Kamis, 30 April 2009

Ketentuan Age Eligibility di Turnamen Internasional Putri


Jakarta, 30 April 2009. Perlu diketahui semua pelaku tenis khususnya petenis mauun pelatih masalah ketentuan yang dibuat oleh ITF tentang batasan usia disetiap turnamen profesional. Karena saat ini harus dikaui pula banyak petenis potensial berusia muda didunia bahkan di Indonesia. Peranan petenis muda usia sudah terlihat dikancah pertenisan nasional maupun internasional. ITF mengatur ketentuan tentunya untuk kepentingan petenis sendiri, dan menyadari kalau banyak petenis berusia muda cukup berprestasi di turnamen internasional.

Bagi petenis yang belum berulang tahun ke 14 maka tidak diperkenankan ikuti turnamen internasional putri baik ITF Women’s Circuit maupun WTA-Tour events maupun Fed Cup.

Jika telah berusia 14 tahun dan sebelum berusia 15 tahun (belum HUT) , maka diperkenankan ikuti turnamen maksimum 8 ITF Women’s Circuit ( $ 10,000-25,000) dan tidak lebih dari 3 Women’s Circuit dengan prize money $ 50,000 atau lebih. Boleh ikuti juga mewakili Negara dalam Fed Cup.
Jumlah keikut sertaannya akan berkurang jika menerima wild card di turnamen WTA-Tour tidak lebih dari 2 WTA-Tour event level.
Jatah wild cardpun diatur , dimana bisa terima maksimum 3 wild cards yaitu wild card babak utama atau Kualifikasi di ITF Women’s Circuit ataupun WTA-Tour events.

Jika telah berusia 15 tahun (sebelum 16 tahun) maka pemain bisa ikuti maksimum 10 profesional turnamen, dan WTA –Tour (jika diterima) dan juga bisa ikuti Fed Cup. Jatah wild cardnya hanya diperkenankan maksimum 3 wild cards, baik 1 wild card di babak utama atau kualifikasi semua event dan 2 wild cards eksklusif untu babak utama atau kualifikasi dari WTA-Tour International Tournament atau ITF Women’s Circuit.

Jika berusia 16 tahun, maka diperkenankan ikuti maksimum 12 profesional turnamen dan WTA Tour Champsionships (jika diterima) dan Fed Cup. Jatah wild cards bisa menerima wild card maksimum 4 di WTA Tour International Tournament dan atau ITF Women’s Circuit Dimana tidak melupakan ketentuan maksimum keikutsertaan di single dan doubles baik babak utama maupun kualifikasi.
Jika berusia 17 tahun, maka diperkenankan ikuti 16 Profesional turnamen dan WTA Tour Championhips (jika diterima)

Jika berusia 18 tahun, maka tidak dibatasi

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi petenis Indonesia yang sudah berani Go International

Rabu, 29 April 2009

Panduan Ikuti Turnamen internasional Putri

Jakarta, 29 April 2009. Saya coba berikan panduan untuk petenis putri jika ingin ikuti turnamen tenis internasional. Karena saat ini petenis putri mulai bergairah ikuti turnamen internasional baik di Indonesia maupun luar negeri.

Kapan batas waktu pendaftaran turnamen ?
Kamis 18 (delapan belas ) hari sebelum turnamen dimulai (dalam kalender turnamen selalu mulai Senin walaupun kualifikasi itu Minggu mulainya)

Bagaimana caranya mendaftar ?
Melalui internet ke www.itftennis.com, dan harus memiliki IPIN (International Players Identification Number). Jadi daftarkan dulu IPIN kemudian baru daftar turnamennya. Tentunya harus bayar IPIN fee sekitar US$ 45.00 setahun.Tetapi masih bisa juga dengan kirimkan fax ke ITF dengan mengisi Formulir Pendaftarannya. Pendaftaran dengan email tidak diperkenankan. Peserta harus memiliki IPIN tersebut.

