Jakarta, 29 September 2009. Ditariknya turnamen ITF Junior dari kota Solo merupakan tanda tanya besar, khususnya bagi media massa kota Solo. Hari ini saya terima telpon dari wartawan Kompas Solo dan Solopos menyanyakan hal ini.
Memang selama ini dikota Solo ada 2 kegiatan turnamen internasional yaitu Solo Women Open ( $ 10,000 ) dan ITF Solo Junior Open, yang sudah berlangsung beberapa tahun.
Selama ini telah ada komunikasi antara PP Pelti dengan pelaksana turnamen, dimana pelaksana telah menjalin kerjasama dengan sponsor , salah satunya adalah Pemkot Solo selaku penyandang dana terbesar atau kata lain sebagai sponsor utama.
Saya sendiri diminta oleh kedua wartawan tersebut alasan PP Pelti menarik dimana mereka mencoba memancing dari saya alasan tersebut adalah masalah utang dari penyelenggara kepada pihak ketiga. "Apakah karena meninggalkan utang ?" Sayapun mengatakan alasan sebenarnya adalah penyelenggara belum menjalankan kewajibannya saja.
Untuk sdikit menghibur mereka maka saya katakan kalau untuk ITF Junior Solo Open ( 16 Nop 2009) sudah ditarik ke Jakarta dan sudah disetujui oleh ITF. Jadi sudah tidak mungkin untuk kembali ke Solo turnamen ITF Junior tanggal 16 Nopember 2009 tersebut.
Tidak tertutup kemungkinan dilaksanakan tahun depan, jika penyelenggara menjalankan kewajibannya tersebut dengan secepatnya sesuai harapan kita selama ini.
Mereka juga bertanya apakah tahun 2010 Solo Women's Circuit itu ditarik juga oleh PP Pelti , tetapi saya katakan selama penyelenggara belum bisa menyelesaikan kewajibannya maka jawabannya so pasti iya.
Masuk akal juga bagi masyarakat tenis di Solo merasa dirugikan. "Saya merasa rugi karena saya tidak bisa meliputnya." ujar salah satu wartawan tersebut. Masuk akal juga.
Sebagai direktur turnamen Anna Supriyadi sendiri yang sering berkomunikasi dengan Johannes Susanto Ketua Bidang Pertandingan PP Pelti, berkeinginan agar di Solo ada TDP lainnya. Dan sayapun akan membantu sesuai anjuran Johannes Susanto agar di Solo diadakan Piala FR dan RemajaTenis.
PP Pelti sendiri ditawarkan oleh ITF sebagai penyelenggara turnamen Fed Cup 2010 yang berlangsung awal Februari 2010. Diikuti oleh 16 negara terdiri dari 8 negara group 1 dan 8 negara grup 2 zone asia Oceania. Melihat persyaratannya cukup berat dibutuhkan minimal 8 lapangan tenis. Selain Jakarta kota kota lainnya yang bisa memenuhi ketentuan jumlah lapangan adalah Medan ( 10 lap), Balikpapan ( 8 lap). Tetapi persyaratan lainnya cukup berat adalah tersedianya locker room . Hanya Balikpapan yang memenuhi persyaratannya. Karena Medan lapangan ( clay court) sudah bertahun tahun belum dienovasi. Akibatnya tidak layak digunakan untuk Turnamen internasional. Belum lagi kinerja Pelti Sumut cukup menyedihkan sekali, dimana seperti anak ayam kehilangan induknya. Kalau Balikpapan dengan dipimpin oleh Susan Sobakti yang cukup aktip dan energik sanggup selenggarakannya.
Persyaratan lainnya yaitu soal wasit harus white badge officials. Balikpapan tidak memilikinya, sehingga harus mendatangkan dari pulau Jawa.
Selasa, 29 September 2009
KTA Pelti sebagai Persyaratan ikut TDP

Jakarta, 29 September 2009. Pelti selaku induk organisasi tenis di Indonesia telah memiliki ketentuan ketentuan untuk turnamen yang dikenal dengan Turnamen Diakui Pelti. Dalam perjalanannya setiap penyelenggara TDP telah mencantumkan persyaratan pesrta adalah memiliki KTA (Kartu Tanda Anggota) Pelti. Dalam kenyataan ketentuan ini hanyalah merupakan lambang saja karena tidak pernah dilaksanakan.
Meniru akan ITF dimana setiap peserta selalu diwajibkan memiliki IPIN (International Player Identification Number). Setiap peserta ITF events harus memiliki IPIN ini, jika tidak maka jangan harap bisa mengikutinya. Ini berlaku untuk turnamen yunior maupun Pro Circuit ( Men's Futures dan Womn's Circuit).
Bagaimana caranya ITF bisa mencegah pemain yang tidak memiliki IPIN tidak boleh ikut. Setiap Referee berkewajiban untuk mencegahnya, kalau tidak bisa maka ada catatan khusus sebagai Referee atau rapornya. Dan ITF akan menegur langsung Referee tersebut jika tidak sanggup menjalankan tugas tersebut. Kenapa di Indoneia tidak bisa dijalankan sepenuhnya, karena Referee nya tidak menjalankannya. Kenapa dibiarkan ? Ini masalah kontrol saja, sedangkan di Pelti ada petugasnya. Tetapi ini perlu sekali dibicarakan dalam rapat antar bidang, dan akan saya masukkan dalam agendanya.
Ketua Umum PP Pelti sendiri tahun lalu sudah meminta agar TDP tahun 2009 sudah harus menjalankannya, ternyata hasilnya belum dijalankan sepenuhnya kecuali sewaktu PON Tenis yang lalu.
Untuk itu sayapun sudah mewajibkan setiap peserta RemajaTenis-3 dan 4 diwajibkan memilikinya. Bagi yang belum punya diminta segera mengurusnya dengan cara membawa fotocopy akte kelahirannya dan foto 2x3 sejumlha 1 (satu) saja. Sayapun minta agar pendaftaran dilakukan ke PP Pelti, dan Pelti akan siapkan daftar nama2 yang sudah memiliki KTA Pelti.
