Sabtu, 08 Agustus 2020

Mengapa Orang Berdansa ?

Jakarta, 7 Agustus 2020. Keinginan berdansa/menari merupakan insting dasar manusia sejak manusia diciptakan. Berdansa & menari tidak dapat dipisahkan dari ritual dan kehidupan manusia. Dansa adalah suatu gerakan badan sesuai dengan ritme tertentu yang dilakukan dalam suatu acara tertentu pula.

Berdansa adalah merupakan ekspresi dari emosi sebagai alat untuk menyalurkan energi yang berebih atau sebagai sumber kegembiraan.

Ballroom dance seperti yang kita kenal sekarang ini merupakan kristalisasi yang panjang dari berbagai jenis dansa yang ada dimuka bumi ini, khususnya dari Eropa Amerika, Afrika dan Amerika Latin. Beberapa diantaranya adalah Cha-Cha, Rumba, Jive, Waltz, Tango, Foxtrot, Quickstep, Samba, Viennese Waltz,Rock n Roll, Paso Doble dan Salsa.

Penyusunan penilaian/perwasitan yang dibakukan oleh The British Council of Ballroom Dancng memungkinkan dilaksanakannya pertandingan lokal, nasional maupun internasional menurut aturan  Standard tertentu.

Kamis, 06 Agustus 2020

Strategi-strategi Pelatihan Yang Disarankan

Jakarta, 6 Agustus 2020. Hal paling penting untuk diperhatikan dalam hal ini ialah dataran dataran belajar tersebut pada awalnya dapat ikut menyebabkan terjadinya penurunan keterampilan 

Perubahan fisik
Seperti yang telah dibahas dalam pelajaran sebelumnya, maka terjadinya " lingkaran fisik " ( Physical Cyce} jelas memberikan  beban pada tingkat penampilan seorang atlet secara keseluruhan,Walaupun masa masa fisik yang rendah ini secara umum tidak menyebabkan terjadinya penurunan penampilan secara berkepanjangan, namun bersama sama dengan faktor lain seperti menurunnya rasa percaya diri , maka dapatlah dikatakan bahwa sebenarnyalah dia mewakili faktor faktor penyebab yang berarti. Pengalaman juga tekah menunjukkan adanya luka di badan dalam bentuk apapun seringkali dikaitkan  dengan kejadian yang menyebabkan penurunan penampilan. Dalam hal ini , penurunan keterampilan tersebut  lebih banyak merupakan fungsi dari oerubahan psikologis yang menyertai luka tersebut, dibandingkan dengan yang disebabkan sebenarnya oleh terjadinya luka pada badan yang dialami oleh atet tersebut.
Faktor fisik lainnya seperti rasa kelah yang berkepanjangan , masalah kesehatan , diet yang kurang baik, dan sebagainya, telah dikaitkan dengan masalah penampilan yang tidak tetap,

Rabu, 05 Agustus 2020

TIPS SEBELUM BELI SEPATU ; Tes Kaki

Jakarta, 5 Agustus 2020. Inilah cara untuk mengetahui jenis kaki, sebelum membeli sepatu yang paling sesuai untuk Anda. Soalnya , hampir semua sepatu dibuat untuk orang berkaki normal, sedangkan kenyataannya ada 40 persen yang kakinya tidak seperti orang lain. Orang yang kakinya berlengkung telapak tinggi atau rendah , agak sulit mencari sepatu yang betul betul  pas baginya. Padahal kalau salah pilih , maka sepatu akan menjadi siksaan baru bagi dirinya. Karena itu ketelitian dan kesabaran dalam memilih sangat diperlukan.  

Untuk mengetahui jenis kaki Anda cobalah tes cetak basah telapak kaki terlebih dahulu. Lalu perhatikan bentuknya baik baik.

Kaki berlekuk telapak rendah: Kaki berlekuk telapak rendah akan menjadi rata telapaknya kalau diinjakkan. Tumit, kala dilihat dari belakang, penyok keluar . Cetak basah kaki orang yang bertelapak rendah akan terlihat lengkap dari tumit sampai ke ujung jari,  kecuali lengkungannya. Pemain bertelapak kaki rendah sebaiknya menggunakan sepatu berpenopang tumit yang keras, yang bagian depannya pas betul dan yang bagian belakangnya punya daya  kestabilan tinggi, beralas lembut di bagian dalamnya terutama di bagian tengah serta telapak bagian tengahnya lebih lembut pula dari bagian bagian yang lain.