Bisakah saya daftar hanya Babak Utama (Main Draw) ?So pasti bisa asalkan memiliki peringkat dunia (WTA-Tour). Dimana status di terima dibabak utama setiap turnamen akan berbeda tergantung besar kecilnya peringkat peserta yang ikut. Jika belum punya peringkat, bukan berarti tidak bisa ikut. Datang saja ke tempat turnamen dan harus lakukan sign-in babak kualifikasi didepan Referee (biasanya Sabtu sore), dan saat itu juga setelah waktu sign-in ditutup bisa diketahui status diterima atau tidaknya dibabak kualifikasi. Jadi kalau sduah punya peringkat tinggi , bisa saja daftar dengan permintaan babak utama saja. Biasanya petenis yang minta status seperti ini karena mendaftarkan dibeberapa turnamen yang kelasnya berbeda. Tapi jangan lupa harus punya IPIN.

Bolehkah mendaftar lebih dari satu turnamen ?Boleh saja, asalkan dicantumkan prioritas turnamennya dan juga saat waktu pembatalannya (withdrawal deadline) segera lakukan pembatalannya.

Bolehkan bertanding di lebih satu turnamen dalam minggu yang sama ?Tentunya tidak boleh, dan harus dibatalkan turnamen lainnya.

Bagaimana mengetaahui status diterima di babak utama atau kualifikasi?
Semua bisa dilihat di internet , buka www.itftennis.com kemudian klik women circuit dan cari turnamen, dan jika sudah ketemu jadwal turnamennya maka klik saja entry bisa dilihat daftar peserta yang sudah diterima mulai dari Babak Utama, Kualifikasi dan Alternate (cadangan).

Kapan batas waktu pembatalan ikut serta turnamen ?
Bagi peserta yang diterima di babak utama dan kualifikasi wajib hukumnya kalau tidak ikut harus kirimkan pembatalannya. Waktunya adalah Kamis 13 hari sebelum turnamen dimulai (tidak boleh kurang dari jam 14.00 GMT atau 20.00 WIB). Pembatalan bisa dilakukan dengan online ke www.itftennis.com ,tetapi tidak bisa dengan email saja. Boleh lakukan dengan kirimkan fax ke ITF dengan Formulir Pembatakannya.

Jika pemain diterima di babak utama atau kualifikasi dibeberapa turnamen yang didaftarkannya maka apa yang harus dilakukan ?
Harus segera batalkan turnamen yang tidak dikehendakinya, karena harus memilih satu turnamen saja dalam minggu yang sama. Tentunya sebagai prioritas adalah turnamen yang menerimanya di babak utama.

Semoga bermanfaat !

Usia Belum Memungkinkan Ikut Turnamen Internasional

Jakarta, 29 April 2009. Permintaan wild card oleh tuan rumah Tarakan kepada saya hari ini belum bisa dipenuhi. Kenapa, sedangkan sebagai tuan rumah mempunyai hak wild card. Tentunya ada alasan tidak bisa, karena terbentur dengan peraturan yang dikeluarkanoleh International Tennis Federation (ITF). Turnamen internasional putri mempunyai peraturan yang bisa berbeda dengan turnamen putri. Sehingga selaku pelaksna sudah seharusnya memenuhi ketentuan yang dibuat oleh ITF. Nanti dilapangan juga ada yang kontrol yaitu ITF Referee yang telah ditentukan oleh ITF.

Masalah minimal usia sebagai hambatan. Ternyata atlet tuan rumah itu tanggal lahirnya 4 Oktober 1995, berarti belum berulangtahun ke 14.Ketentuan ITF menyatakan minimal usia adalah sudah berulangtahun ke 14. Nah disinilah masalahnya.

