Sabtu, 31 Mei 2008

Panduan Pelaksanaan Turnamen Nasional yunior

31 Mei 2008. Pelaksanaan Turnamen tenis nasional kelompok yunior paling ribet karena banyaknya jenis pertandingan sehingga membutuhkan jumlah lapangan yang cukup banyak sehingga bisa terlaksana. Lebih mudah selenggarakan turnamen kelompok umum dibandingkan kelompok yunior. Kalau kelompok umum hanya mempertandingkan tunggal dan ganda sedangkan kelompok yunior mempertandingkan tunggal dan ganda dari setiap kelompok umur seperti KU 10 tahun, 12 tahun, 14 tahun, 16 tahun dan 18 tahun.
Khususnya diluar Jakarta karena kesulitan lapangan tenis yang berada dalam satu lokasi sehingga bisa dilaksanakan di 2-7 lokasi. Bisa dibayangkan tingkat kesulitannya baik sebagai penyelenggara maupun peserta apalagi orangtua yang mengantarkannya.

Oleh induk organisasi tenis yaitu PELTI dibuatkanlah panduan pelaksanaannya sbb

1. Sebagai pelaksana TDP Nasional Yunior adalah Klub, Badan Usaha maupun PELTI:

2. Setiap Pelaksana bertanggung jawab atas pengadaan tenaga pelaksana ( Panpel ) :
- Direktur Turnamen
- Sekretaris
- Bendahara
- Asisten Referee ( Chief of Umpires )
- Humas
- Tournament officials seperti petugas meja ( 4 ) , court sensus atau perlengkapan ( 4-5 ) , hospitality (1-2) , dokter (1)
- Referee sejumlah 2 (dua ) orang jika mempertandingkan KU 10,12 th dan 14,16, dan 18 tahun.
- Wasit , Linesmen
- Ballboys ( 2 setiap lapangan)

3. Setiap Pelaksana akan menanggung beban biaya dari honor 1 (satu) Referee Dan juga menanggung beban biaya 1 (satu) orang Assisten Referee . Transportasi dari tempat asal Referee ke kota tempat pertandingan akan dibebankan kepada pelaksana pertandingan..

4. Setiap Pelaksana akan menyediakan dana penyelenggaraan dengan mencari sponsor dengan imbalan penempatan iklan ditempat pertandingan , misalnya :
- Spanduk/ prisma didalam lapangan
- Judul turnamen, bisa ditempatkan di scoreboard, printed materials
- Umbul-Umbul
- Giant Banner etc

5. Setiap pelaksana akan menyediakan akomodasi dari petugas Referee dan Assisten Referee yang ditunjuk oleh PP PELTI.

6. Setiap pelaksana akan menyediakan hadiah kepada pemenang yang terdiri dari Juara, Runner Up dan Semifinalis dalam bentuk barang yang nilainya tidak boleh lebih dari Rp. 5.000.000. Tidak diperkenankan memberikan UANG kepada pemenang.


7. JENIS PERTANDINGAN
Turnamen mempertandingkan TUNGGAL dan GANDA Putra dan Putri
Untuk Kelompok Umur 14 tahun, 16 tahun dan 18 tahun. Bisa juga ditambah dengan Kelompok Umur 10 tahun dan 12 tahun.

8. DRAWS
Singles - 32 - 64 peserta Babak Utama.
- max. 32-64 peserta Babak Kualifikasi
Doubles - 16 - 32 pasang peserta Babak Utama
- max. 16-32 pasang peserta Babak Kualifikasi.
9. WAKTU
a. Babak Kualifikasi mulai Minggu dan Senin

b. Untuk Babak Utama Singles maupun Doubles events mulai Selasa – Minggu.

c. Pembukaan bisa dimulai hari Minggu pukul 09.00 waktu setempat atau Senin malam dalam acara welcome party (kalau diadakan).

d. Babak Kualifikasi hanya 2 (dua) hari, sedangkan Babak Utama untuk Draw 32 adalah minimal 5 hari

10. LAPANGAN

Fasilitas disetiap tempat pertandingan, mempunyai jumlah lapangan untuk setiap kelompok umur adalah 2-4 dengan permukaan yang sama untuk seluruh waktu pertandingan. Jumlah ini tergantung dari jumlah peserta yang mendaftarkan.

11. PETUGAS LAPANGAN

a. Referee dan Assisten Referee ditunjuk oleh PP PELTI
b. Wasit dibutuhkan sejumlah 1,5-2 kali jumlah lapangan.
c. Sebelum kegiatan bisa dilakukan penataran wasit oleh PP PELTI dengan mengundang calon calon wasit yang akan bertugas di TDP tersebut.
d. Wasit yang bertugas adalah Wasit hasil penataran wasit sebelumnya.
e. Wasit Garis yang dibutuhkan diprioritaskan untuk Wasit Daerah.
f. Pemungut Bola ( Ball Kids ), paling sedikit 2 (dua) pemungut bola disediakan disetiap pertandingan.

