Minggu, 10 Mei 2009

Jalan jalan ke Karawang


Jakarta, 9 Mei 2009. Karawang, begitulah nama salah satu kota disebelah timur Jakarta dan Bekasi. Mendengar nama Karawang maka konotasi saat lalu adalah agak negatip, yaitu dikaitkan dengan goyang Karawang. Perubahan konotasi terjadi setelah melihat sendiri kondisinya. Kali ini ada ketertarikan jalan jalan ke Karawang. Ada 2 hal penting yang menarik untuk jalan jalan ke Karawang. Disamping ada kegiatan baru didunia tenis yaitu pelaksanaan Turnamen Nasional Karawang Junior Open ( 8-10 Mei) dan yang tidak kalah menariknya adalah Pepes Jambal. Sebagai orang yang doyan makan ikan, maka kesempatan ini tidak bisa dilepaskan begitu saja.
Dari Jakarta dengan santai berkendaraan bersama Sarah Hariette Raintung memasuki jalan tol kearah Cikampek. Keluar dari rumah turun hujan cukup lebat, tetapi begitu memasuki tol Bekasi justru udara cukup cerah. Dengan santai jalan di tol dan keluar pintu tol Karawang Barat, masuk kota Karawang yang jalannya kurang menyenangkan akibat gelombang gelombang dijalan karena banyaknya kendaraan berat yang sering melewati jalan tersebut. Setelah jalan terus dan akhirnya belok kekanan masuk kota Karawang dan berhenti sebentar kelapangan tenis yang letaknya dekat dengan Mal Karawang.
Hanya sekedar menengok kelapangan bertemu dengan petinggi Pelti setempat Widjojo dan juga pelaksana Turnamen Erni bersama Referee Eko Supriyatna, maka perjalanan dilanjutkan ke Desa Walahar yang jalannya kearah timur. Setelah melewati perempatan lampu lalu lintas kemudian terus kearah timur , cari jalan belok kanan kearah Pabrik Texmaco. Jalannya cukup besar karena didalamnya ada pabrik tekstil. Melewati fly over dibawahnya ada jalan tol ke Cikampek, maka perjalanan masih diteruskan dan menemui sungai cukup besar dimana sisi kanan terdapat pabrik TEXMACO dan pintu air dari sungai tersebut. Kemudian seratus meter dari pabrik tersebut ada jalan belok kekiri. Masuk kekiri dan tidak berapa jauh didapatkan 2 resto pepes jambal. Yang dipilih karena menurut orang orang lebih enak walaupun tempatnya kurang representatip sebagai restoran yaitu Resto yang kedua karena letaknya berdampingan.
Tempatnya kurang menyenangkan, karena lantainya dari semen dan tergeletak dimana mana buah kelapa muda yang sudah diminum isinya.
Pesanlah makanan, karena sudah siang kurang lebih pukul 13.00, sehingga didapatlah 4 bungkus pepes jambal dan 1 pepes ayam.
Begitu melihat pepes ikannya, langsung terpikirkan ini sama dengan ikan Patin salah satu ikan kesukaaan. Dengan sambel, maka habislah 4 bungkus pepes jamblang dan ayam tersebut. Makan dengan tangan karena tidak disediakan sendok dan garpu kecuali diminta. Tambah sambel memberikan kenikmatan tersendiri. Memang ludes semua hidangan termasuk lalapan yang tersedia. Ini lapar atau memang nikmat, alias maknyus.

Penasaran juga melihat ikannya seperti ikan Patin. Setelah ditanya, ternyata benar juga , jambal di Jawa Barat sama dengan ikan patin. Iseng melihat dapurnya, ternyata cara masaknya, direbus dulu ditungku api dengan kayu bakar, seperti lazimnya di desa, kemudian setelah direbus , dicampur dengan bumbunya yang terdiri dari sere, jahe dll. Setelah dibumbui maka dibakarlah diatas tempat pembakaran diatas tungku api kayu bakar. Tempatnya sekali bakar ukurannya kurang lebih 1,5 m x 2 m. Begitulah melihat cara memasaknya, ruang dapur penuh dengan asap kayu bakar, yang membuat nikmatnya makanan. Walaupun tempatnya kurang memadai dengan 10 meja @ 4-6 kursi, disamping itu pula banyaknya lalat berkeliaran karena kelapa muda cukup bertebaran dilantai belum sempat dibuang keluar, tetapi banyak peminatnya. Mungkin kurang tenaga pemabntu untuk mengangkat sisa sisa kelapa muda tersebut, sehingga diletakkan dilantai saja.
Hanya disayangkan air kelapa mudanya dicampur sirup agar manis. Kurang murni karena terasa tidak seperti air kelapa muda. Lain kali minta tanpa sirup atau gula.
Cukup kenyang menikmati pepes jambal ini, sehingga kembali ke Jakarta dengan perut kenyang membuat ada keinginan kembali lagi ke Karawang. Memang maknyus. Berarti Karawang sekarang bisa diartikan juga dengan goyang lidahnya sebagai oleh oleh wisata kuliner. Memang nikmat goyang Karawang euih !

