Jumat, 05 September 2008

Christo, Jessy dan Bea Lolos ke Semi Final US Open Junior 2008

5 September 2008. Wow, prestasi menakjubkan telah mencatat tinta mas bagi pertenisan Indonesia yang diberikan petenis harapan masa depan Christopher Rungkat (18 th), Jessy Rompies (18 th) dan Beatrice Gumulya ( 17 th) dikancah Grand Slam US Open Junior 2008 yang berlangsung di Flushing Meadow New York. Ketiga petenis tersebut berhasil menembus semifinal ganda baik putra dan putri.

Christopher Rungkat berpasangan dengan Henri Kontinen asal Finlandia sebagai juara Grand Slam French Open 2008, berhasil mengalahkan petenis Asia lainnya asal Chinese Taipei Hsieh Cheng Peng/Yang Tsung Hua 62 64. Calon lawannya disemifinal adalah pasangan dari Thailand Siributwong/Wachiramonowong.

Jessy Rompies / Beatrice Gumulya berhasil lolos ke semifinal setelah mengalahkan petenis Katarzyna (POL) / Romana Tabakova (SVK) 62 75.
Calon lawan disemifinal adalah pasangan gado gado Thailand dan Swedia, Lertcheewakorn/Roma yang unggulan 3.

Dalam sejarah pertenisan Indonesia sepengetahuan August Ferry Raturandang , prestasi terbaik dilakukan diajang Grand Slam US Open telah diberikan oleh Christopher Rungkat, Jessy Rompies dan beatrice Gumulya yang ketiganya adalah pemegang medali emas Pekan Olahraga Nasional XVII Kaltim 2008 di Balikpapan.

Tentunya semua pihak mengaharapkan langkah ketiga petenis Indonesia ini bisa sampai final dan akhirnya mencatat sejarah sebagai JUARA. Semoga semua ini berhasil terpulang kembali kepada kemampuan petenis dan kehendak Tuhan Yang Maha Esa.

Kamis, 04 September 2008

Petenis Indonesia di US Open Junior

4 September 2008. Catatan sejarah di turnamen Grand slam terakhir tahun 2008 dicatat oleh 3 petenis Indonesia, baik putra dan putri. Kebanggaan tersendiri walaupun masih bertahan masuk Kuarter final US Open Junior yang berlangsung sejak 30 Agustus - 7 September 2008 di Flushing Meadow New York, Christopher Rungkat ( 18 th), Jessy Rompies ( 18 th) dan Beatrice Gumulya (17 th) masuk babak utama Tunggal maupun ganda.

Christopher Rungkat dan Beatrice Gumulya hanya bisa bertahan sampai babak kedua, sedangkan Jessy Rompies tumbang dibabak pertama.
Christopher Rungkat mengalahkan Johannes Robert van Overbeek (USA) 62 75, dibabak kedua kalah dari petenis tuan rumah lainnya Bradley Klahn 64 16 36. Beatrice Gumulya mengalahkan Zuzana Luknarova asal Slovakia 26 36, dan kemudian dibabak kedua Beatrice Gumulya kalah dari petenis Belanda Quirine Lemoine 75 67(4) 67.
Sedangkan Jessy Rompies kalah dibabak pertama dari petenis Russia Marta Sirotkina 67 26.

Gagal ditunggal ternyata diimbangi dengan menang dan masih bertahan dan masuk babak kuarter final di ganda, baik Christopher dan Jessy Rompies yang berpasangan dengan Beatrice Gumulya.

Sebagai juara turnamen Grandslam French Open 2008 bersama petenis Finlandia Henri Kontinen, Christopher bisa masuk kuarterfinal juga dengan pasangan yang sama.
Dibabak pertama Christopher Rungkat/Henri Kontinen sebagai unggulan kedua mengalahkan Basic/Wu 64 76(4), dibabak kedua mengalahkan pasangan tuan rumah Devin Britton/Jordan Cox 61 63 Dikuarter final akan bertemu andalan Chinese Taipei Hsieh/Yang.