12. ORGANISASI PENYELENGGARA

a. Direktur Turnamen
Selaku penyelenggara menunjuk seorang Direktur Turnamen yang akan bertanggung jawab penyelenggaraan turnamen kecuali persoalan tehnis yang merupakan tanggung jawab Referee.

Direktur Turnamen bukan seorang Referee maupun Assisten Referee dan diharuskan berada ditempat pertandingan selama turnamen berlangsung dan siap untuk menanggulangi segala persoalan yang berhubungan dengan pemain, petugas lapangan dan media massa.

Direktur Turnamen yang bertanggung jawab pula mengenai publikasi turnamen melalui media massa. Publikasi melalui media elektronika (TV) yang diharapkan sebagai berikut :
- Liputan pertandingan setiap hari untuk acara Warta Berita
- Rekaman atau siaran langsung Babak Final.
Direktur Turnamen menyiapkan semua informasi yang dibutuhkan oleh
Peserta dalam satu map dan diserahkan saat pemain check in di hotel :
- fact sheet
- nomer tilpon panpel seperti direktur turnamen, referee, dokter,
petugas hospitality
- alamat rumah sakit, super market
- tempat2 wisata
- nomer tilpon taxi

b. Hospitality
Setiap penyelenggara memilih Official Hotel dengan harga khusus dan petugas Referee akan menginap di official hotel tersebut.. Seorang petugas hospitality akan bertugas membantu pemain dalam hubungan dengan pemesanan pesawat terbang dalam rencana penerbangan selanjutnya, transportasi dll.
Untuk TDP Kelompok Yunior bisa saja menggunakan beberapa hotel yang murah sehingga memudahkan peserta dari luar kota.

c. Transportasi (bukan keharusan)
Panpel bisa menyediakan transportasi dari Hotel ke lapangan , dapat berupa Shuttle Bus untuk pemain dan petugas pertandingan. Untuk meringankan penyelenggara bisa kerjasama dengan Official Hotel agar menyediakan transportasi ke lapangan dan juga ke dan atau ke airport.

d. Dokter , Masseur
Kewajiban pelaksana menyediakan seorang tenaga medis bisa Dokter di tempat pertandingan


e. Publikasi
1. Direktur Turnamen menunjuk petugas Humas akan mengatur pertemuan (Press conference) dengan Mass Media sebelum dan selama dan sesudah pertandingan.
2. Promosi melalui mass media sangat penting demi kemajuan dunia tenis dimasa mendatang sehingga mudah mendapat sponsor sponsor untuk kegiatan yang akan datang.
3. Petugas Humas akan membantu Direktur Turnamen dalam rangka Public Relations campaign dari turnamen. Kliping pemberitaan melalui media massa dikumpulkan untuk dikirimkan dalam laporan ke PP Pelti, ITF.
4. Petugas Humas akan mengumpulkan pula hasil foto sebagai dokumentasi turnamen untuk dikirimkan ke PP Pelti, maupun rekaman video Televisi.
5. Direktur Turnamen akan memberitahukan ke Media Massa (media cetak dan elektronik) tentang rencana pertandingan sehingga turnamen ini bisa diliput oleh media massa.

f. Pemasangan Senar Raket
1. Ditempat pertandingan disediakan tenaga beserta mesin pemasangan senar raket.
2. Alat pemasangan senar raket ini bisa dicarikan kepada sponsor alat olahraga atau toko olahraga. Biasanya pemain membawa sendiri senarnya sehingga setiap pemain bisa dikenakan beaya pemasangan senar ( Rp. 10.000 – 20.000)

g. Air Minum, Handuk Pemain
1. Air minum untuk pemain harus tersedia didalam lapangan selama pertandingan. Bisa dalam bentuk penempatan disepenser dengan glas plastik atau dalam bentuk dalam kemasan botol 600 ml disimpan dalam cool box yg disediakan disetiap lapangan.
2. Bukan suatu keharusan untuk menyediakan Handuk untuk pemain tetapi jikalau bisa disediakan Handuk untuk pemain yang harus dikembalikan, akan lebih baik lagi. Bisa kerjasama dengan Official hotel dasn bisa dipertanggung jawabkan oleh Panpel .