Dari peserta RemajaTenis-3 tercatat 47 peserta telah memiliki KTA Pelti.Ini baru 45 %. Ini tugas Pelti agar secepatnya terealiser. Dan hanya satu yang mendaftar dengan mencantumkan no KTA , yang lainnya tidak mencantumkan KTA Peltinya, karena menurut saya , so pasti yang daftar hanyalah pelatihnya yang tidak tahu nomer KTA Pelti anak didiknya.
Selaku pembina tenis seharusnya sudah mulai membiasakan diri bagi atlet tenis yang akan ikuti turnamen, dan mengajarkan setiap atletnya mengerti akan ketentuan ketentuan tersebut. Saat ini sudah tercatat 2.000 nomer KTA yang dimiliki baik oleh atlet, pelatih maupun orangtua petenis, dan juga anggota pengurus Pelti.
Sebagai anggota pengurus Pelti nomer KTA Pelti saya adalah 003/08 Jika sebagai pengurus Pelti harus beri contoh dulu baru meminta petenis lainnya agar mengikutinya. Ada sedikit kelambatan dalam pengurusan KTA Pelti ini karena pelaksanaannya itu diserahkan kepihak ketiga dimana disebutkan Pelti mengumpulkan sampai 50 nama yang sudah mengisi formulir pendaftaran KTA baru diserahkan untuk diproses.
Sebenarnya sudah banyak formulir diisi tetapi tidak lengkap pengisiannya sehingga belum diproses. Kelengkapan yang diminta adalah mengisi alamat, tanggal kelahiran lengkap, foto 2 x 3 dan juga adalah tanda tangan pemilik KTA tersebut. Jika salah satu saja tidak diisi maka tidak diproses.
Kejadian2 sekitar akhir Minggu
Jakarta, 29 September 2009. Hari Sabtu lalu 26 September 2009 pagi2 saya terima SMS yang cukup mengagetkan. Bukan SMS yang belakangan ini mengganggu saya, tetapi berita duka cita. Yang pertama berita meninggalnya Eddy Londa salah satu abang dari sepupu istri. Kalau yang satu lagi datang dari rekan Nico Sompotan yang menanyakan soal tempat pemakaman dari Bapak Guus Walangitang (83 th) yang sesepuh POR Maesa. Memang saya tahu kalau Om Guus Walangitang itu sakit dan diopname di RS Cinere beberapa hari lalu.
Sayapun teringat kalau ada undangan perkawinan dari putri pelatih Hadiman yang kartu undangannya tertinggal di PP Pelti.
Langsung saya SMS ke Samudra Sangitan menanyakan kepastian perkawinan putrid dari Hadiman tersebut. Ternyata baru besok 27 September di Kelapa GadingSport Club Jakarta.
Ada kejadian lucu akibat kurang teliti, sewaktu menghadiri perkawinan putri dari Hadiman. Saat itu saya datang bersama Alfred Raturandang dengan putri dan cucunya. Karena tiba sudah pukul 21.00 maka sudah sempit waktunya. Begitu tiba didepan gedung ada Justedjo Tarik yang kelihatan serius sampaikan, waktunya tinggal 5 menit sudah mau bubar. Saat itu juga putri dan cucu dari Alfred langsung naik ketangga. Dan saya maupun Alfred langsung mengikutinya. Lihat difoto atau pengumuman perkawinan tapi hanya ada nama pengantin tanpa nama kedua orangtua pengantin. Langsung karena tergesa gesa mengisi buku tamu dan memasukkan amplop ketempat yang disediakan sebagai kado perkawinan, kemudian saya dan Alfred langsung saja menuju ketempat pengantin yang sedang asyik foto2 dengan teman temannya, sedangkan kedua orangtuanya sudah turun dan duduk ditempat yang disediakan. Saat diatas panggung itu saya pun bertanya mana kedua orangtuanya. Begitu ketemu kedua orangtuanya langsung saya jadi kaget, berarti salah masuk pesta perkawinan karena tidak kenal. Langsung keluar dan turun cari tempat perkawanan yang lain. Memang tempatnya ada didekat kolam renang. Ya, akhirnya ketemu juga tetapi sudah buat blunder masuk tempat yang salah. Kadonya tidak bisa diambil sudah keburu masuk dalam kotak.Begitulah kejadian lucu akibat tergesa gesa.
Jadi hati hati kalau pergi keperkawinan ditempat yang besar dimana ada kemungkinan 2-3 orang yang kawin.
Sayapun teringat kalau ada undangan perkawinan dari putri pelatih Hadiman yang kartu undangannya tertinggal di PP Pelti.
Langsung saya SMS ke Samudra Sangitan menanyakan kepastian perkawinan putrid dari Hadiman tersebut. Ternyata baru besok 27 September di Kelapa GadingSport Club Jakarta.
Ada kejadian lucu akibat kurang teliti, sewaktu menghadiri perkawinan putri dari Hadiman. Saat itu saya datang bersama Alfred Raturandang dengan putri dan cucunya. Karena tiba sudah pukul 21.00 maka sudah sempit waktunya. Begitu tiba didepan gedung ada Justedjo Tarik yang kelihatan serius sampaikan, waktunya tinggal 5 menit sudah mau bubar. Saat itu juga putri dan cucu dari Alfred langsung naik ketangga. Dan saya maupun Alfred langsung mengikutinya. Lihat difoto atau pengumuman perkawinan tapi hanya ada nama pengantin tanpa nama kedua orangtua pengantin. Langsung karena tergesa gesa mengisi buku tamu dan memasukkan amplop ketempat yang disediakan sebagai kado perkawinan, kemudian saya dan Alfred langsung saja menuju ketempat pengantin yang sedang asyik foto2 dengan teman temannya, sedangkan kedua orangtuanya sudah turun dan duduk ditempat yang disediakan. Saat diatas panggung itu saya pun bertanya mana kedua orangtuanya. Begitu ketemu kedua orangtuanya langsung saya jadi kaget, berarti salah masuk pesta perkawinan karena tidak kenal. Langsung keluar dan turun cari tempat perkawanan yang lain. Memang tempatnya ada didekat kolam renang. Ya, akhirnya ketemu juga tetapi sudah buat blunder masuk tempat yang salah. Kadonya tidak bisa diambil sudah keburu masuk dalam kotak.Begitulah kejadian lucu akibat tergesa gesa.