Jessy Rompies dan Beatrice Gumulya juga tidak kalah, mengawali menang dari Guarachi/McHale 62 62, kemudian mengalahkan pasangan darui Russia Valeria Savinykh/Marta Sirotkina 61 75. Dikuarter final ini akan berhadapan dengan Katarzyna Piter (POL)/ Romana Tabakova (SVK).

Dikuarter final dari 16 petenis ini tercatat dari Asia ada 2 petenis Jepang, 1 petenis Thailand dan 2 petenis Indonesia. Sedangkan di ganda putra tercatat dari 16 petenis ini dari Asia, 2 Chinese Taipei, 2 Thailand dan 1 Indonesia.

Ketiga petenis Indonesia ini, sebelumnya telah berprestasi di Pekan Olahraga Nasional XVII Kaltim di Balikpapan. Christopher Rungkat sebagai pemegang 3 medali emas untuk tunggal putra , ganda putra dan regu putra. Beatrice Gumulya dan Jessy Rompies memborong 2 medali emas yaitu ganda putri dan regu.

Rabu, 03 September 2008

Pembukaan Commonwealth Bank Junior Masters 2008

3 September 2008. Pembukaan turnamen tenis COMMONWEALTH Junior Masters 2008 di lapangan tenis Hotel Sultan Jakarta oleh Sekjen PP PELTI Soebronto Laras cukup semarak. Dihadiri pula oleh Ketua Bidang Pertandingan PP PELTI Johannes Susanto, Wakil Ketua Bidang Pembinaan Yunior Christian Budiman, Wakil Ketua Bidang Pengembangan Slamet Utomo dan juga August Ferry Raturandang. Dan hadir pula mantan petenis nasional Yolanda Soemarno.

Selaku Ketua Panitia Aga Soemarno yang juga mantan petenis nasional, putra dari Yolanda Soemarno, melaporkan kesiapan pelaksanaan yang didukung oleh Commonwealth Bank, setiap peserta pilihan dari seri Bintang diinapkan di Hotel Atlet Century Jakarta. "Kalau malam teman tapi kalau dilapangan tenis jadi musuh. Itulah petenis sejati." ujarnya dengan semangat.
Aga Soemarno memperkenalkan direktur turnamen Harmony Ginting, dan Referee Eka Rachmat yang diminta membacakan nama nama peserta yang telah diundi masuk dalam poll,

Pelaksanan turnamen cukup semarak, setiap peserta diberikan jaket dengan nama nama pesertanya. Merupakan kebanggaaan bagi peserta yang terpilih ikut Masters ini.

Sewaktu memasuki lapangan, August Ferry Raturandang bersama dengan Johannes Susanto, langsung disampaikan adanya yang tidak sesuai "Ini perlu diberitahu kepenyelenggara." ujar AF Raturandang.

Langsung ketemu Aga Soemarno dan disampaikan permasalahannya yang harus diikutinya.

"Ini sehatusnya diberitahu kepenyelenggara. Sebenarnya Referee sudah harus melarangnya karena ini sudah dalam lapangan tenis.Anehnya tidak ada referee yang melaporkan masalah ini" ujar August Ferry Raturandang.

Indriatno Sutjiadi datang dan bertemu Johannes Susanto, August Ferry Raturandang dan Mohan dari Crown Sport. "Ada yang aneh nggak hari ini." pertanyaan ditujukan ke AF Raturandang. "Ya, saya sudah tahu yang dimaksud yaitu warna backdrop."

Oleh Indriatno diminta agar Pelti konsisten terhadap aturannya. Memang betul seperti yang dikatakannya, dan Johannes Susanto mengakuinya dalam melaksanakan penertiban di turnamen dimulai dari catut umur kemudian hadiah uang dan masalah warna juga akan disosialisasikan." Ada prioritasnya kita kerjakan penegakan aturan TDP maupun ITF".
Karena pelaksana belum tahu aturannya, maka diberikan dispensasi atas pelaksana Commonwealth Bank Junior Masters 2008.

Untuk mendatang PP Pelti segera bikin Panduan Pelaksanaan TDP, sehingga pelaksana TDP dapat menjalankan tugasnya lebih terarah lagi dan tidak melanggar rambu rambu yang telah dibuatnya.