h. Kantor Panpel
Setiap Panpel memiliki kantor tempat bekerja . Demikian pula untuk Referee , disediakan ruangan khusus (kalau bisa dengan AC) di tempat pertandingan. Fasilitas diruangan kerja tsb tersedia jaringan tilpon, internet, foto copy. Referee akan menggunakan internet untuk laporan setiap harinya ke PP Pelti.
Ditempat pertandingan juga disediakan ruangan untuk pemain yang dekat dengan toilet untuk pemain. Untuk pemain bisa disediakan juga fasilitas telpon, dimana bisa dibebankan kepada peserta. Alangkah baiknya bekerjasama dengan TELKOM

i. Petugas Perlengkapan ( Court Sensus )
Ditunjuk seorang koordinator Petugas Perlengkapan lapangan yang akan bertanggung jawab tentang perlengkapan lapangan ( net, single stick, dispenser air minum, air minum ) dan peragaan peragaan advertensi sponsor didalam lapangan. Petugas court sensus sebelum pertandingan dimulai setiap harinya sudah menyiapkan perlengkapan minum didalam lapangan dan kelengkapan dari iklan sponsor didalam lapangan.

j. Staff Turnamen
Pelaksana pertandingan menyediakan staf (1-2 tournament desk) untuk membantu Referee. Staff turnamen tersebut akan menyiapkan hasil hasil pertandingan, order of play yang akan diberikan kepada media massa, official hotel untuk ditempatkan dalam papan pengumuman ditempat pertandingan dan official hotel. Staf turnamen ini akan menyiapkan nama nama pemain yang akan ditempatkan di scoring board dilapangan pertandingan Demikian pula peminjaman bola untuk latihan pemain. Bola latihan (practice) mulai disediakan sehari sebelum kualifikasi dalam bentuk bola bekas.

k. Laporan :
Referee akan membuat laporan ke PP PELTI setiap hari melalui internet sampai selesai pertandingan.
Direktur Turnamen akan membuat laporan ke PP Pelti secara keseluruhan dan dilengkapi dengan hasil hasil pertandingan , klipping Koran maupun rekaman video liputan TV.

Dengan adanya pedoman pelaksanaan ini maka diharapkan setiap pelaksana TDP sudah harus mengerti cara mengorganiser kegiatan turnamen nasional.

Tetapi yang menjadi pertanyaan sekarang besarnya beaya pelaksana TDP Yunior seperti selama ini setelah ditelusuri budget yang dikeluarkan mayoritas itu di hadiah. Pengamatan selama ini karena memberikan hadiah dalam bentuk hadiah UANG yang sebenarnya dilarang membuat beaya TDP yunior sangat besar sekali. Bahkan ada yang membuat budget disektor hadiah sampai dengan Rp. 100 juta. Sebenarnya kalau lebih teliti dengan dana sebesar Rp. 50 juta sudah cukup bisa menggelat turnamen nasional yunior. Begitu pula dengan beaya tenaga pelaksana seperti Wasit, Linesmen, Ballboys bahkan Panpel sekalipun. Jika ini semua pihak menyadari kepentingan atlet maka sebenarnya bisa dilakukan penguranagn beaya dari sektor2 yang tidak penting.

Jumat, 30 Mei 2008

Evaluasi Coaching Clinic di Pekanbaru

30 Mei 2008. Ikuti salah satu program coaching clinic di Pekanbaru selama 2 hari, sehingga merasa perlu dievaluasi agar kedepan bisa lebih bermanfaat bagi tenis Indonesia. Hanya saja kebetulan pelatih yang membawakannya masih keluarga sendiri yaitu adik, Alfred Henry Raturandang sehingga anggapan semua pihak kurang tepat, tetapi demi kepentingan semua pihak , maka tetap dicoba untuk mengevaluasi sehingga bisa berguna kedepan. Tetapi terlepas dari hubungan kekeluargaan, tidak segan segan untuk mendiskusikan permasalahan selama melaksanakan coaching clinic tersebut. Dan Alfred sendiri setelah selesai memberikan coaching clinic disaat akhir berdiskusi mengenai tehnis pelaksanaannya.
Selama ini sudah beberapa kali melihat acara coaching clinic dilakukan didaerah daerah oleh pelatih pelatih lainnya sehingga dianggap perlu juga memberikan evaluasi terhadap pelaksanaannya.

Hal yang positif dilihat sewaktu di Pekanbaru adalah diawal pelaksanaan selalu memperkenalkan dirinya karena banyak peserta coaching clinic yang terdiri dari petenis , pelatih dan juga orangtua yang ingin mendengar tetapi diberi kesempatan untuk bertanya. Hal ini dilakukan oleh Alfred Henry Raturandang selama dua hari.
Setelah itu diberikan penjelasan didepan papan tulis masalah yang akan dibahas atau dilatih. Kelihatan disini, Alfred mau mencoba agar setiap petenis dalam melakukan tugasnya dalam latihan maupun pertandingan adalah daya pikir atau menggunakan otaknya sebelum bertindak.