Kamis, 07 Mei 2009

Cakap cakap dilapangan tenis


Jakarta, 7 Mei 2009. Mengikuti perkembangan media di Indonesia saat ini penh dengan berbagai cerita politik ditutp dengan berita terungkapnya pembunuh Nasrudin (juga pemain tenis) yang diduga melibatkan petinggi di Republim tercinta ini.
Pasca pemilu legislatip penuh dengan berita gerakan politisi menghadapi pemilu presiden tanggal 8 Juli mendatang. Siapa yang akan menantang SBY , siapa yang akan jadi cawapres dari PDIP, maupun GOLKAR.
Saat ini sudah dideklarasikan oleh GOLKAR muncul nama Capres dan Cawapres yaitu YK dan Wiranto. Sedangkan PDIP belum ada, baru muncul Capresnya Megawati.

Ternyata pembicaraan juga masuk dilapangan tenis. Tepatnya Rabu 6 Mei 2009 pagi , ikut latihan dilapangan tenis Gelora Bung Karno. Hadir rekan rekan Diko Moerdono,Christian Budiman dari PP Pelti bersama teman lainnya sepeti Bambang, Djoko, Rizal, Sasmita, Thomas Saroinsong (mantan atlet atletik).
Perdebatan layaknya politisi membicarakan siapa yang akan turun mendampingi SBY, ataupun Megawati. Ada yang kemukakan kalau pendamping SBY adalah Aburizal Bakrie atau Akbar Tanjung. tetapi August Ferry Raturandnag sampaikan sebaiknya dipilih bukan dari partai politik. Karena bisa membuat ketersinggungan partai lain yang ikut koalisi. Lagaknya seperti jago politik saja, padahal buta akan peta kekuatan politik. August Ferry Raturandang sendiri tidak terikat dengan partai politik. Tetapi ada yang menarik pendapat Diko Moerdono yang katakan kalau Megawati tidak akan turun mencalonkan diri. Lebih terlihat manis dan menyenangkan.
“Ayo tarohan, apakah Megawati akan maju sebagai Capres ?” Ajakan ini langsung ditanggapi August Ferry Raturandang. “ Ayo, gua pegang pasti Mega akan calonkan diri jadi Capres. Udah tanggung nih, hanya soal gengsi saja.”
Tantangan inipun diterima oleh Diko dan Christianpun ikut dengan August Ferry Raturadang memegang Megawati akan dicalonpkan oleh PDIP. “Nanti traktir makan sop kambing di Tanjung Karang.”
Setelah latihan tenis pagi ini, acara dilanjutkan di sop kambing jalan Tanjung Karang. Luamyan enak kalau habis capek main tenis. Maklum sudah lama tidak latihan tenis.

Sibuk lain, lupa milik sendiri


Jakarta, 7 Mei 2009. Keasyikan mendorong daerah daerah selenggarakan turnamen nasional maupun Persami sehingga bisa melupakan tugas sendiri didalam menjalankan turnamen Piala Ferry Raturandang. Sudah direncanakan di Palangka Raya ternyata belum bisa dijalankan karena waktu saat ini belum tepat diselenggarakan turnamen tenis akibat padatnya ulangan ataupun ujian mulai dari Sekolah Dasar, Sekolah Menegah Pertama .Maklum sudah tidak punya anak kecil lagi yang masih sekolah, kecuali cucu sendiri yang masih kecil, 4 tahun.