Jadi hati hati kalau pergi keperkawinan ditempat yang besar dimana ada kemungkinan 2-3 orang yang kawin.
Jumat, 25 September 2009
Pelaku SMS mulai Ketahuan Dari Surabaya
Jakarta, 25 September 2009. Ternyata rasa penasaran masih muncul dari orang yang tidak bertanggung jawab yang tidak sportip kirimkan SMS dengan nomer yang saya tidak kenal itu. Inilah lanjutan SMS dari 081357415392, " Kalo berani mencalonkan diri lagi, U diculik !". Sudah menjurus mengancam nyawa orang lain. Tetapi sayapun tidak mau jawab karena buang waktu saja dan saya yakin diapun akan penasaran dengan berbagai cara untuk membuat saya marah. Sampai saat ini sayapun masih belum tahu siapa orang tersebut. Kecurigaan sudah ada menjurus kesatu orang, yaitu pemain lama juga.
Setelah itu masuk lain SMS lainnya. " Fery Raturandang u sadarlah jangan bertingkah laku seperti anak muda . Jangan banyak berceloteh kalau tidak mau dihabisin." Heibat sekali berani gertak sambal menghabisin nyawa orang lain. Bagi saya bukan masalah jika mau menghabisin hidup saya ini, karena sudah cukup lama saya menghirup udara ini, semuanya tergantung yang diatas jika menghendakiNya.
Setelah itu masuk lagi SMS dari nomer yang sama, karena tidak puas tidak ada tanggapan. " Ingat dua tahun ke depan habitat u udah tidak di pelti lagi so u tidak usah nafsu nyalonin diri lagi di pelti. Berani melanggar u dihabisin."
Orang seperti ini tidak tahu kalau saya tidak pernah mencalonkan diri sebagai pengurus Pelti.
Datang lagi SMS berikut. "Dua tahun kedepan u angkat kaki dari pelti, u urusi diri u sendiri, u tak usah nafsu kekuasaan , dua tahun kedepan u sudah habis riwayatnya di pelti." Emangnya saya punya kekuasaan apa di Pelti, karena bukan sebagai Ketua Umum.
Tetapi saya yakin suatu waktu akan ketahuan siapa yang kirim SMS ini. Saya yakin kenal orangnya dan sangat yakin kalau yang bersangkutan ini tidak memahami tenis seutuhnya karena baru"kemarin" kenal tenis. Dengan makin gencar kirim SMS so pasti akan ketahuan siapa dirinya itu.
"Sory aja ya dimata i, U pnya gaya leadership tak bs buat ngangkat tenis kita so u nutupinya dgn brgaya kaku & tak jelas . Baiknya u serahkan estafet jgn srakah."
Wow, siapa yang serakah ya. Bisa bisanya nuding yang boten boten.
"Makanya tak heran u getol sama yg "kelas teri" macam FRCup, itupu non TDP .Apa u bisa buktikan hasil FRCup ? kcuali seperti rutinitas arisan.Piss ! "
Lagi lagi ada kecemburuan FR Cup dalam dirinya. Ya, anjuran saya sih silahkan buat hal yang samalah sehingga pertenisan ini ramai. Saya senang jika ada yang "gila" mau selenggarakan turnamen sebanyak mungkin.
"U pegang sentral pelti tp cara mimpin brgaya Rambo, kalo kalah argumen maunya ngajak berantem & brtengkar, u persis remaja. Cukup tangan kiri bikin u nungging."
Heibat sekali kalau saya dikatakan pegang sentral Pelti.
"Fery Raturandang sory aja ya, coba u intropeksi, pada setiap moment yg ada keterlibatan u slalu terjadi pertengkaran , ini bisa u pakai sbg barometer kualitas kepemimpinan u. So patut dipertanyakan kapabilitas & intergritas u punya."
Koreksi diri sudah merupakan salah satu cara mengetahui sampai dimana kekurangan kekurangan selama ini dilakukan terhadap pekerjaan atau perilaku kita. Saya sendiri secara terbuka mau menerima setiap masukan berupa koreksi koreksi terhadap kebijakan kebijakan.
Memang betul juga dugaan saya, makin gencar SMS tersebut datang SMS. "Dua thn kedepan kalo u msh berani setor nama ke pelti u diculik & dihabisin. dua thn kedepan silahkan U "lepas jas pelti" & silahkan "nyangkul dipinggiran", piss."
SMS berikutnya, " orang yg irihatinya bertanda tdak mampu.Tak ada scuilpun irihati sama u. Kalo u udah tdk di pelti, i mau brkiprah lebih besar & u dapat lihat.U serakah." Tambah lagi julukan baru, serakah.
"Akuilah kehebatan orang lain. Dgn cuma FRCup apa udah bisa disebut hebat? i udah bilang, kebijakan & leadership u slama di pelti tdk masuk dlam" kamus positip". "
Lagi lagi dsinggung FR Cup atau Ferry Raturandang Cup. Bagi dia ini kecemburuan saja, tapi banyak orangtua maupun petenis yunior sangat berterima kasih keberadaan FR Cup ini. Ya, tentunya saya pilih kepentingan masyarakat banyak dibandingkan dia ini.
"Itu lebih mulia dihadapan TUHAN. GBU. Lebih mulia tidak memaksakan diri & tidak menjadi "benalu" bagi orang lain tapi menjadi "air kehidupan" GBU juga." Rupanya membahas tulisan saya diblogger ini, atas tanggapan saya.
Waduh, kalau sudah menyinggung masalah Tuhan, saya sudah mulai mendapatkan jalan siapa gerangan orang ini.