NGOBROL DENGAN YOLANDA SOEMARNO
Setelah selesai upacara pembukaan, Yolanda Soemarno datang melihat hajatan putranya Aga Soemarno dan cucunya ikut sebagai peserta.
Pembicaraan ke rencana ikuti turnamen internasional veteran di Beijing bulan Oktober 2008. Indonesia akan kirim petenisnya sekitar 30 petenis veteran.

"Waduh petenis Korea itu mantan petenis Davis Cup, mainnya hebat sekali dikelompok umur 60 tahun." ujar Johannes Susanto.

Oleh Yolanda juga ceritakan ada mantan petenis Fed Cup dari Korea juga ikut, dan masih ada sisa sisa kejayaannya.

August Ferry Raturandang juga tidak mau kalah seru dalam pembicaraan yang sudah menjurus serius.'Ada mantan petenis Fed Cup China juga ikut." ujar AF Raturandang. Langsung oleh Yolanda ditanya namanya.

" Oh namanya itu Loe Bauw Thai." August Ferry Raturandang langsung berdiri ambil ancang ancang mau jalan. Yolanda masih belum "ngeh", tapi Johannes Susanto langsung bicara. "Sialan Loe"

Begitu sadar dikerjain, langsung semua yang hadir ikut tertawa setelah mengerti maksud guyonan AF Raturandang.

Selasa, 02 September 2008

Marah dan Pemecahannya

2 September 2008. Dunia tenis juga sering terjadi ketidak seimbangan atas toleransi diri akibat perbedaan pendapat masing masing individu pelaku tenis. Saat ini kita coba untuk mengatasi segala hal yang timbul akibat MARAH.

Berbicara soal marah sudahlah barang tentu siapapun kita pasti pernah marah. Orang sebaik apapun dia, selama ia masih manusia pastilah pernah marah, hal itu adalah wajar dan manusiawi. Memang ada orang yang gampang marah atau bersifat pemarah tapi ada juga orang yang sabar, tidak mudah marah. Namun perlu diperhatikan bahwa amarah yang tidak terkendali dapat mengakibatkan bahaya, mengapa?

Berikut ini dijelaskan bahwa ada beberapa hal yang dipakai Rasul Paulus untuk menjelaskan mengenai akibat amarah seseorang.

1. Amarah adalah akar dari pembunuhan. Mengapa terjadi pembunuhan? Awal pembunuhan bukan pada saat seseorang mengangkat tangan untuk memukul sampai mati sesamanya, tetapi dimulai dari hati yang mengandung permusuhan, benci, dendam, amarah, iri hati, dan curiga. Kesemuanya itu akhirnya berpengaruh buruk terhadap kata-kata dan perbuatan yang akhirnya menimbulkan perbuatan pembunuhan

2. Amarah merusak persatuan. Marah tidak selalu negatif karena ada teguran yang disampaikan lewat marah. Tetapi kalau marah tanpa sebab yang jelas, itu akan merusak. Perkataan yang pedas membangkitkan marah . Orang yang dimarahi tanpa suatu alasan yang tepat tentu akan merasa tersinggung dan kemudian muncul rasa benci sehingga pergaulan atau persatuan yang baik akan hancur begitu saja.

3. Amarah merusak diri sendiri. Ada orang yang bersifat pemarah. Orang seperti ini tidak bisa melihat kesalahan sekecil apapun. Pokoknya sedikit saja ia melihat kesalahan langsung marah. Hal ini akan membawa dampak pada perkembangan rohaninya. Pertama: ia akan selalu menjadi batu sandungan. Kedua: ia akan berbuat jahat dengan amarahnya. Berhentilah marah dan tinggalkan panas hati itu. Jangan marah itu sampai membawa kepada kejahatan .

Jadi marah itu adalah sesuatu yang manusiawi, namun jangan sampai berbuat dosa dengan marah itu. Lalu bagaimana supaya hal itu bisa kita lakukan? Jangan biarkan amarah itu sampai matahari terbenam, tanpa Saudara membenamkan amarah Saudara. Sekarang marilah kita instrospeksi sikap hidup kita msing-masing. Sudahkah kita menyelesaikan kamarahan sebelum matahari terbenam? Atau sebaliknya kita selalu bersikap marah, sementra matahari telah berulang kali terbenam.