Ditekankan kalau sebelum memukul bola datang maka sudah harus memutuskan apa yang akan dilakukan. Jadi disini bukannya dilatih tehnik pukulannya. Apakah mau pukulan attack (menyerang) atau mau defence (bertahan) atau mau adu rally. Demikian pula diterangkan 3 timing bola yang akan dipukul yaitu baru mantul (on the rise) atau bola posisi diatas ( top) atau posisi bola sudah dibawah. Begitu juga apa yang dilakukan kalau bola berada dalam posisi-posisi tersebut. Apa yang harus dilakukan jika on the rise, begitu juga on the top maupun bola dibawah. Intinya tergantung datangnya bola ( on coming ball) sehingga langsung memutuskan apa yang harus dilakukan kedepan.

Setelah itu langsung diterapkan didalam lapangan. Mulai dilatih cara berpikir. Latihan berpikir seperti ini sangat bermanfaat bagi atlet sendiri, karena kalau sudah dilapangan , pelatih tidak bisa ikut campur bahkan bisa kena penalty oleh wasit atau Referee. Setiap pemain diminta berteriak dulu sewaktu bola datang, apa yang akan dilakukan, apakah itu mau attck atau defence dan rally.

Awalnya petenis masih ada keragu raguan terhadap cara demikian tetapi lama lama bisa berubah dan kelihatan semua peserta cukup tertarik dan puas, walaupun hanya dua hari yang masih terasa kurang waktunya.

Hasil pengamatan August Ferry Raturandang terhadap pelaksanaan coaching clinic tersebut langsung disampaikan kepada Alfred Henry Raturandang adalah sering sekali menggunakan istilah Inggris (kuatir kurang familiar bagi peserta). Maksud dari Alfred sendiri kalau sering menggunakan bahasa asing ada alasannya yaitu karena tenis ini sudah internasional maka setiap petenis sudah harus mengerti istilah asing dipertenisan. Dalam presentasi boleh gunakan bahasa Inggris tetapi sewaktu menerangkan cukup gunakan bahasa Indonesia. Sebagai contoh dikatakan bounce, cukup katakan memantul. Memang harus diakui kalau di tenis banyak istilah yang sulit diterjemahkan dan lebih mudah dimengerti atlet dalam bahasa Inggris, seperti alley, approcah shot, pukulan down the line, backhand, forehand dll.

Disamping itu peserta coaching clinic dalam 2 hari tidak tetap, ada yang ikuti hanya dihari pertama atau kedua saja. Disamping itu butuh asisten pelatih mendampingi Alfred Henry Raturandang sewaktu menerapkan teori tersebut. Memang ada pelatih lokal yang ikut tetapi tentunya kualitasnya berbeda. Bisa dilihat sewaktu melempar bola sudah banyak yang salah karena terlalu dekat ataupun terlalu jauh.

Hasil yang lain yang pasti adalah suara Alfred Henry Raturandang hampir hilang karena seringnya berteriak teriak didalam lapangan walaupun sudah dibantu dengan mikrofon yang suka hilang hilang suaranya.

Diakhir coaching clinic diberi kesempatan bertanya kepada orangtua yang ikut mendengarkan dan August Ferry Raturandang membantu menjawab soal soal diluar kepelatihan seperti mengenai kekurangan turnamen didaerah, peringkat nasional ataupun masalah tidak adanya petenis nasional yang bisa menembus 100 besar dunia (senior). Langsung hal ini dimanfaatkan agar daerah lebih sering selenggarakan turnamen Persami (Pertandingan Santu Minggu). Selaku pelaku pelaku tenis dimanapun sebaiknya lepaskan diri ketergantungan terhadap induk organisasi (Pelti). " Apa yang Anda bisa Berikan kepada Tenis, itu yang lebih penting, karena Pelti selaku fasilitator, regulator bukannya eksekutor."

Upaya Pengprov Pelti Riau mengundang pelatih pelatih dari berbagai Pengkot atau Pengkab Pelti se Riau kelihatannya masih kurang dapat respons. Hal ini terlihat dari peserta pelatih yang datang mengikuti undangan Pengprov Pelti Riau. Hal ini ditanggapi oleh August Ferry Raturandang agar tidak terlalu pesimis. Tetap konsisten dengan mengundang setiap kegiatan kegiatan tenis dilakukan oleh PengProv Pelti Riau dengan melibatkan Pengkot/Pengkab Pelti maupun klub klub tenis yang banyak berada dibumi Lancang Kuning yang cukup kaya. Momen yang tepat digunakan agar tenis di Riau bisa bangkit karena menghadapi Pekan Olahraga Nasional XVIII 2012, Riau sebagai tuan rumah.
Ada kekeliruan kecil yang tidak disadari dalam penulisan di spanduk yang terpasang dilapangan. Yaitu coaching clinic tertulis cauching clinic, begitu juga PON XXIII seharusnya PON XVIII. Tidak semua pihak yang membacanya, hanya kebetulan keisengan August Ferry Raturandang yang membacanya. Yang penting tidak mengganggu pelaksanaan program secara keseluruhan.