Saya kemudian teringat tahun sebelumnya dengan orang orang sekitar saya. Dulu juga sering terima SMS dari orang yang mengangumi saya bahkan sudah menjurus kehal hal yang diluar kebiasaan karena yang bersangkutan adalah pria, bukan wanita. Bahkan ahirnya saya bisa tahu nama orang tersebut, sehingga berhenti sudah orang yang berasal dari Surabaya dengan selama ini selalu memperkenalkan diri dengan nama " G " baik di email maupun SMS.
Tetapi saya bisa mendapatkan nama sebenarnya adalah P, dari surabaya, dan pernah sekali ketemu di Senayan, khusus datang memperkenalkan diri, Tapi awalnya simpati saya terhadapnya tetapi lama lama antipati yang datang sehingga seterusnya sudah tidak saya layani. tetapi bukan berarti selesai. Ternyata saya suka terima email dari orang ini dengan 3-5 nama dan nomer email lainnya. Kadang kadang bergaya bahasa Malaysia. Tapi saya maklum saja kalau oarng tersebu itu sakit.
Dan hari ini saya kirimkan saja SMS supaya dia sadar. "Anda ini org Surabaya.Pemain lama SMS d baru sekali ketemu. Kalau anda sakit seaiknya ke dokter. Tip hr krm email dg nama lain. Nama anda itu P." Begitulan SMS saya kirimkan kepadanya.
Kemudian saya kirim lagi SMS ." Ha ha ha, Ternyata U org sakit ya. Sok suci. Mau lari kemana , gonta ganti nama d nomer. Tdk dilayani marah. Alamat rumahmu Pri aku udah tahu." Ini sengaja sebutkan nama tersebut. Jdi kesimpulan saya ini bukanlah orang Senayan (BP) seperti dugaan semula, karena pernah terima SMS sejenis menjelang MUNAS Pelti 2007.
Ini sekedar kejadian after Lebaran yang saya alami. Dan kemungkinan akan datang dimasa mendatang selama kehidupan saya dipertenisan. Dan saya yakin orang ini (kalau tidak lupa namanya PRIYADI, karena saya begitu tahu namanya tidak saya catat, hanya memory saja yang jalan). Mungkin tidak akan datang lagi kalau saya sudah berhenti berkecimpung di pertenisan ini. " I Love Tennis ", berarti harus menerima dengan tenang , senang maupun sakit dibuatnya.
Setelah itu masuk lain SMS lainnya. " Fery Raturandang u sadarlah jangan bertingkah laku seperti anak muda . Jangan banyak berceloteh kalau tidak mau dihabisin." Heibat sekali berani gertak sambal menghabisin nyawa orang lain. Bagi saya bukan masalah jika mau menghabisin hidup saya ini, karena sudah cukup lama saya menghirup udara ini, semuanya tergantung yang diatas jika menghendakiNya.
Setelah itu masuk lagi SMS dari nomer yang sama, karena tidak puas tidak ada tanggapan. " Ingat dua tahun ke depan habitat u udah tidak di pelti lagi so u tidak usah nafsu nyalonin diri lagi di pelti. Berani melanggar u dihabisin."
Orang seperti ini tidak tahu kalau saya tidak pernah mencalonkan diri sebagai pengurus Pelti.
Datang lagi SMS berikut. "Dua tahun kedepan u angkat kaki dari pelti, u urusi diri u sendiri, u tak usah nafsu kekuasaan , dua tahun kedepan u sudah habis riwayatnya di pelti." Emangnya saya punya kekuasaan apa di Pelti, karena bukan sebagai Ketua Umum.
Tetapi saya yakin suatu waktu akan ketahuan siapa yang kirim SMS ini. Saya yakin kenal orangnya dan sangat yakin kalau yang bersangkutan ini tidak memahami tenis seutuhnya karena baru"kemarin" kenal tenis. Dengan makin gencar kirim SMS so pasti akan ketahuan siapa dirinya itu.
"Sory aja ya dimata i, U pnya gaya leadership tak bs buat ngangkat tenis kita so u nutupinya dgn brgaya kaku & tak jelas . Baiknya u serahkan estafet jgn srakah."
Wow, siapa yang serakah ya. Bisa bisanya nuding yang boten boten.
"Makanya tak heran u getol sama yg "kelas teri" macam FRCup, itupu non TDP .Apa u bisa buktikan hasil FRCup ? kcuali seperti rutinitas arisan.Piss ! "
Lagi lagi ada kecemburuan FR Cup dalam dirinya. Ya, anjuran saya sih silahkan buat hal yang samalah sehingga pertenisan ini ramai. Saya senang jika ada yang "gila" mau selenggarakan turnamen sebanyak mungkin.
"U pegang sentral pelti tp cara mimpin brgaya Rambo, kalo kalah argumen maunya ngajak berantem & brtengkar, u persis remaja. Cukup tangan kiri bikin u nungging."
Heibat sekali kalau saya dikatakan pegang sentral Pelti.
"Fery Raturandang sory aja ya, coba u intropeksi, pada setiap moment yg ada keterlibatan u slalu terjadi pertengkaran , ini bisa u pakai sbg barometer kualitas kepemimpinan u. So patut dipertanyakan kapabilitas & intergritas u punya."
Koreksi diri sudah merupakan salah satu cara mengetahui sampai dimana kekurangan kekurangan selama ini dilakukan terhadap pekerjaan atau perilaku kita. Saya sendiri secara terbuka mau menerima setiap masukan berupa koreksi koreksi terhadap kebijakan kebijakan.
Memang betul juga dugaan saya, makin gencar SMS tersebut datang SMS. "Dua thn kedepan kalo u msh berani setor nama ke pelti u diculik & dihabisin. dua thn kedepan silahkan U "lepas jas pelti" & silahkan "nyangkul dipinggiran", piss."
SMS berikutnya, " orang yg irihatinya bertanda tdak mampu.Tak ada scuilpun irihati sama u. Kalo u udah tdk di pelti, i mau brkiprah lebih besar & u dapat lihat.U serakah." Tambah lagi julukan baru, serakah.