Hal ini juga pernah terjadi beberapa tahun silam, yang baru menyadari setelah menerima SMS dari petenis sendiri menanyakan Persami Piala Ferry Raturandang di Jakarta. Langsung di SMS keseluruh peserta di Jakarta dan bisa berhasil.
Melihat kalender ada hari libur ditanggal 9 dan 10 Mei 2009, maka langsung kirimkan SMS ke rekan di Palangka Raya dan Banjarmasin. Tidak ada respons tetapi kemudian muncul dari Palangka Raya SMS yang menyatakan waktunya tidak tepat karena tanggal 11 Mei 2009 ada ujian anak anak Sekolah Dasar.
Akhirnya dicoba ke Solo, yang kelihatannya ada respons. Hubungi pemilik lapangan GOR Manahan yang sudah dikenal, dan lapanganpun bukan masalah.
Langsung dikirimkannya SMS kepada rekan rekan di Jawa Tengah , Yogyakarta maupun yang di Solo sendiri. Memang ada usulan juga agar tidak tanggal tersebut tetapi diundur ke 16-17 Mei 2009. Usulan datang dari rekan di Yogyakarta, karena tanggal 11 Mei ada ujian Sekolah Dasar.
Sampai dengan waktu penutupan pendaftaran ternyata hanya mencapai 33 peserta baik dari Purwodadi, Pati, Klaten, Solo, Semarang dan Yogyakarta.
Mengingat beaya lapangan cukup besar sehingga perlu dipikirkan juga secara bisnis agar tidak sampai merugikan diri sendiri dimana beaya ke Solo bukannya murah. Ternyata dengan jumlah yang minim ini dimana 33 peserta ikut di kelompok 10 tahun, 12 tahun, 14 tahun dan 16 tahun, hanya putra 12 tahun yang terbanyak yaitu 10 peserta. Berarti kelompok lainnya tidak layak dipertandingkan.
Keputusan harus segera diberikan, dan dengan sangat menyesal diundurkan pelaksanaan sesuai dengan usulan dari rekan di Yogyakarta. Mundurlah ke tanggal 16-17 Mei 2009.
Pemberitahuan langsung melalui SMS kepeserta yang sudah mendaftarkan diri tersebut.

Awalnya ada kebimbangan karena antara ke Solo atau ke Tarakan, karena sudah lama tidak berkunjung ke Tarakan. Jika waktunya bersamaan maka salah satu harus dikorbankan. Tidak mungkin kirim orang saja ke Solo karena baru pertama kali selenggarakan Piala Ferry Raturandang, sehingga dianggap perlu datang sendiri, karena jika berhasil maka otomatis akan selenggarakan Turnamen nasional yunior di Solo. Ini target selanjutnya.

Inilah jika mau lakukan kegiatan dengan kebimbangan maka akan hadapi hambatan alias diundur atau batal.
Kenapa memilih Solo, salah satu alasannya adalah kota Solo memiliki fasilitas lapangan tenis cukup memadai dalam satu lokasi sehingga memudahkan pelaksana turnamen. Disamping itu juga ada permintaan dari rekan tenis di Solo yang memiliki Sekolah Tenios di Gelora Manahan. Permintaannya bukan hanya Persami Piala Ferry Raturandang, tetapi juga turnamen nasional di Solo. Keinginan ini mucul setelah ada kekeceawaan yang didapat mereka terhadap perlakuan pelaksana TDP sebelumnya di kota tersebut. Kedua rekan ini pernah membantu untuk 2 event tersebut. Sebenarnya tidak tertarik karena terjun ke Solo bukan untuk membuat pihak lain sakit hati tetapi untuk memenuhi kebutuhan atlet tenis di Jawa Tengah yang cukup besar potensinya. Disamping itu muncul desakan datang dari yang pernah dikecewakan membuat terbuka hati memenuhi kehendak mereka. Sebenarnya tidak perlu saling menyalahi, kalau memang niat untuk memajukan tenis benar benar datang dari hati ayng bersih, bukan dengan melemparkan fitnah kepada pihak lain yang juga berkeinginan menjalankan amanat dari petenis yunior ini.
Kekecewaan bukan hanya datang dari Solo, tetapi juga dari tetangganya yaitu Yogyakarta yang sempat disampaikan secara terbuka saat berjumpa di Solosewaktu Davis Cup berlangsung.

