah masih 14 tahun?" ini pertanyaan bagus juga. Dan sayapun hanya tanggapi akan meminta Akte Kelahirannya.
Kebetulan saya ketemu dengan orangtuanya yang datang kepada saya mengeluh masalah ketidak puasannya terhadap salah satu orangtua petenis yang sama sama dari Sulawesi Utara. Kedua orangtua ini pendatang baru ke Jakarta.. " Kalau mau bakalai (berkelahi) jangan disini saya usir kalian. Jangan bikin mao (malu) .Bakalai dilapangan luar sana " ujar saya ketus karena belum kenal.
Beberapa Opsi demi perbaikan kinerja
Jakarta, 6 November 2013. Dalam ngoberol ngobrol dengan rekan rekan tenis baik yang sudah tidak aktip diorganisasi maupun yang masih aktif di Kemayoran disela sela kegiatan turnamen internasional ATF 14 U, saya sempat berbicara mengenai pertenisan Indonesia beserta hambatan2 yang muncul selama ini khususnya turnamen tenis. Awal tahun semua dikagetkan dengan rencana yang sangat fantastik bagi masyarakat tenis tapi tidak bagi saya karena saya tahu kemampuan mereka saat itu , dengan didaftarkan sekitar 20 turnamen internasional ProCircuit ke ITF .Dari prize money saja berarti harus sanggup keluarkan dana sebesar US$ 200,000, belum lagi beaya pelaksanaannya.
Selasa, 05 November 2013
Mau adakan TDP Umum dengan prize money Rp 150 juta ditahun 2014
Jakarta, 5 November 2013. Kalau melihat yang terjadi didalam pertenisan nasional ini saya sangat prihatin karena konsentrasi terpecah akibat ulah oknum pejabat pertenisan kita. Kenapa demikian. Ini yang saya sebutkan kepicikannya menjadikan kendala besar memajukan tenis Indonesia. Apabila saya ajukan formulir pendaftaran TDP apa reaksinya. Yang sulit dipisahkan bagi dirinya adalah masalah pribadi dikaitkan dengan masalah organisasi. Walaupun hal ini sudah diketahui semua pihak tetapi tidak semua yang bisa menjalankannya.
Sayapun bertanya sama rekan saya dengan guyon saja. " Tahun depan saya mau buat TDP kelompok umum dengan prize money Rp 150 juta karena sudah ada sponsor. Bagaimana reaksi induk organisasi khususnya bidang yang menanganinya.? ujar saya bertanya disela sela turnamen internasional di Kemayoran.
"Picik juga ya "
Jakarta, 5 November 2013. Keberadaan AFR dalam pertenisan Indonesia masih belum bisa diterima dengan legowo oleh segelintir pejabat tenis didalam organisasi kita. Saya sendiri sudah legowo pensiun dari organisasi ini. Hal ini bisa saya ketahui dan rasakan baik langsung maupun tidak langsung dilapangan. Hal ini sudah lama saya prediksikan bahkan sudah pernah alami. Bahkan intrik2 didalam lapangan dengan gunakan kekuasaannya masih bisa saya rasakan karena masukan masukan justru datang dari masyarakat maupun dari rekan2 didalam organisasi. Karena hanya satu dua orang saja yang sangat picik dalam pikiran dalam menangani pertenisan kita ini.
Langganan:
Postingan (Atom)