Kaki berlekuk telapak tinggi : Lekuk telapak akan tetap berbentuk lengkungan sekalipun sedang menopang seluruh berat tubuh. Tumit, dilihat dari belakang , seperti meliuk kedalam . Cetak basahnya nyaris tanpa bagian tengah telapak kaki. Karena itu sepatu yang sesuai bagi kaki seperti ini ialah yang betul betul lembut dan punya daya mobilitas tinggi.

Kaki lengkung: Karena bentuknya yang seperti tanda baca koma, maka cetak basahnya mirip bentuk bulan setengah. Bagi mereka yang seperti ini dibutuhkan sepatu yang telapaknya melengkung ke arah jari-jari kaki, serta yang punya daya lentur dan kelembutan yang tinggi.

Kaki normal : Untuk 60 persen orang yang beruntung memiliki kaki berbentuk normal, tak sulit mencari sepatu yang seusai bagi mereka. Cetak basahnya orang berkaki normal terlihat meramping di bagian tengahnya. Semua garis garisnya kelihatan wajar dan bagian dalam lengkung kakinya lebih sehat, karena tidak harus terlalu berat menopang bobot badan *** World Tennis.

Selasa, 04 Agustus 2020

TIPS : Cara Memilih Sepatu Tenis

Jakarta, 4 Agustus 2020 Yang perlu diperhatikan dalam memilih sepatu ialah mengingat jenis tehnik permainan apa yang suka Anda lakukan. Pemian serve and volley yang harus banyak melakukan perubahan posisi tubuh dan berhenti mendadak , membutuhkan sepatu yang berdaya lentur  tinggi terutama di bagian mata kaki. Pemain baseline, kebalikannya , butuh sepatu yang lebih mantap di bagian belakangnya., karena dia harus banyak melakukan gerak putar dan berbelok ketika mengubah posisi tubuh. Sedangkan semua pemain sebaiknya memakai sepatu yang punya daya serap hentakan dan kestabilan tinggi.

Jenis bagian luar telapak sepatu bergantung kepada lapangan tempat bermain. Di lapangan tanah , sepatu yang paling baik ialah yang bertelapak karet lembut untuk menghasilkan daya cengkraman lebih baik dan berpola pusaran atau tulang ikan supaya tanah tidak melekat di telapaknya, Para pemain lapangan keras lebih baik menggunakan sepatu bertelapak lebih keras dan lebih berdaya tahan lama dibandingkan karet.

Yang bertelapak kaki rata dianjurkan  untuk memakai sepatu berpenopang tambahan dan yang lembut dibagian belakangnya. Sedangkan yang berlengkung telapak tinggi haruslah menggunakan sepatu yang tidak terlalu pas agak longgar serta yang cukup stabil dikedua sisinya.. Pemain yang berkaki lebar atau sempit butuh sepatu yang berukuran lebar.

Sabtu, 04 Juli 2020

Permintaan Turnamen Dari Daerah

Jakata, 4 Juli 2020. Beberapa hari lalu AFR terima tilpon dari rekan pelatih dari Banjarmasin tentang keinginan ada turnamen.. Akibat pandemi COVID-19 membuat petenis yunior sudah tidak betah diam dirumah dan berkeinginan sekali ada turnamen dikotanya. Oleh Bambang pelatih tenis di Banjarmasin disampaikan keinginan agar Banjarmasin kebagian  giliran RemajaTenis, seperti pada tahun 2010 pernah diadakan di Banjarmasin berkat dukungan Ketua Pengda Pelti Kalimantan Selatan yang juga sebagai distributor SUZUKI di Banjarmasin.

Disebutkan sebagai persiapan atlet menghadapi Popwil maka atlet butuh turnamen nasional yunior di Banjarmasin. Memang keinginan adakan turnamen sebenarnya mengebu-gebu dari masyarakat tenis dari Jakarta, Blora sekarang dari Banjarmasin. Begitu juga pagi ini keinginan datang juga dari Palu.