Tahun 1990-91 saya pernah buat kesalahan karena tidak mencek umur petenis Women’s Circuit di Semarang. Yaitu petenis Veronica W, yang salah satu orangtuanya anggota pengurus Pelti setempat. ITF langsung beri teguran kepada saya karena sebagai penanggung jawab turnamennya.
Sekarang agar tida terjadi hal seperti ini, pendaftaran langsung ke ITF dengan internet dimana selalu dimintakan biodatanya. Ini kelemahan petenis kita jika mendaftarkan ke turnamen tidak menyantumkan tanggal dan tahun kelahirannya.
Peraturan peserta ITF turnamen baik putra dan putri tentang persyaratan pesertanya minimal telah berusia 14 tahun, dilihat dari tanggal dan bulan kelahirannya.
Saat ini sedang berlangsung turnamen internasional putri $ 25,000 di Balikpapan ( 27 April-3 Mei), kemudian di Tarakan dengan $ 10,000 (4-10 Mei) dan Tanjung Selor Bulungan $ 25,000( 11-17 Mei 2009)

Selasa, 28 April 2009

Menjawab Komentar di Situs Pelti

Jakarta, 29 April 2009. Ada satu komentar di situs resmi Pelti yang menarik bagi saya untuk menjawabnya. Karena melihat komentar ini menunjukkan keingin tahuan dari sepak terjang saya di tenis Indonesia melalui Turnamen Sabtu Minggu atau PERSAMI dengan bendera Piala Ferry Raturandang. Sebenarnya kalau yang bertanya ini membaca blogger ini, saya kira sudah bisa terjawab keseluruhannya. Mulai kapan dan dimana dan bagaimana saya selenggarakan Persami awalnya kemudian berubah menjadi Piala Ferry Raturandang.

Apakah itu Piala Ferry Raturandang (PERSAMI) ?
Piala FR adalah turnamen tenis yunior yang diselenggarakan pada waktu waktu dimana tidak mengganggu jadwal sekolah anak anak. Dan turnamen ini merupakan salah satu turnamen yang menjawab atas kesulitan sponsor. Jadi merupakan solusi atas kesulitan dana dari sponsor.
Inisiatip muncul karena merasakan kebutuhan atlet tenis terhadap turnamen. Turnamen merupakan bagian dari pembinaan. Saya sendiri pernah merasakan saat masih menjadi petenis yunior berada di Singaraja (Bali) dan Ampenan Lombok , dimana turnamen tenis yunior hanya ada sekali setahun, dan sering ikuti turnamen nasional di Malang, Bandung, Jakarta. Begitu juga merasakan sebagai orangtua yang selalu membawa putra dan putrinya ikuti turnamen nasional (TDP) di Malang, Semarang, Bandung. Menyadari pula kalau banyak keuntungan bagi orangtua jikalau dikotanya ada turnamen tenis. Tidak buang buang uang dan waktu haru keluar kota. Saat masih yunior jikalau ikuti turnamen di Malang, Bandung dan Jakarta, seluruh keluarga mulai dari Ayah, Ibu, adik2 diboyong keluar kota. Dan otomatis orangtua yang PNS waktu itu harus ambil cuti minimal seminggu. Bia dibayangkan betapa pengorbanan orangtua saat itu dan sekarangpun demikian.

Persami termasuk salah satu program induk organisasi Pelti dibidang pengembangan. Sering keliru pandangan banyak pihak, Persami itu jelas bukan TDP (Turnamen Diakui Pelti), sehingga tidak langsung mendapatkan poin. Yang ada konversi poin dengan Peringkat Nasional Pelti yang nilainya sangat sedikit. Khususnya kelompok umur 14 tahun, 16 tahun dan 18 tahun. Bahkan kalau dibuat kelompok umumpun juga bisa dapatkan poin PNP yang nilainya sangat dan amat kecil. Karena PP Pelti sampai saat ini tidak keluarkan PNP KU 10 tahun dan 12 tahun. Tujuannya adalah memberikan sarana latihan tanding, bukan cari PNP.