"Akuilah kehebatan orang lain. Dgn cuma FRCup apa udah bisa disebut hebat? i udah bilang, kebijakan & leadership u slama di pelti tdk masuk dlam" kamus positip". "
Lagi lagi dsinggung FR Cup atau Ferry Raturandang Cup. Bagi dia ini kecemburuan saja, tapi banyak orangtua maupun petenis yunior sangat berterima kasih keberadaan FR Cup ini. Ya, tentunya saya pilih kepentingan masyarakat banyak dibandingkan dia ini.
"Itu lebih mulia dihadapan TUHAN. GBU. Lebih mulia tidak memaksakan diri & tidak menjadi "benalu" bagi orang lain tapi menjadi "air kehidupan" GBU juga." Rupanya membahas tulisan saya diblogger ini, atas tanggapan saya.
Waduh, kalau sudah menyinggung masalah Tuhan, saya sudah mulai mendapatkan jalan siapa gerangan orang ini.
Saya kemudian teringat tahun sebelumnya dengan orang orang sekitar saya. Dulu juga sering terima SMS dari orang yang mengangumi saya bahkan sudah menjurus kehal hal yang diluar kebiasaan karena yang bersangkutan adalah pria, bukan wanita. Bahkan ahirnya saya bisa tahu nama orang tersebut, sehingga berhenti sudah orang yang berasal dari Surabaya dengan selama ini selalu memperkenalkan diri dengan nama " G " baik di email maupun SMS.
Tetapi saya bisa mendapatkan nama sebenarnya adalah P, dari surabaya, dan pernah sekali ketemu di Senayan, khusus datang memperkenalkan diri, Tapi awalnya simpati saya terhadapnya tetapi lama lama antipati yang datang sehingga seterusnya sudah tidak saya layani. tetapi bukan berarti selesai. Ternyata saya suka terima email dari orang ini dengan 3-5 nama dan nomer email lainnya. Kadang kadang bergaya bahasa Malaysia. Tapi saya maklum saja kalau oarng tersebu itu sakit.
Dan hari ini saya kirimkan saja SMS supaya dia sadar. "Anda ini org Surabaya.Pemain lama SMS d baru sekali ketemu. Kalau anda sakit seaiknya ke dokter. Tip hr krm email dg nama lain. Nama anda itu P." Begitulan SMS saya kirimkan kepadanya.
Kemudian saya kirim lagi SMS ." Ha ha ha, Ternyata U org sakit ya. Sok suci. Mau lari kemana , gonta ganti nama d nomer. Tdk dilayani marah. Alamat rumahmu Pri aku udah tahu." Ini sengaja sebutkan nama tersebut. Jdi kesimpulan saya ini bukanlah orang Senayan (BP) seperti dugaan semula, karena pernah terima SMS sejenis menjelang MUNAS Pelti 2007.
Ini sekedar kejadian after Lebaran yang saya alami. Dan kemungkinan akan datang dimasa mendatang selama kehidupan saya dipertenisan. Dan saya yakin orang ini (kalau tidak lupa namanya PRIYADI, karena saya begitu tahu namanya tidak saya catat, hanya memory saja yang jalan). Mungkin tidak akan datang lagi kalau saya sudah berhenti berkecimpung di pertenisan ini. " I Love Tennis ", berarti harus menerima dengan tenang , senang maupun sakit dibuatnya.
Selasa, 22 September 2009
Hadiah Lebaran Berupa SMS

Jakarta,23 September 2009. Selama dua hari ini saya terima hadiah Lebaran yang cukup asyik juga yaitu berupa SMS dari nomer 081357415392 yang saking penasaran beruntun datangnya sampai pagi tadi. Bunyinya seperti ini." Udah brtahun2 FRCup cuman gitu2nya macam arisan.Tdk ada target prestasi.ngapain digetolin kalo tak ada udang dibelanga?" . Ingin juga tertawa terhadap pandangan piciknya terhadap keberadaan turnamen sudah merupakan kebutuhan setiap atlet termasuk tenis. Melihat cara pikirnya demikian saya yakin sekali dia ini baru kenal tenis belum lama, artinya sewaktu dikampungnya belum pernah pegang raket tenis. Maklum pendatang.
Setelah itu masuk lagi SMS berikutnya. " Kalo u udah ga di pelti lagi i mau bikin jadi i punya tdk terdopleng oleh nama u,nama u tdk usah ndompleng. Ntar i pnya lebih besar drpd FRCup u punya.piss " Ya, kalau memang dia bisa dan berani mau buat turnamen tenis, ini berita gembira bagi semua insan tenis. Saya sendiri juga senang kalau makin banyak insan tenis mau berbuat hal yang sama yaitu bikin turnamen sbanyak mungkin.
Setelah itu masuk lagi SMSnya. " I tunjukin bukti kalo udah tak ada cmpurtngan "kebijakan"FR. Sory aja cos "kebijakan" u pnya(bnyak yg) tdk positif di "kamus" i punya. I msh dibalik layar,piss".
Hebat banget sampai takut saya campur tangan. Masalah turnamen ada yang mengaturnya dibidang pertandingan. Selama ini saya mendukung setiap pelaksana turnamen tetapi jika ada pelanggaran aturan yang dibuat Pelti tentunya wajib hukumnya saya menegurnya.
SMS berikutnya ." Sepakterjang u fakta tdk mencapai titik sasaran. Yg u ubek2 itu2 aja & megapromo FRCup udah gitu stagnan cos salah orientasi? U udang diblik piring ? piss e."
Sayapun malas cari tahu siap orang ini, tetapi saya teringat sewaktu menjelang MUNAS Pelti 2007, saya jg alami perang SMS dari salah satu orang di Senayan (BP). Tapi saya sudah lupa nomernya. Tapi karena Martina Widjaja kembali dipilh sebagai Ketua umum sesuai keinginan peserta MUNAS, tambah kesel dibuatnya. Yang jadi pertanyaan apakah orang ini juga sudah mulai main teror. Bisa jadi juga, tapi biarlah ini berlangsung.
Tadi pagi masuk lagi SMSnya.Karena saya tanya identitasnya siapa. "Buat apa u tnya idntitas, udah sering ktmu. Yg penting bukti bung. Men future dr tahun ke tahun jalan ditempat.macam rutinitas buat mbunuh wkt? Ada yg u cari?"