Sayang sekali ! Memang kalau tidak mau pusing sebaiknya batal saja, tetapi ini bukan solusinya.

Buka Kaca Mobil Sebelum Berkendaraan

Jakarta, 7 Mei 2009. Terima milis dari rekan Indriatno di Jakarta yang cukup bermanfaat bagi setiap insan yang perlu diketahui. Memberikan informasi yang baik kepada masyarakat pecinta tenis tentunya sangat menyenangkan hati. Khususnya bagi pengendara mobil yang bepergian dengan membawa kendaraan mobil yang tentunya memiliki AC.

Jika Anda seorang yg mengendarai mobil silakan buka jendela setelah Anda
masuk mobil dan jangan terburu-buru menyalakan AC. Hal ini dilakukan agar
udara yg ada di dalam mobil bisa segera keluar dan tergantikan dengan udara
yg lebih segar. Ternyata udara yg ada di dalam mobil (saat diparkir)
mengandung Benzene/Bensol.

Darimanakah Benzene ini berasal?
Menurut penelitian yang dilakukan oleh UC, dashboard mobil, sofa, air
freshener akan memancarkan Benzene, hal ini bisa disebabkan oleh suhu
ruangan yg meninggi. (hati2 bila mencium bau plastik terbakar di dalam mobil
anda, segera cek asal bau tersebut). Kalau tidak salah saya pernah membaca
thread tentang bahaya action figure yg kebakar di dalam mobil.. Artikel ini
berhubungan dengan thread tersebut (maaf sampai sekarang saya belum bisa
menemukan thread tersebut).

Tingkat Benzene yang dapat diterima dalam ruangan adalah 50 mg per sq ft.
Sebuah mobil yg parkir di ruangan dengan jendela tertutup akan berisi
400-800 mg dari Benzene. Jika parkir di luar rumah di bawah sinar matahari
pada suhu di atas 60 derajat F, tingkat Benzene berjalan sampai 2000-4000
mg, 40 kali dengan tingkat yang dapat diterima .. Orang-orang di dalam mobil
pasti akan menyedot kelebihan jumlah toksin.

*Bahaya Benzene...*
Efek singkat menghirup high level benzene dapat mengakibatkan kematian,
sedangkan menghirup low level benzene dapat menyebabkan kantuk, pusing,
mempercepat denyut jantung, sakit kepala, tremors, kebingungan, dan
ketidaksadaran.

Long term efeknya bisa menyebabkan kerusakan pada sumsum tulang dan dapat
menyebabkan penurunan sel darah merah, yang mengarah ke anemia. Ia juga
dapat menyebabkan perdarahan yang berlebihan dan menurunkan sistem
kekebalan, meningkatkan kesempatan infeksi, menyebabkan leukemia dan lainnya
yang terkait dengan kanker darah dan pra-kanker dari darah.

Benzene adalah toksin yang menyerang hati, ginjal, paru-paru, jantung dan
otak dan dapat menyebabkan kerusakan kromosonal. Saat ini sedang diadakan
penelitian tentang pengaruh benzene terhadap tingkat kesuburan pria dan
wanita.

Benzene adalah racun yg berbahaya karena tubuh kita kesulitan untuk
mengeluarkan jenis racun ini.

Karena itu sangat disarankan agar Anda membuka jendela dan pintu untuk
memberikan waktu pada udara yg ada di dalam agar keluar sebelum Anda masuk.

Semoga bermanfaat.. ..

Selasa, 05 Mei 2009

Rapat Tim Perumus PNP


Jakarta,5 Mei 2009. Hari ini tidak diduga kalau ada pertemuan tim perumus PNP di kantor PP Pelti. Johannes Susanto (Ketua Bidang Pertandingan PP Pelti) dan Grace Susanto (Komite Peringkat) datang dan August Ferry Raturadang ikut dalam rapat tersebut yang diatur oler Johannes Susanto. Ikut dalam tim perumus setelah membaca konsep PNP yang disodorkan oleh PT. OTHO Indostock ternyata banyak hal yang harus direvisi. Mulai dari awal dimana posisi Wakil Sekjen diletakkan dibawah dari Komite Pertandingan. Setelah diterangkan kepada rekan rekan yang hadir maka dilakukan perubahannya.
"Ada pertanyaan dari Humas, apakah nanti PNP akan dikelola sama pihak luar atau PP Pelti." Langsung pertanyaan ini dijawab oleh penanggung jawab Grace Lumenta dari Komite Peringkat PP Pelti. " PP Pelti." ujarnya.
Selanjutnya dikatakan kalau program PNP yang baru merupakan usulan dari pihak luar dimana banyak hal yang harus diperbaiki. "Pelti ibaratnya beli program ini dari pihak luar." ujar Johannes Susanto.