Bagaimana caranya selenggarakan PERSAMI ?Sangat simpel tidak butuh tenaga banyak (makan ongkos), tanpa wasit, ballboys, Referee. Bukan kewajiban untuk melapor ke Pelti, cukup beritahukan sudah sangat bagus karena Pelti akan berterima kasih ada yang mau bantu salah satu program Pelti. Kalau mau dapat PNP, maka dari itu hasil pertandingan dilaporkan ke PP Pelti, tetapi hasil lengkapnya bukan hanya hasil pemenang sampai semifinal saja.
Memang ada permintaan dari rekan rekan didaerah baik orangtua maupun rekan Pelti setempat untuk diadakan Piala Ferry Raturandang.
Tentunya karena ini masalah pribadi maka tentunya harus ada keuntungan bagi saya pribadi. Karena pelaksanaan turnamen ini merupakan swasembada maka harus ada keuntungan, tidak boleh rugi. Bagi saya, bukan jamannya lagi harus rugi atau istilah keren berkorban. SPORT IS BUSINESS atau TENNIS IS BUSINESS !
Karena ada UNTUNG maka bisa langgeng. Bisa dibayangkan sejak tahun 1996 saya sudah selenggarakan turnamen PERSAMI setiap bulannya di Jakarta kemudian dikembangkan didaerah daerah sejak saya ikut kembali duduk di PB Pelti sampai berubah namanya jadi PP Pelti. Karena ada usulan dari salah satu orangtua peserta Sandra Sondakh agar diubah namanya menjadi Piala Ferry Raturandang. Awalnya tidak bergeming tetapi lama lama sayapun mulai berpikir dari diri August Ferry Raturandang.
Memang awalnya ada saja cemohan yang muncul baik dari teman2 maupun lainnya. Tetapi karena tujuan saya adalah positip maka saya tinggalkan pikiran negatip tersebut. Sayapun tidak perlu kuatir atas cemohan yang muncul. Jangan pikir saat itu tidak ada yang menghina Persami atau Piala FR. Bahkan disebut sebut tujuan saya adalah cari uang di Piala FR, sayapun tidak akan menampiknya. Dengan tegarpun saya katakan memang cari untung, karena resep cari untung ini yang membuat LANGGENG. Saya ini bukan sinterklas. Saya tahu sekali rasa iri hati dengan melemparkan rumor rumor negatip terhadap diri saya dengan Piala FR-nya, bahkan dengar sendiri baik dari pelatih maupun orangtua. Tapi keyakinan saya kalau Turnamen Adalah Kebutuhan Atlet maka sayapun tidak akan mundur. Apalagi disuruh berhenti dengan imbalan uang sayapun tidak akan berhenti.
Karena ketegaran saya saja sehingga bisa selenggarakan Persami/Piala FR samapi melebihi 200 kali dilaksanakan sendiri. Mulai dari Jakarta, Bandung, Cilegon, Palembang, Pontianak, Manado, Balikpapan, Palangka Raya. Sebenarnya di Sidoarjo pernah ada tapi saya kena tipu oleh rekan di Sidoarjo. Awalnya menggunakan nama Piala FR. Promosi dilakukan oleh saya melalui email ke media massa dll. Tapi saat saya muncul dilapangan nama sudah berubah menjadi Piala Bupati atau Walikota Sidoarjo. Ini kurang etisnya reklan di Sidoarjo.