Ini sih sudah urusan bidang pertandingan PP Pelti dibawah komando Johannes Susanto.
Katanya sering ketemu, berarti dia ini orang lama yg dulu juga berani perang SMS. Cocoknya ketemu Johannes Susanto saja , sama sama gemuk "kali.
Masuk lagi SMSnya. " Fery Raturandang kalo teresak ngumpet ! Tak berani lagi berkoar.So sory aja, u banci ? FRCup ada teri & udang nya ? U jujur lah, ok ? Piss."
Kelihatannya dia ini homo seperti cerita orang kepada saya sebelumnya. Tapi biarlah dia sesukanya.
Masuk lagi SMS berikutnya. " Fery Raturandang dua tahun lagi u purnabakti,jangan nyalonin diri lagi, i optimis tanpa ada u di pelti semua maju.Silahkan u gerak di area pinggiran kalo mau." Begitulah dikaitkan dengan kepengurusan Pelti saat ini. Dipikirnya duduk di Pelti enak, memang pandangan seperti ini sangat picik. Apakah saya pernah mencalonkan diri di Pelti. Ini pernyataan aneh juga.
Masuk lagi SMS berikutnya. " Kental aromanya U dulu pd pilihan pengurus pakai money politik & kkn & pendekatan ilegal (bisik2) ? U memang suka sembunyikan udang dibawah ember ? ck ck ck." Setelah itu tidak mau putus2nya dikirimkan SMS. " Kalo berani mencalonkan diri lagi U diculik !
SMS mau menculik pernah juga dikirimkan sewaktu menjelang Munas Pelti 2007 di Jambi.
Setelah itu tidak masuk lagi SMSnya, karena saya sudah tidak layani, bang buang waktu, mendingan buka FB aja.
Beginilah nasib dipertenisan Indonesia, penuh pernak pernik sebagai hiburan bagi saya dan tidak perlu disimpan dalam hati walaupun kadang kala panas juga ingin dijotos ( malum darah Tondano masih ada). seperti waktu tahun lalu sempat saya jotos pengendara motor di jalan.
Keberadaan Piala FR di teror dgn SMS

Jakarta,22 September 2009. Mengisi waktu hari ini sambil melihat acara hiburan di televisi, saya membuka email yang masuk, khususnya dari ITF maupun lainnya.
Ada acara lawak cukup menyenangkan bisa membuat tertawa. Lebih asyik lagi melihat RCTI yang memberikan hiburan show dari Michael Jackson. Sudah beberapa hari ini RCTI melayangkan acaranya Michael Jackson. Salah satu acara favorit saya juga.
Menjelang sore, tiba tiba muncul SMS dari orang yang tidak dikenal nomernya yaitu 081357415392. Yang bunyinya sebagai berikut." Fery Raturandang ngapain u hari ini ? Tenis tdk hanya FRCup, apa sich kontribusi FRCup? Tidak ada petenis jebolan FRCup. Apa u udang dibalik tepung? Piss ! ". Rasanya ingin ketawa membaca SMS seperti ini. Karena bertemu dengan orang buta Tenis yang dipenuhi dengan perasaan iri hati karena tidak bisa berbuat apa apa.
Ada sedikit keisengan juga , maka sayapun membalasnya. Balasan saya singkat saja. " Sirik lo ". So pasti akan dibalas. Benar juga , muncul balasannya "Udah brtahun2 FRCup cuman gitu? macam arisan. Tdk ada target prestasi ngapain digetolin kalo tak ada udang dibelanga ? "
Begitu saya layani SMSnya maka muncul terus SMS nya. Ternyata orang ini merasa terhambat karena saya masih duduk di Pelti. Dan dianggap saya bisa menghambat jika yang bersangkutan mau berbuat yang sama . Apakah pola pikir saya sedangkal dia. Dia pikir karena saya duduk di Pelti baru bikin Piala FR. Saya sendiri selenggarakan Persami (sebelum jadi nama Piala FR) sudah sejak tahun 1996 Dan saat itu saya di Pengda Pelti DKI Jakarta. Dan disaat saya tidak duduk di Pelti DKI saya masih jalankan Persami sampai saya masuk lagi di PB Pelti sampai sekarang. Kelihatannya mereka ini pikir saya berani selenggarakan Piala FR karena saya duduk di Pelti. Itu sangat keliru sekali pandangan sempit ini.
Sebenarnya ada keinginan jika di Jakarta sudah ada pelaksana Persami yang bisa rutin setiap bulannya maka saya akan berhenti d Jakarta tetapi saya akan selenggarakan diluar Jakarta, karena mereka sangat minim turnamen.
Selama ini perjalanan turnamen Persami dengan label Piala Ferry Raturandang yang menjadi trade mark Persami, jangan dipikir akan mulus sekali. Banyak lika likunya yang membuat sayapun makin tertantang secara konsisten menjalankan karena saya juga menyadari kalau turnamen adalah kebutuhan atlet. Bahkan yang bisa membuat saya marah disaat Piala FR diminta untuk stop saja dengan janji akan diberi imbalan uang jutaan rupiah. Dan saya diminta jalankan turnamennya yang baru dijalankan setahun. Justru hal seperti ini saya tetap tegar.
Pengalaman saya sebagai atlet tenis daerah yang sangat minim turnamen menjadi dasar pemikiran agar ada turnamen turnamen sebanyak mungkin di Tanah Air ini. Beberapa hari lalu saya terima SMS juga dari 2 orangtua petenis yunior di Jakarta yang menanyakan rencana Piala FR tanggal 26 September 2009. Hal hal seperti ini memotivasi saya tidak berhenti.
Kadang kadang pertanyaan muncul dari petenis sendiri maupun orangtua petenis yang menyadarkan saya akan tugas selenggarakan turnamen Piala FR ini tidak diabaikan. Inilah masalahnya, sehingga saya sulit untuk berhenti selenggarakan turnamen tenis.