Banyak poin yang diperbaiki mulai dari usulan adanya PNP KU 8 tahun, 10 tahun dan 12 tahun. ITF sendiri menganjurkan agar pertandingan KU 8 tahun dan 10 tahun menggunakan lapangan khusus , tidak seperti lapangan normal digunakan seperti ini, sehingga tidak perlu oleh Pelti selaku angota ITF membuat aturan tersendir. August Ferry Raturandang mengatakan kalau ITF telah lakukan penelitian sehingga bisa menyimpulkan seperti ini.

Johannes Susanto sendiri mengusulkan hanya sampai KU 12 tahun, 14 tahun, 16 tahun dan 18 tahun dibuat Peringkat Nasional Pelti (PNP). Disamping itu pula dibuatkannya kategori Turnamen (TDP) mulai dari Persami , Bintang/RemajaTenis, TDP lokal, Provinsi dan Nasional. Baik ditingkat yunior maupun kelompok umum. Penyederhanaan kategori berdasarkan hadiah uang (kelompok umum) juga mulai dilakukan. Selama ini kategori TDP Kel. Umum mulai dari prize money Rp 5 juta , 10 juta, 15 juta dstnya. Kali ini sedang dibuatkan konsep mulai dari prize money terendah Rp. 25 juta, Rp. 50 juta, Rp. 75 juta, Rp. 100 juta, Rp. 150 juta, Rp. 250 juta , Rp. 750 juta.
"Persami itu bukan TDP, jadi tidak perlu masuk dalam kategori TDP." ujar August Ferry Raturadang, dan Johannes Susanto tetap menghendaki agar ada PNP nya sehingga dibuat kategori di TDP. Sebenarnya tetap dibuat konversi PNP untuk Persami seperti selama ini, sehingga tidak perlu ada kategorinya di TDP.

August Ferry Raturandang menyangupi merevisi ketentuan TDP baik kelompok yunior dan Umum dalam waktu dekat akan dipresentasikan dalam tim kecil PP Pelti yang terdiri dari bidang pertandingan, pembinaan yunior, senior, pengembangan, humas.

Peringkat Nasional Pelti (PNP) yang beberapa tahun ini dihebohkan oleh orangtua petenis karena dituding tidak transparan, sebenarnya sudah terlalu lama belum direvisi oleh PP Pelti. PNP pertama kali diperkenalkan di tahun 1989, sampai saat ini belum ada perubahan, berbeda dengan Ketentuan TDP yang sudah dua kali alam perubahan, dimana terakhir kali tahun 2004, sehingga seharusnya dirubah atau diperbaiki.
Masalah yang dihebohkan itu hanyalah masalah kategori TDP yang awalnya diumukan disetiap TDP berlangsung tetapi belakangan ini tidak ada satupun TDP Kelompok Umum yang mengumumkannya. Lebih mudah TDP Kelompok umu dibanduingkan Kelompok Yunior. Karena Kategori TDP Kelompok Umum ada tabelmya.

Sabtu, 02 Mei 2009

Permintaan Wild Card di tolak ITF


Jakarta,1 Mei 2009. Akibat kurang memahami aturan ITF soal wild card dikaitkan dengan Age Eligibilty, maka Grace Sari Ysidora tidak diijinkan oleh ITF untuk mendapatkan wild card di Women's Circuit ($ 10,000) di Tarakan. Saya sendiri menerima permintaan wild card dari Grace Sari Ysidora sebagai persyaratan yang harus dilakukan atlet sendiri dengan menulis surat permintaan wild card ke PP Pelti.
Seharusnya setiap atlet maupun pelatih apalagi dibawah management atlet sendiri sudah mempunyai rekord sebelumnya . Ternyata Grace yang belum genap berusia 16 tahun hanya diperkenankan maksimum 3 kali dapat wild card di Women's Circuit. Sebelumnya di Balikpapan Grace sudah dapat 1 wild card babak utama, tapi lupa kalau tahun 2008 sudah 2 kali dapat wild card di Women's Circuit juga.