Ada pertanyaan tentang status saya , apakah dalam kapasitas sebagai Wakil Sekjen PP Pelti atau pribadi. Memang bagi yang baru kenal saya, sebenarnya awalnya saya selenggarakan Persami masih duduk di Komite Pertandingan Pengda Pelti DKI Jakarta, kemudian setelah tidak duduk lagi dikepengurusan Pengda Pelti DKI, sayapun masih tetap jalankan Persami di Jakarta kemudian ke Bandung sampai tahun 2000 masuk ke PP Pelti sehingga masuk dalam program PP Pelti sampai sekarang. Jadi jawabannya adalah PRIBADI.
Saya menyadari sekali kalau dinegeri kita ini khususnya didaerah nilai Piagam merupakan Primadona sekali. Tetapi ada beberapa pelaksanaan Piala FR bukan saya saja yang memberikan tanda tangan dan bukan juga masalah bagi pesertanya.
Bagi saya pribadi piagam tersebut bukan hal PENTING, karena prestasi lah yang lebih penting. Dalam hal ini menurut pendapat pribadi saya (sekali lagi pendapat pribadi) prestasi tenis bukan dilihat dari Piagamnya. Dilihat dari pertandingannya. Ini bukan untuk mengecilkan pihak pihak yang masih mendambakan Piagam sebagai priorotas. Kalau mau Maju.

Mana ada petenis di klaim sebagai hasil dari satu Turnamen. Prestasi atlet itu datangnya dari berbagai turnamen. Makin banyak dan seringnya ikuti turnamen maka kemungkinan makin meningkat prestasinya. Jangan harapkan ada petenis tidak pernah ikuti Turnamen bisa keluar sebagai juara. Sayapun tidak pernah sama sekali katakan petenis A atau si B, C sebagai hasil dari Persami atau Piala FR. Biarkan saja petenis maupun orangtua yang merasakan manfaatnya Persami (Piala FR). Tetapi saya tahu atlet nasional mana yang sudah pernah ikuti Persami yang saya selenggarakan sendiri. Tetapi inipun tidak perlu saya bangga banggakan. Yang penting hasilnya dirasakan semua pihak.
Begitu juga pertanyaan aneh muncul, apakah Piala FR ini sudah terdaftar ataupun diakui oleh ITF. Tapi saya mengerti karena ini menunjukkan pelaku baru di tenis Indonesia. Yang pasti Persami itu merupakan salah satu Program PELTI. Banyak Persami di Indonesia dengan berbagai nama, salah satunya adalah Piala Ferry Raturandang.
Pelaksanaan Persami ataupun Piala FR bisa diselenggarakan oleh Pribadi, klub, Pelti maupun badan usaha , seperti dalam petunjuk induk organisasi tenis PELTI

Senin, 27 April 2009

Masalah Peringkat Masih Dipertanyakan

Jakarta, 27 April 2009. Berbagai pertanyaan selalu mucul dari masyarakat tenis tentang Peringkat Nasional Pelti (PNP). Ada ketidak puasan terhadap PNP membuat alasan tertentu untuk menghujat induk organisasi Pelti datang dengan berbagai cara. Hari ini sayapun masih terima SMS dari salah satu pelatih Bunge Nahor. Yang kelihatannya masih belum mengerti permasalahan Peringkat Nasional Pelti (PNP). Dipertanyakan tentang belum ada progres dari bulan Januari sampai saat ini tentang PNP Kelompok Yunior. Kenapa yunior yang dipermasalahkan.Karena punya kepentingan yaitu salah satu putranya justru aktip di kelompok umur 14 tahun. Dengan mewakili para orangtua muridnya dia mengclaim, minta penjelasan dari PP Pelti kepada saya. Secara guyon karena saya kenal dianya dekat, membuat dia penasaran. tapi akhirnya saya katakan kalau mewakili orangtua tentunya ada forum nya sendiri yaitu Forum Komunikasi Orangtua Petenis Indonesia (FORKOPI). Silahkan saja kontak kepada Forkopi karena kami tidak mau melayani satu persatu para orangtua. Capek deeh !
Tetapi justru jawabannya cukup aneh, tidak mengakui keberadaan Forkopi sedangkan sepengetahuan saya dia termasuk juga dalam kelahiran Forkopi di Cilacap 1-2 tahun lalu.