Bagaimana Caranya Dapat KTA PELTI

30 Mei 2008 Diacara coaching clinic dilapangan tenis De Es Ka Pekanbaru muncul pertanyaan pertanyaan yang dilontarkan oleh salah satu pelatih atau orangtua maupu petenis Riau. Salah satunya mengenai adanya Kartu Tanda Anggota (KTA) Pelti yang akan diberlakukan dipendaftaran turnamen nasional atau TDP (Turnamen Diakui Pelti).

August Ferry Raturandang langsung menjelaskan kalau diketentuan TDP disebutkan salah satu persyaratan untuk bisa diterima ikut serta di TDP adalah Kartu Tanda Anggota Pelti. Bagaimana caranya mendapatkan KTA tersebut.? Caranya, mengisi formulir KTA yang disediakan oleh PELTI melalui Pengprov Pelti dan Penkot/Pengkab Pelti. Diisi dengan melampirkan copy Akte Kelahiran dan 2 foto 2x3. Formulir tersebut bisa diminta ke PengProv Pelti Riau, yang saat ini belum menerimanya dari PP Pelti.
Tahun 2008 dilakukan pendaftaran KTA disetiap TDP sehingga untuk tahun 2009 sudah bisa diberlakukan dengan ketat. Saat ini belum dipungut bayaran, tetapi tahun 2009 akan dipungut bayaran.

Kenapa Petenis Indonesia tidak bisa menembus peringkat dunia 100 besar ?

Oleh August Ferry Raturandang dijelaskan kalau mau mempunyai peringkat baik nasional maupun dunia, maka caranya nomer satu adalah mengikuti turnamen nasional (PNP) atau internasional. Jika tidak pernah ikuti turnamen , tidak akan memiliki peringkat.
Jadi kalau petenis Indonesia belum bisa menembus peringkat 100 besar dunia, maka disebebkan karena tidak mengikuti turnamen internasional. Makin banyak ikuti turnamen maka kemungkinan mendapatkan peringkat lebih besar dibandingkan tidak sama sekali. Tetapi harus diakui kalau kualitas petenis Indonesia masih belum bisa mengalahkan petenis luar. Buktinya saat ini disetiap turnamen internasional belum ada petenis tuan rumah keluar sebagai juara. Tapi tentunya dimasa mendatang diharapkan bisa muncul kembali, asalkan petenis tuan rumah tetap berlatih dengan tekun.

Kamis, 29 Mei 2008

Hidup Yang Dapat Dijelaskan Dalam Satu Kalimat

29 Mei 2008 . Seluruh petenis didunia akan mengenal nama petenis kulit hitam asal Amerika Serikat. Petenis tersebut bernama Arthur Ashe, adalah pemain legendaris Tenis Wimbledon, yang meninggal karena AIDS akibat transfusi darah yang diterima saat operasi jantung pada 1983.

Pada suatu kali, ia menerima sebuah surat dari penggemarnya yang bertanya,
"Mengapa Allah memilih Anda untuk menerima penyakit buruk itu."
Arthur menjawab...
Ada 50 puluh juta anak yang memulai untuk bermain tenis di seluruh dunia...
namun... hanya 5 juta saja yang telah belajar untuk bermain tenis...
Ada 500,000 orang yang belajar bermain tenis secara profesional. ..
di antara mereka, terdapat 50,000 yang siap mengikuti turnamen
yang diadakan setiap waktu...
Ada 5000 petenis yang berhasil mengikuti turnamen grand slam...
Ada 50 petenis mengikuti turnamen Wimbledon...
tapi... hanya 4 petenis yang berhasil mencapai semi final...
lalu 2 petenis berhasil bertanding final...
Namun... hanya saya yang berhasil memenangkan piala...
Ketika memegang piala di tangan...
saya tidak bertanya kepada Allah
"Mengapa Saya?"...
Hari ini...
saya tidak bertanya kepada Allah saat saya sakit,
"Mengapa Saya?"

Kebahagiaan. .. hanya akan menjaga Anda bersikap manis...
Tantangan... menjaga Anda tetap kuat...
Dukacita... menjaga Anda tetap manusiawi...
Kegagalan... membuat Anda rendah hati...
Kesuksesan.. . membuat Anda bersemangat. .
tetapi hanya sikap dan kesetiaan akan menjaga Anda untuk tetap maju...