"Hanya Tuhan yang bisa menyetop saya "
Reuni dirumah Syarief
Jakarta, 21 September 2009. Suasana Hari Idu Fitri di Ibukota cukup lengang karena banyak yang ada mudik eluar Jakarta. Tapi saya tidak keinginan keluar kota karena transportasi bisa bikin pusing kepala karena... macet.
Malam ini kesempatan untuk bertemu teman teman lama tidak saya lepaskan karena biasanya disalah satu teman Drg.Zulkarnai Syarief akan berkumpul teman teman lama semasa kerja di Carlo Erba Farmitalia. Hal yang sama tahun lalu sempat bertemu.
Kali ini bersama istri kearah Tebet kerumah Drg. Zulkarnain Syarief. ternyata benar juga sudah ada didalam Drg Sutisna Widiasana, Dr. Gunawan Subrata, Samsul dan Sudrajat beserta istri masing masing. Tahun lalu saya sendiri tetapi kali ini bersama istri dan semua sudah lama tidak berjumpa.
Mulailah pembicaraan tidak lepas dari pengalaman masing masing, dimana Gr. Gunawan Subrata yang sekarang sebagai Presiden Direktur PT Zambon Indonesia, menceritakan ada masalah dengan aturan aturan baru dijalankan Peerintah. Kemudian oleh Drg Z;Syariefpu diceitakan masalahnya juga. Keduanya masih terlibat dalam kegiatan didunia marketing kedokteran.
"Fer, gua pusing sekarang. Tidak seperti dulu." ujar Gunawan. Begitulah rekan rekan saya ini yang masih berkecimpung didunia marketing. Memang tidak mudah bergerak didunia marketing.
Setelah itu pembicaraan kearah masing masing kesehatan. Yang pasti ada darah tinggi, asam urat dan gula darah. Begitulah nasib jika sudah pada usia kepala 60.
Malam ini kesempatan untuk bertemu teman teman lama tidak saya lepaskan karena biasanya disalah satu teman Drg.Zulkarnai Syarief akan berkumpul teman teman lama semasa kerja di Carlo Erba Farmitalia. Hal yang sama tahun lalu sempat bertemu.
Kali ini bersama istri kearah Tebet kerumah Drg. Zulkarnain Syarief. ternyata benar juga sudah ada didalam Drg Sutisna Widiasana, Dr. Gunawan Subrata, Samsul dan Sudrajat beserta istri masing masing. Tahun lalu saya sendiri tetapi kali ini bersama istri dan semua sudah lama tidak berjumpa.
Mulailah pembicaraan tidak lepas dari pengalaman masing masing, dimana Gr. Gunawan Subrata yang sekarang sebagai Presiden Direktur PT Zambon Indonesia, menceritakan ada masalah dengan aturan aturan baru dijalankan Peerintah. Kemudian oleh Drg Z;Syariefpu diceitakan masalahnya juga. Keduanya masih terlibat dalam kegiatan didunia marketing kedokteran.
"Fer, gua pusing sekarang. Tidak seperti dulu." ujar Gunawan. Begitulah rekan rekan saya ini yang masih berkecimpung didunia marketing. Memang tidak mudah bergerak didunia marketing.
Setelah itu pembicaraan kearah masing masing kesehatan. Yang pasti ada darah tinggi, asam urat dan gula darah. Begitulah nasib jika sudah pada usia kepala 60.
Sabtu, 19 September 2009
Petenis yunior Banyak Mengenal dunia FB
Jakarta, 20 September 2009. Ada kegembiraan tersendiri melihat kemajuan yang ada dipertenisan khususnya petenis yunior saat ini walaupun kemajuan prestasi dilapangan tenis masih belum memuaskan tetapi kemajuan bidang tehnik informasi (TI) yang saya lihat lebih menonjol. Harus diakui saat ini TI sudah merupakan salah satu kebutuhan untuk memajukan prestasi dipertenisan. Tanpa memiliki informasi yang akurat sulit mendongkrak prestasi tenisnya.
Harus diakui saat ini ITF sendiri sudah meningkatkan kemampuan petenis diseluruh dunia yang tanpa disadari harus sudah mengenal dunia maya, yaitu internet. Diawali dengan setiap petenis harus memiliki IPIN (International Players Identificatio Number) yang hanya bisa dilakukan melalui internet untuk aplikasinya. Kemudian dilanjutkan dengan pendaftaran turnamen Pro Circui (Men's Futures dan Women's Circuit) harus melalui internet tidak bisa melalui fax). Ada kemungkinan pndaftaran turnamen internaional yunior juga akan dilakukan hal yang sama, dimana saat ini masih dengan mengisi formulir ke induk organisasi masing masing negara.
Saat ini sudah dikenal dunia Facebook (FB), sayapun tidak mau ketinggalan mulai mengikutinya, ternyata butuh waktu tersendiri dan kadang kadang makan waktu sampai larut malam. Pernah baru sadar sudah pukul 03.30 pagi.
Dari FB ini saya baru tahu sudah banyak petenis khususnya kelompok yunior mulai dari usia 10 sampai keatasnya sudah main FB ini, berarti mereka ini harus sudah punya email atau surat elektronik. Hanya apakah langkah ini juga dikuti oleh pelatih pelatih kita dengan memiliki email. Banyak keuntungannya bisa didapat dengan menegnal dunia maya ini, salah satunya bisa membaca pengetahuan pertenisan sehingga bisa meninkatkan kemampuan ilmu pertenisan ini yang sudah maju pesat. Sudah ada pula Pelatih yang memanfaatkannya, tapi masih banyak lagi lainnya belum.
Dari FB pula saya mendapatkan pertanyaan dari petenis yunior tentang turnamen didaerahnya. Intinya mereka bertanya, kapan ada turnamen tenis di Kalimantan (Timur) dan kota Medan. Ada juga yang menarik pertanyaan dari salah satu pelatih di pulau Dewata yang sebenarnya berasal dari pulau Jawa sebelumnya. "Kemana arah pembinaan tenis Indonesia. Kenapa kalah dengan Thailand."
Saya sendiri sangat berterima kasih mau berkomunikasi sehingga mengetahui permasalahan ditempatnya.