Yang harus diketahui kenapa sampai munculnya Peringkat, termasuk PNP tersebut.
Beberapa puluh tahun silam diturnamen tenis internasional maupun nasional belum dikenal peringkat. Kebutuhan peringkat itu sebenarnya kebutuhan dari tournament officials, bukan kebutuhan pelatih ataupun para orangtua.
Bagi tournament officials akan alami kesulitan jika dalam setiap turnamen menentukan drawing atau undiannya. Awalnya digunakan secara manual dengan mencatat hasil turnamen tahun sebelumnya sehingga dibuatlah seedingya. Maksudnya agar kualitas turnamen terjamin. Jangan sampai yang seharusnya masuk final sudah terjadi dibabak pertama.
Di Indonesia hal yang sama terjadi, dimana oleh tournament official dibuat catatan sendiri di turnamen tertentu hasil rangkaian turnamen, Tetapi yang dicatat hanyalah hasil sampai 4 besar atau semifinal saja sehingga mudah tentukan unggulannya.

Dalam perjalanannya ternyata PERINGKAT mulai berkembang kepentingannya. Mulai dari kepentingan Tournament Officials kemudian menjadi nilai jual atlet (sales value) untuk mendapatkan sponsor bagi atletnya sendiri maupun turnamen.
Jadi sekarang yang menonjol sekali adalah nilai jual atlet sehingga betapa ngototnya para orangtua maupun pelatih mengikuti PERINGKAT petenisnya.

Pelti selaku induk organisasi mulai perkenalkan PNP yaitu tahun 1989,yang mulai digodok sejak tahun 1987-88 khusus dibuat PNP Kelompok Umum, Kelompok Yunior ( hanya KU 14 tahun, 16 tahun dan 18 tahun)
Diawal tahun 2000, diawali insiatip dari Referee yang bertugas membuat suatu peringkat tersendiri khusus KU 10 tahun dan 12 tahun karena turnamen yunior makin banyak dengan mempertandingkan kedua kelompok umur tersebut.
Sampai saat ini sistem PNP belum berubah sehingga timbul inisiatip kepengurusan PP Pelti sekarang untuk merevisi PNP agar lebih up todate.
Hanya waktunya saja belum bisa cepat selesai, karena ada perbedaan pandangan terhadap sistem PNP tersebut. Pihak luar menghendaki agar petenis usia 14 tahun jika ikut bertanding di kelompok umur 18 tahun dikonversikan juga di PNP KU 14 tahun dan 16 tahun walaupun tidak pernah bertanding dikelompok tersebut. Dengan sistem prosentasi ini saya sendiri masih belum bisa menerimanya. Sedangkan ITF sebagai induk dari Pelti tidak menggunakannya, walaupun dikatakan ketinggalan jaman tetapi Pelti harus menghormatinya. Ini olahraga tak terukur, beda dengan olahraga terukur seperti atletik, renang dll. Tetapi semua ini masih belum final karena terlihat ada kepentingan luar ikut masuk dalam sistem tersebut, apalagi dikaitkan dengan Referee on line. Inilah masalahnya ! Kenapa saya katakan demikian, karena rencana ini sudah diclaim pihak luar dengan membuat website sendiri dengan memakai nama nama PP Pelti.Sedangkan PP Pelti punya website resmi yaitu www.pelti.or.id. yang sedang di upgrade juga. Terlalu pre-mature ! Untung saja webiste itu cepat cepat dihapus, kalau tidak tahu sendiri, karena induk organisasi bukan pihak yang bodoh dan mau dibodohin. Ya, kita tunggu saja hasilnya.

Lagu Buat Pengendara Mobil

Jakarta, 27 April 2009. Buat para teman-teman yang suka nyetir mobil atau motor. ini ada beberapa lagu yang tepat sambil didengerin...