Rabu, 28 Mei 2008

Kata Kata Negatif dan Kata Kata Positif

28 Mei 2008. Didunia pertenisan Indonesia sering sekali keluar kata2 negatif baik dilapangan tenis ataupun diluar. Begitu juga setelah baca komentar yang dikeluarkan oleh masyarakat tenis yang kelihatannya elit tetapi terwujudkan dengan kata2 negatif, maka perlu juga dicermati dalam tulisan dibawah ini.
Sebaiknya kita semua mulai mengendalikan Kata-kata yang keluar dari mulut kita dengan Kata-Kata yang Positif dan Baik. Setelah mendengarkan info tentang pengaruh Kata-Kata Negatif terhadap Airy ang ditulis dalam buku " The Hidden Messages in Water " karya Masaru Emotodan pada halaman 31 buku tersebut disebutkan tentang banyaknya orang yg melakukan percobaan, maka coba lakukan percobaan sbb:

1. Tempatkan Nasi sisa yg sdh didiamkan semalaman kedalam 2 toplesdgn jumlah yg sama, kemudian ditutup rapat.

2. Masing-masing toples di tempelin label yg berisi kata2 sbb:
Toples A : " Kamu Pintar, Cerdas, Cantik, Baik, Rajin, Sabar, Aku Sayang Padamu, Aku Senang Sekali Melihatmu, Aku Ingin Selalu di dekatmu, ILOVE YOU, Terima Kasih.
Toples B : " Kamu Bodoh, Goblok, Jelek, Jahat, Malas, Pemarah, Aku Benci Melihatmu, Aku Sebel Tidak mau dekat dekat kamu "

Botol 2 ini diletakkan terpisah dan pada tempat yg sering dilihat, pesan pada istri atau suami, anak, dan pembantu untuk membaca label pada botol tersebut setiap kali melihat botol2 tersebut.

Dan inilah yang terjadi pada nasi tersebut setelah 1 minggu kemudian :

Nasi dalam botol yg di bacakan kata-kata Negatif ternyata cepat sekali berubah menjadi busuk dan berwarna hitam dgn bau yg tidak sedap. Sedangkan Nasi dalam botol yg di bacakan kata-kata Positif masih berwarna putih kekuningan dan baunya harum seperti ragi.

Nah Silahkan teman-teman mencobanya sendiri. Kalau di buku di katakan ada yg mencoba dgn tiga botol dimana botol ketiga tidak di beri label apa2 alias diabaikan / tidak diperdulikan, dan ternyata beras dlm botol yg diabaikan membusuk jauh lebih cepat dibandingkan botol yg dipapar kata " Kamu Bodoh".

Bayangkan apa yang akan terjadi dengan anak-anak kita, pasangan hidup kita, rekan-rekan kerja kita, dan orang-orang disekeliling kita, bahkan binatang dan tumbuhan disekeliling kita pun akan merasakan efek yang ditimbulkan dari getaran-getaran yg berasal dari pikiran, dan ucapan yang kitalontarkan setiap saat kepada mereka.Maka sebaiknya selalulah sadar dan bijaksana dalam memillih kata-kata ygakan keluar dari mulut kita, demikian juga kendalikanlah pikiran-pikiran ygtimbul dalam batin kita. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua.

Riau Akan Bangkit

28 Mei 2008. Memasuki kota Pekanbaru hari ini diiringi dengan sepenuh harapan. Begitulah kiranya keinginan August Ferry Raturandang dalam memenuhi undangan Pengprov Pelti Riau dalam rangka pelantikan Pengprov Pelti Riau 2080-2013.
Beberapa tahun silam kedatangan terakhir kekota Pekanbaru dalam rangka peresmian lapangan indoor di Pekanbaru yang bentuknya cukup unik dan tidak pernah ada diseluruh dunia. Kenapa dikatakan unik, karena tingginya atap yang melengkung itu sangat tinggi yatu 19 meter .
Kenapa bisa demikian. Ternyata keinginan sponsor yang mempunyai kebiasaan bermain tenis dengan bola bola lob yang tinggi.

Sewaktu peresmian itu August Ferry Raturandang sempat menyampaikan kepada rekan di Pekanbaru kalau atapnya ini tidak akan bertahan lama. Karenasangat tinggi maka akan jadi makanan empuk angina yang cukup kencang. Memang benar ternyata dugaan itu terjadi. Atapnya mulai rudak. Awalnya tali penahannya putus, kemudian sekarang terlihat mulai banyak robek2 sehingga kalau hujan akan bocor.

Melihat cukup banyak anggota kepengurusan Pengprov Pelti Riau maka diharapkan sekali Riau bisa memanfaatkan momen penting karena Riau akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional XVIII tahun 2012.
Diawali dengan pengiriman tim tenis ke PON XVII 2008 di Kaltim dengan petenis yunior dan hari ini acara coaching clinic dilakukan oleh Alfred Raturandang terhadap tim PON XVII, kemudian dengan semangat tinggi anggota kepengurusan mendatang maka sikap optimis ini sudah harus diterima. Begitu pula keinginan Riau sebagai tempat sentra pembinaan tenis di Sumatra akan membuka peluang kemajuan tenis didaratan Riau yang tidak terlihat kena dampak kenaikan BBM
Undangan dari Temanggung.
Keinginan pelatih Edi Wibowo untuk menghadirkan August Ferry Raturandang ke Temanggung masih belum bisa terealiser. Keinginan ini sudah disampaikan bulan lalu. Edi Wibowo berkeinginan agar August Ferry Raturandnag bisa bertemu dengan anggota Pengkab Pelti Temanggung sehingga dimasa mendatang dikota Temanggung ada TDP Yunior.
Belum bisa hadirnya disebabkan padatnya acara August Ferry Raturandang.