Masalahnya sekarang,menurut Panduan Pertandingan Tenis dalam  tatanan New Normal dikeluarkan Pelti ada beberapa hambatan untuk turnamen terbuka atau antar daerah. Untuk sementara waktu Turnamen Diakui Pelti ( turnamen terbuka) ditiadakan karena melibatkan peserta antar daerah . Sedangkan turnamen kalau ada diijinkan hanyalah satu kota atau kabupaten dengan beberapa persyaratan yang cukup berat untuk dipenuhi dilaksanakan oleh pelaksana turnamen. Apakah bisa menjamin peserta itu atau pengantar peserta semua negatip covid-19, masih tanda tanya besar.

Jumat, 26 Juni 2020

Modal Dasar Petenis Kawanua


Jakarta, Juni 2020 Melihat prestasi petenis berdarah Kawanua di kancah tenis nasional muncul akibat tenis keluarga yang sudah ditanamkan sejak dulu kala dan selalu hadir disebabkan  memiliki sifat kompetisi. Tidak mau kalah, fighting spirit tinggi. Ini sebagai modal dasar  petenis nasional yang  penting sehingga selalu hadir petenis Kawanua setiap generasi.

Sejarah mengatakan , diawali dari rasa ingin berkumpul sesama Kawanua yang berada diluar Sulawesi Utara diisi dengan acara bertanding tenis  dalam komunitas tenis yang dikenal sebagai Maesa Paskah sejak 1924. 

Diawali munculnya Menadonese Intersedelijk Tennis Organisatie (MITO) sampai menjadi  POR Maesa yang mengorganiser pertandingan tenis dalam rangka hari Paskah. Dan setiap tahun berkumpul saling adu jago dilapangan tenis, secara rutin. Sehingga dikalangan Kawanua olahraga tenis sudah merupakan langganan setiap tahun. Berkumpul keluarga demi keluarga sehingga terjalin kekeluargaan cukup besar.

Rabu, 24 Juni 2020

Tim Putri Pelatnas Lebih Siap

Jakarta, 22 Juni 2020. Putri pelatnas Indonesia kelihatannya lebih tanggap dalam mempersiapkan diri mereka dalam hal menjaga kondisi fisik maupun mental akibat pandemo Covid-19. Bisa dilihat sejak pelatnas dibubarkan atau atletnya dipulangkan kerumah masing masing,  ternyata latihan bersama atas inisiatip petenis sehingga pelatihpun cukup tanggap menghadapi keinginan tim putri. 

Terlihat Aldila Sutjiadi, Beatrice Gumulya, Jessy Rompies, Priska Madelyn Nugoro dan Janice Tjen tetap latihan bersama pelatihnya dengan mencari lapangan tenis yang dibuka. Ini akibat hampir seluruh lapangan tenis ditutup.

Bahkan saat untuk tetap menjaga nuasa turnamen alias haus akan turnamen bagi atlet, diperlihatkan dengan  diadakan kompetisi antar mereka ditambah lagi atau petenis yang sekolah dari USA Rifanty Dwi K asal Bandung

Dan semua ini direstui oleh PP Pelti sehingga semuanya berjalan lancar, bahkan anggota pengurus termasuk Ketua Umum PP Pelti hadir menyaksikan atlet tenis putri bertanding.

Jumat, 19 Juni 2020

Manfaat Pekan Olahraga Nasional

Jakarta, 19 Juni 2020. Semenjak kuota peserta Pekan Olahraga Nasional (PON) diberlakukan maka peserta PON dibatasi. Berakibat saat ini tidak semua daerah bisa " show " atletnya diarena empat tahunan sekali. Yang awal tujuan sebenarnya  untuk pemersatu bangsa.

Oleh karena itu daerah berusaha tampil di ajang PON dengan segala macam cara. Tidak masalah dengan tanpa menggunakan atlet binaan sendiri, yang penting bisa tampil diajang bergengsi PON. Dan ini pula dimanfaat kan oleh atlet tenis untuk mendukung pembeayaannya ikut serta sebagai bagian dari peningkatan prestasinya keluar negeri. Saat ini bermanfaat hanya beberapa atlet tenis  Dari sekitar 88  atlet yang mendapatkan kesempatan ikut serta PON ternyata hanya sekitar 10 % memanfaatkan dengan benar. Sehingga berdampak yang tidak disadari , atlet tenis daerah akan terdemotivasi dengan sendirinya