Tolong di nyanyikan berdasar kecepatan berkendara saat itu

-> 75 km/jam : God Will Take Care of You ( Tuhan Akan Memelihara Engkau )

-> 85 km/jam : Guide Me, O Thou Great Jehovah (Tuntun Aku,O Tuhan)

-> 95 km/jam : Nearer My God to Thee ( Makin Dekat KepadaMu, Tuhan )

-> 105 km/jam : The World is not My Home ( Dunia Bukan Rumahku )

-> 115 km/jam : Lord, I'm Coming Home ( Tuhan, Aku Pulang )

-> di atas 125km/jam : Precious Memories ( Kenangan Indah )

Atlet Kudus Diragukan Statusnya

Jakarta, 27 April 2009. Ketidak puasan terhadap masalah pencatutan umur masih sering terjadi, so pasti tidak akan henti hentinya terjadi. Selama ini saya sering terima SMS dari orangtua petenis yunior yang kecewa dengan status petenis yunior yang ikuti TDP. Hari ini terima surat dari wakil orangtua atlet dari Jawa Barat dan Yogyakarta tentang salah satu petenis nama ALIF NAFIAH / ALIF NAFILAH. Timbul masalah di turnamen ATP Bakrie yang berlangsung di Cilacap Open belum lama ini. Hal ini diungkapkan dengan surat ke PP Pelti yang ditujukan kepada Ketua Bidang Pertandingan PP Pelti.
Atlet ini didaftarkan dengan tahun kelahiran 1997 sesuai dengan Kartu Tanda Anggota Pelti. Sedangkan dalam surat tersebut dikatakan di turnamen tahun 2008 ( New Armada, Solo Open ) sudah bermain di KU 14 tahun dan sign-in dengan tahun kelahiran 1996.
Informasi seperti ini cukup baik, berarti ada kepedulian dengan berikan data data yang dimaksud. Dengan berikan data sekilas membuat ketertarikan saya untyuk mengungkapkan ketidak sportipan atlet yunior.

Langsung saya buka data atlet yang ada copy akte kelahirannya, ternyata tercatat lahir tanggal 6 September tahun 1997 lahir di Kudus. Nah , dimana letak salahnya. Dari surat tersebut dikirimkannya copy data dari website www.indotennis.com yang menyebutkan tahun kelahirannya 1996, tidak sebutkan tanggal lahirnya.
Waduh Kudus lagi , yang selama ini sering saya ketemui atlet bermasalah dari Kudus juga asalnya. Bukan berarti saya apriori terhadap atlet Kudus. Ini hanya masalah oknum saja di Kudus apakah itu pelatihnya atau orangtuanya.

Dari laporan TDP 2008 tercatat namanya di Turnamen Solo Open 2008. memang ada keanehan di sign-in KU 12 tahun nama Allif Nafiiah asal Kudus tanggal lahir 6 Juni. Tahunnya tidak jelas seperti tahun 97, tapi ini ada keanehannya.
Dari kedua data ini yang berbeda adalah bulan kelahiran. Di TDP Solo Open dicatat dengan tulisan tangan bulan 6 atau Juni sedangkan copy aktenya bulan 9 atau September. Tetapi dalam laporan TDP Solo Open tahun 2007 yang bersangkutan ikut terdaftar di KU 14 tahun, dan dicatat tanggal 6 September 1997.
Ini memang suatu kejanggalan yang terjadi. Andaikan bisa menemukan copy akte lainnya maka tentunya bisa langsung disebar luaskan permainannya. Kecurigaan so pasti ada. Apakah bisa terjadi salah tulis bulan kelahirannya ? Ini juga suatu pertanyaan.

Harapan saya kepada siapa lagi.Setahu saya ada satu forum yang mengatasnamakan Forum Komunikasi Orangtua Petenis Indonesia yang kalau tidak salah idea munculnya gagasan ini justri di Cilacap. Nah ini dia, kenapa Forkopi ini tidak disuruh kerja untuk mengusut masalah ini. kenapa harus Pelti. Lebih gampang telusuri ke internal baru keluarnya. Silahkan peduli !