Tenis berasal dari Keluarga

28 Mei 2008. Petenis berasal dari keluarga tenis bukan hal yang aneh. Baik diluar negeri mauoun di Indonesia. Terlihat juga disetiap turnamen adanya kakak beradik aktip bertanding, bahkan ada yang kembar.
Disamping itu banyak mantan petenis yang bisa meneruskan putra atau putrinya meneruskan prestasi yang dilakukan oleh orangtuanya.
Teringat rekan rekan kakak beradik semasa remaja aktip berlaga disetiap turnamen nasional yang sekarang disebut TDP atau Turnamen Diakui Pelti. Sebagai contoh kakak beradik dari Semarang Meiske Handayani, Siem Hwie Liang (Adrian), Siem Djing San (Adrianto alm). Kemudian dari Medan ada Ronny Paslah dan Johnny Paslah, dari Jakarta Diko Moerdono dan Yonto Moerdono (Soebronto Laras). Dari Surabaya, Danny Walla, Emric Walla dan Willy Walla, Johnny Wullur dan Jacky Wullur, dari Bandung Sie Nie Sie dan Sie Hok Bing.
Aga Soemarno dan Tanya Soemarno dari Jakarta bersama Irawati Moerid, Solihati Moerid dan Lamsriati Moerid
Setelah berakhir masa remaja, ternyata banyak juga yang meneruskan kepada putra dan putrinya yang akhirnya bisa menembus level nasional. Seperti Jolanda Soemarno dengan putra dan putrinya yaitu Aga Soemarno dan Tanya Soemarno. Kemudian Alfred Raturandang jeoada Andrian Raturandang
Ada yang unik yaitu kedudukan dalam kepengurusan Pelti baik ditingkat cabang, daerah mauoun pusat ternyata banyak juga yang duduk dalam kepengurusan Pelti yaitu suami istri, kaka beradik, ayah/ibu dan anak.
Dalam catatan tenis, dimasa kepengurusan PB Pelti periode Ketua Umum Sekjen dan Diko Moerdono Wakil Ketua Bidang Pembinaan Senior, August Ferry Raturandang Wakil Sekjen dan Alfred Raturandang Komite Kepelatihan. Kemudian Suami istri adalah Shinta Widjaja Kamdani dan Irwan Kamdani, dan Ibu dan Anak adalah Martina Widjaja dengan Shinta Widjaja Kamdani, Jolanda Soemarno Komite Veteran dan Aga Soemarno.

Bagaimana dengan PP Pelti 2007-2012 ?
Masih ada Soebronto Laras dan Diko Moerdono, kemudian August Ferry Raturandang dengan Alfred Henry Raturandang. Diono Nurjadin selaku Bendahara dan I Nurjadin di Komite Promosi. Ibu dan Anak yaitu Martina Widjaja dengan Shinta Widjaja Kamdani. Begitu juga suami istri Tintus Arianto Wibowo dengan Suzanna Anggakusuma didalam kepengurusan.
Ini ciri ciri khas dari setiap kepengurusan yang masing masing sangat peduli atas tenis.

Senin, 26 Mei 2008

Melatih MENTAL Petenis Pemula

26 Mei 2008. MENTAL, yang sering didengar disampaikan baik orangtua maupun pelatih melihat hasil permainan putra/putri maupun anak didiknya. Tetapi tanpa disadari bagaimana harus melatihnya. Bukan hanya disaat mempersiapkan diri atlet mengahadpi suatu turnamen. Harus diketahui kalau masalah Mental itu itu sangat penting sekali. Didalam suatu pertandingan tingkat profesional masalah mental peranannya 95 %, sudah bukan tehnik lagi. Apalagi jika sudah menghadapi pemain yang mempunyai kemampuan se level. Hasil pertandingan sering kali ditentukan oleh faktor mental seperti konsentrasi, kepercayaan diri, semangat bersaing. Atlet atlet dunia dapat bermain dengan menggunakan seluruh atau hampir semau kemampuannya secara konsisten, apalagi mengahadpi tekanan dalam pertandingan yang penting, memiliki kemampuan yang dikenal sebagai "mental toughness " atau ketangguhan mental atau mental yang tak mudah digoyahkan.

Dibutuhkan waktu bertahun tahun mengembangkan kekuatan mental sehingga bisa menghadapi tantangan dan tuntutan dalam tenis kelas dunia. Latihan ketrampilan/kekuatan mental sama halnya dengan belajar ketrampilan/kekuatan fisik dan teknik. Proses mengembangkan dengan ketangguhan mental sangat penting dan sebaiknya dimulai saat dimana anak anak mulai mengenal tenis.
Perilaku orang dewasa ( pelatih, orangtua) memegang peranan utama yang dapat mempengaruhi watak psikologi positif yang diserap diusia dini.

