Kamis, 28 April 2016

Bertemu DanDim di Kudus Untuk Tenis Juga

Jakarta, 28 April 2016. Dalam perjalana kembali dari Blora tanggal 21 Maret 2016, saya sempatkan diri bertemu dengan Komandan Kodim dikota Kudus dibawa oleh salah satu pelatih yang sudah lama saya kenal di Kudus. Dalam pertemuan kurang lebih satu jama dikantor KODIM tersbut muncul keinginan diadakan turnamen tenis nasional dikota Kudus.

Keinginan tersbut sangat saya apresiasikan hanya saat ini mencari jadwal yang kososng sudatu masalah tersndiri karena kalau bentrok denga kota lain yang harus saya datangi maka baru masalah. Jika berbentrokan dengan kota Jakarta bukan masalah.

Rencana RemajaTenis ke Ponorogo

Jakarta, 28 April 2016. Terima tilpon dari salah satu rekan di Madiun. Sebelumnya pernah ketemu di Blora. Dalam pertemuan sebelumnya saya lemparkan gagasan kepada mereka jika turnamen itu sangat penting bagi atlit. Jika kesulitan dana, lebih berat lagi jika ikut turnamen keluarkota sendiri. Justru karena itu saya lemparkan gagasan buat turnamen dengan beaya ringan sekali.

Ketika ditanyakan berapa anggaran yang dibutuhkan, langsung saya katakan berapa kemampaun daerah tersebut, dan saya bisa sesuaikan. Karena saya punya konsep buat turnamen dengan beaya Rp 1 sampai 1 M sanggup saya laksanakan karena semua itu bermodalkan NIAT luhur memajukan tenis didaerah daerah.

Pertemuan informal dengan Ketua Umum PP Pelti

Jakarta, 28 April 2016. Teringat pertemuan informal dengan Ketua Umum PP Pelti Maman Wiryawan di Resto Taman Laguna Senayan. Ikut dalam pertemuan tersbut yang diusulkan oleh rekan mantan Ketua Pengda Pelti Jawa Tengah Drs Teguh Sedyo Utomo, Apth adalah Deddy Prasetyo, Johannes Susanto.
Sejak awal kami sepakat maksud dan tujuan pertemuan ini adalah memberikan masukan kepada Maman dalam pertenisan kita sudah anjlog sekali.

Memotivasi Masyarakat Tenis Tenis di Papua

Jakarta, 28 April 2016. Selama di Jayapura walaupun dalam kondisi kurang sehat, sayapun berusaha tetap tampil dilapangan tenis Balaikota Jayapura. Bertemu dengan rekan rekan tenis dari Papua baik yang sudah lama kenal maupun yang baru cukup menyenangkan.
Ketika bertemu dengan Jeffry Suwardi , sempat kaget juga apa yang dikatakan. Disebutkan keberadaan Kejurnas RemajaTenis di Jayapura kurang mendapatkan respon baik karena ada faktor kecemburuan disamping wawasannya sangat sempit sekali.

Kegiatan Melelahkan Maret-April 2016

Jakarta, 28 April 2016. Sudah lama tidak mengisis Catatan Ringan ini akibat terlalu sibuk. Bisa dibayangkan sejak awal Maret perjalanan cukup melelahkan. Minggu pertama kesibukan RemajaTenis di Rawamangun kemudian minggu kedua ke Muaro Bungo Jambi, setelah itu k3mbli ke Jakarta dan melanjutkan erjalanan ke Makassar dan Minggu keempat kembali ke Jakarta jatuh sakit. Memang usia tidak bisa seperti duu agi karena tahun ini memasuki tahun ke 70.
Istrahat dulu diawal April tidak ada kegiatan dan kemudian minggu kedua April terbang ke Jayapura. Tepat nya tanggal 8-10 April 2016.
Ada yang menarik diacara pembukaan yaitu berkenalan dengan Wakapolda Papua Brigjen Rudolf Rodja asal dari Kupang Nusa Tenggara Timur. Dia ini ternyata putra dari pelatih di Kupang dan sekeluarga main tenis.

Kamis, 03 Maret 2016

Nasehat Yang cukup Masuk dalam Hati

Jakarta, 3 Maret 2016. Baru kali ini saya mendapatkan nasehat yang cukup masuk dalam hati saya dilapangan tenis Rawamangun Jakarta Timur disiang hari.

Sebagai kelanjutan pembicaraan mengenai induk organisasi tenis di Indonesia oleh kolega lama EG dimana saya mendapatkan nasehat seharusnya merendahkan diri sebagai orang Kristen, ketika cerita bagaimana saya pernah disidang oleh PP Pelti dan bagaimana saya hadapi mereka, belum lagi cobaan cobaan dilakukan oleh petinggi Pelti terhadap RemajaTenis selama ini.

PP Pelti tidak punya program

Jakarta, 3 Maret 2016. Hari ini saya bertemu kolega lama dilapangan tenis Rawamangun. Kebetulan saya sedang membawa spanduk dan backdrop untuk persiapan Kejurnas AFR RemajaTenis Jakarta-51 yang diselenggarakan tanggal 4-6 Maret 2016. Kolega ini sudah lama saya kenal sebelum duduk dalam kepengurusan PP Pelti. Bahkan pernah kerjasama dalam kejuaraan dunia tenis di Bali

Yang menarik dalam pertemuan dengan kolega lama saya yang baru selesai main tenis yaitu BM dan EG.


Terakhir kali saya ketemu dengan EG yang juga adalah salah satu anggota Pengurus Pusat Pelti kira kira Desember 2012 sebelum pembentukan pengurus baru PP Pelti dikantor Ketua Umum PP Pelti MW.

Diundang ke Kota Bungo, Jambi

Jakarta, 29 Februari 2016.  Tanggal 17 Februari 2016 mendapatkan undangan dari kota Bungo Provinsi Jambi, sayapun segera terbang kekota Jambi. Provinsi Jambi sudah pernah sya datang saat Musyawarah Nasional Pelti tahun 2007. Ini unjungan kedua dan datang untuk ketemu dengan Pengcab Pelti Bungo yang saya beum kenal. Hanya karena rekomendasi rekan lainnya maka saya bisa berkomunikasi dengan salah satu pengurus Ibu Leonita yang Bendahara Pengcab Pelti Bungo. Rupanya dukugan dari salah satu wakil Ketua Pengcab Pelti Bungo sehingga saya diundang ke kota Bungo. Ternyata kota Bungo ini dari kota Jambi jalan darat sekitar 4-5 jam perjalanan.