Sudut Pandang Pria dan Wanita

Jakarta, 27 April 2009. Sebagai bahan selingan terima milis dari tetangga yang perlu juga diketahui mengenai Sudut Pandang Pria dan Sudut Pandang Wanita.

Sudut Pandang Pria
WANITA MEMANG SUSAH DIBUAT "BAHAGIA" !!
Jika dikatakan cantik dikira menggoda ,
jika dibilang jelek di sangka menghina..
Bila dibilang lemah dia protes,
bila dibilang perkasa dia nangis .

Maunya emansipasi, tapi disuruh benerin genteng, nolak
(sambil ngomel masa disamakan dengan cowok)

Maunya emansipasi, tapi disuruh berdiri di bis malah cemberut
(sambil ngomel,Egois amat sih cowok ini tidak punya perasaan)

Jika di tanyakan siapa yang paling di banggakan, kebanyakan bilang Ibunya ,
tapi kenapa ya ..... lebih bangga jadi wanita karir,
padahal ibunya adalah ibu rumah tangga

Bila kesalahannya diingatkankan,
mukanya merah..
bila di ajari mukanya merah,
bila di sanjung mukanya merah
jika marah mukanya merah,kok sama
semua ? bingung !!

Di tanya ya atau tidak, jawabnya diam;
ditanya tidak atau ya, jawabnya diam;
ditanya ya atau ya, jawabnya :diam,
ditanya tidak atau tidak, jawabnya ; diam,
ketika didiamkan malah marah
(repot kita disuruh jadi dukun yang bisa nebak jawabannya).

Di bilang ceriwis marah,
dibilang berisik ngambek,
dibilang banyak mulut tersinggung,

tapi kalau dibilang S u p e l
wadow seneng banget...padahal sama saja maksudnya.
Dibilang gemuk engga senang
padahal maksud kita sehat gitu lho
dibilang kurus malah senang
padahal maksud kita "kenapa elo jadi begini !!!"

Itulah WANITA makin kita bingung makin senang DIA !

Sudut Pandang Wanita

Jika kamu memperlakukannya dengan baik, dia pikir kamu jatuh cinta
padanya..... .... Jika tidak, kamu akan dibilang sombong.

Jika kamu berpakaian bagus, dia pikir kamu sedang mencoba untuk
menggodanya. Jika tidak, dia bilang kamu kampungan.

Jika kamu berdebat dengannya, dia bilang kamu keras kepala.
Jika kamu tetap diam, dia bilang kamu nggak punya otak.

Jika kamu lebih pintar dari pada dia, dia akan kehilangan muka..
Jika dia yang lebih pintar, dia bilang dia paling hebat.

Jika kamu tidak cinta padanya, dia akan mencoba mendapatkanmu.
Jika kamu mencintainya, dia akan mencoba untuk meninggalkanmu.

Jika kamu beritahu dia masalah mu, dia bilang kamu menyusahkan.
Jika tidak, dia bilang kamu tidak mempercayai mereka.

Jika kamu cerewet pada dia, kamu dibilang seperti seorang pengasuh
baginya. Tapi jika dia yang cerewet ke kamu, itu karena dia perhatian.

Jika kamu langgar janji kamu, kamu tidak bisa dipercaya.
Jika dia yang ingkari janjinya, dia melakukannya karena terpaksa.

Jika kamu merokok, kamu adalah cewek liar !
Tapi kalo dia yang merokok, dia adalah seorang gentleman, wuiihh..!

Jika kamu menyakitinya, kamu dibilang perempuan kejam..
Tapi jika dia yang menyakitimu, itu karena kamu terlalu sensitif dan
terlalu sulit untuk dibuat bahagia !!!!!

Jika kamu mengirimkan ini pada cowok-cowok, mereka pasti bersumpah kalau
ini tidak benar. Tapi jika kamu tidak mengirimkan ini pada mereka, mereka akan bilangkamu egois.

Well.... it's true..!!!!