Ini satu pengalaman dimana jika sudah mulai Go International maka baik pelatih maupun atletnya sendiri sudah harus memahami peraturan peraturan yang berlaku di International Tennis Federation events.
Seperti tulisan saya sebelumnya, sudah saya angkat masalah usia dalam turnamen internasional. Ini sebagai patokan dan harus selalu diketahui dalam mnyusun program try out atlet di turnamen internasional.

Jumat, 01 Mei 2009

Renungan Akhir Pekan

Jakarta, 1 Mei 2009. Memasuki awal bulan Mei 2009 dan diakhir pekan ini perlu juga kiranya kita mengikuti renungan yang saya terima milis dari tetangga.

Hari Pertama
Hari kemarin, anda tidak bisa mengubah apapun yang telah terjadi dan anda tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan.. anda tak
mungkin lagi menghapus kesalahan dan mengulangi kegembiraan yang anda rasakan kemarin. Biarkan hari kemarin lewat " lepaskan saja...."

Hari kedua
Hari esok, sampai dengan mentari esok hari terbit hingga terbenan,
anda tak tahu apa yang akan terjadi. anda tak bisa melakukan apa-apa esok hari. anda tak mungkin sedih, ceria diesok hari karena esok hari belum tiba jadi " biarkan saja..."

Hari ketigaYang tersisa kini hanyalah hari ini. Pintu masa lalu telah tertutup;
pintu masa depan pun belum tiba. pusatkan saja diri anda untuk hari ini.

Anda dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini bila anda
memanfaatkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan esok hari
Hiduplah hari ini, karena masa lalu dan masa depan hanyalah
permainan pikiran yang rumit, hiduplah apa adanya karena yang ada
hanyalah hari ini yang abadi.

Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat, meski
berlaku buruk pada anda. cintailah seseorang dengan sepenuh hati
hari ini, karena mungkin besok cerita sudah berganti. ingatlah bahwa anda menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapakah diri anda sendiri jadi saudaraku, jangan biarkan masa lalu mengekangmu atau masa depan membuatmu bingung lakukan yang terbaik HARI INI bersama TUHAN
YESUS ...........

Gbu..... .

Author unknown

Bolehkah Membatalkan diri dari Turnamen ?


Jakarta, 1 Mei 2009. Ada satu pertanyaan datang kepada saya tentang keinginan mundur di suatu turnamen internasional. Kebetulan saat ini selama 3 minggu ada kegiatan turnamen internasional putri di Balikpapan, Tarakan dan Tanjung Selor (Bulungan). "Bolehkah saya mengundurkan diri dari turnamen? " Ini pertanyaan cukup serious karena ada keinginan untuk mundur karena ada kepentingan lainnya.
Jawabannya saja tentu BOLEH.
Tetapi juga harus ingat akan statusnya diturnamen yang sudah didaftarkannya sendiri ke ITF (selaku pemilik turnamen) sesuai dengan ketentuan yang sudah diatur dalam Code of Conduct.

Ada yang disebut Late withdrawal / No Show. Karena sudah didaftarkan dan melewati batas waktu withdrawal maka akan kena hukuman sesuai dengan ketentuan Code of Conduct ini. Artinya bagi yang sudah terdaftar baik di babak utama maupun kualifikasi kemudian terlambat membatalkan diri maka akan kena penalti maksimum US $ 1,000.

Tetapi ada pengecualian dari kesalahan ini. Yaitu jika sedang bertanding diturnamen yang lain (ITF Women's Circuit atau WTA-Tour event)) dan terdaftar dalam daftar kualifikasi (Acceptance list) dan minta posisi Special Exempt tetapi tidak mendapatkannya, maka dibebaskan dari penalti. Begitu juga jika bertanding diturnamen lainnya (ITF WC) sedangkan namanya terdaftar dalam Acceptance List Kualifikasi dimana waktu sign-in kualifikasi, disilahkan untuk membatalkan diri segera sebelum batas waktu sign-in kualifikasi ditutup. Atau juga penerima wild card turnamen Grand
Slam