Sayapun merenung dihari liburan ini sambil mendengarkan konser dari Michael Jackson di TV RCTI, apa yang saya bisa lakukan dengan daerah daerah ini. Ada yang bisa kita lakukan jika ingin memajukan tenis Indonesia. Hanya kendala klasik ada juga dalam diri saya sendiri yaitu dana, tapi saya ingat kalau ada NIAT maka ada jalan yang bisa diberikan Tuhan kepada kita.
Kalau bicara turnamen sudah bisa saya atasi, yaitu mulai lakukan Persami Piala FR, begitu juga saya cukup lega kalau TDP yuniorpun sudah mulai mendpatkan respon dari rekan rekan diluar Jakarta. Minggu depanpun sudah ada kegiatan TDP Yunior RemajaTenis3 di Jogjakarta. Sayapun diminta hadir tangal 3 Oktober 09 dipembukaannya. Begitu permintaan pertelpon yang saya terima dari Indrawan Sambodo di Jogjakarta , rekan yang menjalankan program ini. Seminggu kemudian di Pekanbaru tepatnya tanggal 10-12 Oktober 09.
Teringat pula SMS datang dari salah satu petenis yunior di Palangka raya (Kalimantan tengah)yang bertanya kapan di Palangka Raya diselenggarakan Piala FR.
Kalau tahun lalu pernah selenggarakan penataran pelatih ITF Level-1 di Jakarta. Kenapa sekarang tidak dilanjutkan, dan bisa juga kita lakukan coaching clinic kedaerah daerah.
Ini semua merupakan mimpi saya ditahun 2010, semoga bisa dilaksanakan supaya bisa cepat berlangsung karena saat ini banyak teman2 didaerah belum tahu mau mulai dari mana.
Saya dengan keluarga menyampaikan SELAMAT IDU FITRI , 1 Syawal 1430 H, Maaf Lahir dan Bathin kepada seluruh masyarakat tenis dimana saja
Harus diakui saat ini ITF sendiri sudah meningkatkan kemampuan petenis diseluruh dunia yang tanpa disadari harus sudah mengenal dunia maya, yaitu internet. Diawali dengan setiap petenis harus memiliki IPIN (International Players Identificatio Number) yang hanya bisa dilakukan melalui internet untuk aplikasinya. Kemudian dilanjutkan dengan pendaftaran turnamen Pro Circui (Men's Futures dan Women's Circuit) harus melalui internet tidak bisa melalui fax). Ada kemungkinan pndaftaran turnamen internaional yunior juga akan dilakukan hal yang sama, dimana saat ini masih dengan mengisi formulir ke induk organisasi masing masing negara.
Saat ini sudah dikenal dunia Facebook (FB), sayapun tidak mau ketinggalan mulai mengikutinya, ternyata butuh waktu tersendiri dan kadang kadang makan waktu sampai larut malam. Pernah baru sadar sudah pukul 03.30 pagi.
Dari FB ini saya baru tahu sudah banyak petenis khususnya kelompok yunior mulai dari usia 10 sampai keatasnya sudah main FB ini, berarti mereka ini harus sudah punya email atau surat elektronik. Hanya apakah langkah ini juga dikuti oleh pelatih pelatih kita dengan memiliki email. Banyak keuntungannya bisa didapat dengan menegnal dunia maya ini, salah satunya bisa membaca pengetahuan pertenisan sehingga bisa meninkatkan kemampuan ilmu pertenisan ini yang sudah maju pesat. Sudah ada pula Pelatih yang memanfaatkannya, tapi masih banyak lagi lainnya belum.
Dari FB pula saya mendapatkan pertanyaan dari petenis yunior tentang turnamen didaerahnya. Intinya mereka bertanya, kapan ada turnamen tenis di Kalimantan (Timur) dan kota Medan. Ada juga yang menarik pertanyaan dari salah satu pelatih di pulau Dewata yang sebenarnya berasal dari pulau Jawa sebelumnya. "Kemana arah pembinaan tenis Indonesia. Kenapa kalah dengan Thailand."
Saya sendiri sangat berterima kasih mau berkomunikasi sehingga mengetahui permasalahan ditempatnya.
Sayapun merenung dihari liburan ini sambil mendengarkan konser dari Michael Jackson di TV RCTI, apa yang saya bisa lakukan dengan daerah daerah ini. Ada yang bisa kita lakukan jika ingin memajukan tenis Indonesia. Hanya kendala klasik ada juga dalam diri saya sendiri yaitu dana, tapi saya ingat kalau ada NIAT maka ada jalan yang bisa diberikan Tuhan kepada kita.
Kalau bicara turnamen sudah bisa saya atasi, yaitu mulai lakukan Persami Piala FR, begitu juga saya cukup lega kalau TDP yuniorpun sudah mulai mendpatkan respon dari rekan rekan diluar Jakarta. Minggu depanpun sudah ada kegiatan TDP Yunior RemajaTenis3 di Jogjakarta. Sayapun diminta hadir tangal 3 Oktober 09 dipembukaannya. Begitu permintaan pertelpon yang saya terima dari Indrawan Sambodo di Jogjakarta , rekan yang menjalankan program ini. Seminggu kemudian di Pekanbaru tepatnya tanggal 10-12 Oktober 09.
Teringat pula SMS datang dari salah satu petenis yunior di Palangka raya (Kalimantan tengah)yang bertanya kapan di Palangka Raya diselenggarakan Piala FR.
Kalau tahun lalu pernah selenggarakan penataran pelatih ITF Level-1 di Jakarta. Kenapa sekarang tidak dilanjutkan, dan bisa juga kita lakukan coaching clinic kedaerah daerah.
Ini semua merupakan mimpi saya ditahun 2010, semoga bisa dilaksanakan supaya bisa cepat berlangsung karena saat ini banyak teman2 didaerah belum tahu mau mulai dari mana.
Saya dengan keluarga menyampaikan SELAMAT IDU FITRI , 1 Syawal 1430 H, Maaf Lahir dan Bathin kepada seluruh masyarakat tenis dimana saja
Langganan:
Postingan (Atom)