Perans erta dapat mempengaruhi perkembangan psikologi petenis muda secara positif maupun negatif tergantung pada kualitas dari programnya. Tugas pelatih untuk menyusun , mengembangkan dan mengimplementasikan beberapa strategi pelatihan yang spesifik untuk perkembangan psikologi positip.

Di tingkat pemula, penekanan seharusnya ditempatkan pada dimulainya membentuk petenis anak anak agar memiliki kepercayaan diri, keahlian memimpin dan semangat bersaing, disamping meningkatkan deidkasi/leseriusan bermain tenis.

Dedikiasi
Dedikasi atau keseriusan dapat didefinisikan sebagai tingkat motivasi dan usaha yang ditujukan terhadap aktivitas tenis. Setelah beberpa tahun kemudian ada kemungkinan akan memasuki tahap berlatih dan berkompetisi kebih dari 20 jam perminggu, atau kemungkinan dedikasi penuh sebagai karir dalam tenis. Tujuan dari dedikasi pada awalnya diarahkan agar melibatkan anak anak dan mudah mudahan menyukai tenis dan olahraga.

Semangat bersaing
Ciri cirinya dapat diartikan sebagai kemauan untuk bersaing dan menunjukan kemampuannya pada saat menghadapi situasi bersaing. alaupun hasil pertandingan resmi tingkat usia dibawah 11 tahun tidak seharusnya ditekankan, bagaimana anak anak menghadapi kompetisi dikemudian hari sering kali ditentukan pada perkembangannya ditingkat ini.

Kepercayaan diri
Cara anak anak melihat dan melakukan evaluasi terhadap diri sendiri adalah salah satu faktor paling penting yang akan menentukan pilihan aktivitas mereka dan tingkat motivasi untuk berpartisipasi dalam aktivitas tersebut. Tingkat kepercayaan diri anak anak dalam olahraga akan menentukan seberapa besar kemauan/usaha dan ketekunan yang mereka usahakan pada saat menghadapi kesulitan. Kepercayaan diri yang tinggi dalam tenis akan berpengaruh pada harga diri anak secara menyeluruh. Mak dari itu melakukan penekanan mengembangkan pemain tenis sebagai atlet dan manusia sangat penting.

Perilaku kepercayaan diri yang rendah , termasuk:
- menjauhi aktivitas
- mudah menyerah saat mempelajari hal hal baru
- saat berlatih dan bertanding usahanya sangat minim
- membuat tujuan/sasaran yang tidak masuk akal karena terlalu tinggi
- menghubungkan sukses dengankeberuntungan dan kegagalan dengan kurang mahir
- menggunakan siasat/strategi agar tidak kalah/gagal ( membuat alasan, tidak enak badan dll)

Kepemimpinan
Sebagai pelatih sangat penting memberikan tanggung jawab secara rutin (contoh memimpin grup pada saat pemanasan, memberikan contoh kepada grup). Dengan memberikan mereka melakukan tugas memimpin , pemain akan merasa mandiri dan bertanggung jawab yang akan meningkatkan kepercayaan dirinya.

Rekomendasi untuk pelatih tenis
Berdasarkan penelitian dari berbagai macam strategi melatih yang dapat diterapkan oleh pelatih agar menjamin perkembangan atletnya kedepan atas dedikasi, semangat bersaing, kepercayaan diri dan kepemimpian adalah sebagai berikut :


1. Meningkatkan kepercayaan diri
2. Memberikan tantangan yang optimal
3. Memastikan sukses
4. Meningkatkan perasaan bahwa dirinya yang mengendalikan
5. Memberikan masukan positif
6. Tingkatkan motivasi atas kemauan sendiri
7. Tingkatkan kesenangan dan kurangi kecemasan atau rasa takut
8. Bertanya secara efektif
9. Mengatasi kelakuan buruk dengan benar

Filsafat mengembangkan Persaingan yang sehat
Pelatih dan Orangtua disarankan mencoba untuk mengambil langkah langkah yang masuk akal (sensible) terhadap kompetisi, mengingat dua kata kunci : Pandangan/Perspektif dan Keseimbangan.
Pandangan positif yang berhubungan dengan kompetisi, dimana seharusnya orangtua dan pelatih melakukan penekanan agar dapat memelihara keseimbangan sifat terhadap kompetisi pada petenis muda.
Kompetisi bukan dinilai dari menang atau kalah, sedangkan menang atau kalah adalah hasil dari kompetisi. Dalam tenis, pertandingan adalah acara yang dirancang untuk membandingkan kemampuan. Junior tenis adalah saatnya untuk belajar dan berkembang. Saat bertanding jangan pikirkan hasilnya.