Doa: Berikanlah kami kekuatan agar setiap kali matahari terbenam, kami tidak lagi menyimpan amarah, Amin.

KETIKA MATAHARI TERBENAM INGATLAH BAHWA ITU BERARTI BATAS REDA AMARAH KITA
Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu .

Kita sering marah dan tanpa sengaja telah melukai hati orang lain . Kita pun sering marah dan secara tidak sadar telah menyimpan kemarahan kita dalam tidur kita.

Akibatnya , hormon adrenalin pada waktu tidur bertambah . Jantung kita berdebar . Perasaan kita tidak enak , dan tekanan darah kita jika diukur akan menjadi tinggi.

Akibat tekanan darah tinggi yang menurut pendapat medis saat ini 90% dari hipertensi karena marah , dan terutama waktu kita tidak sadar (tidur). Kita menggunakan 8 jam waktu kita untuk tidur .

Jika anda ingin tidur dengan baik , dan tidak membiarkan anda dikendalikan oleh hormon- hormon seperti epinephrin yang membuat kesehatan anda tergganggu , maka pada sore hari , sebelum matahari terbenam , sebelum kita masuk dalam tidur , marilah kita berdoa seperti syair dibawah , agar kita membereskan hati kita dari kesalahan yang kita buat pada hari ini. Ingat pula kerja enzym-enzym yang teraktif adalah pada waktu kita tidur.

Jika anda coba, tekanan darah anda pasti turun dan hubungan anda dengan Tuhan semakin dekat . Tidurpun bertambah nikmat.

Buatlah suatu doa untuk menyelesaikan masalah dengan kawan kawan pada sore hari

Contoh Motivasi super dahsyat

2 September 2008. Bagi olahragawan , salah satu faktor keberhasilan adalah MOTIVASI. Ini salah satu tulisan yang bermanfaat untuk diketahui seluruh insan tenis. Tentang motivasi super dahsyat. Ini terjadi pada diri atlet atau olahragawan kelas dunia yaitu balap sepeda, Lance Amstrong.

Saya ingin mengajak Anda semua belajar tentang kekuatan motivasi superdahsyat. Sebuah motivasi yang mampu mematahkan vonis dokter ahli akan ketiadaan harapan. Justru dalam keadaan terpuruk dan seolah-olah tiada pertolongan lagi itulah, dia mampu menciptakan rekor balap sepeda dunia tujuh kali. Itulah Lance Armstrong yang kita bahas kali ini.

Sebelumnya, bayangkan dulu satu skenario ini. Anda sudah menggeluti olahraga sepeda ini sejak usia 13 tahun. Olahraga ini sudah khatam Anda jalani. Saat ini, karir olahraga Anda melejit. Beberapa perusahaan rebutan kontrak sponsorship dengan Anda. Dana mengucur deras ke kantong. Tapi, mendadak Anda harus terpaksa dirawat.

Usai menjalani diagnosis, Anda divonis kena kanker ganas dan sudah menjalar ke paru-paru dan otak Anda. Kata dokter, harapan hidup Anda tinggal 40%. Padahal, Anda baru berusia 25 tahun, usia produktif. Lalu apa yang bakal Anda lakukan? Menyerah, mundur dari olahraga, dan mengutuki Tuhan? Atau justru memacu Anda semakin bersemangat untuk menciptakan momen spektakuler dalam sisa waktu ini?

Nah, Lance Armstrong memilih langkah kedua. Inilah yang menjadikan dirinya manusia super dengan catatan rekor luar biasa. Bagaimana bisa? Kisahnya dimulai pada 1996 saat Lance Armstrong jadi pembalap tenar dan baru saja memenangi kejuaraan dunia balap sepeda. Langsung saja, sebuah kontrak senilai US$2,9 juta diberikan kepadanya dari sponsor Prancis. Namun, pada 2 Oktober 1996, dia diperiksa oleh dokter dan dinyatakan menderika kanker testis yang sudah menjalar hingga ke paru-paru serta otaknya. Kesimpulannya, kankernya ganas, harapan hidupnya tinggal 40%, dan kesehatannya makin menurun. Dia pun disarankan banyak istirahat dan berhenti dari latihan fisik.

Lance Armstrong bukan orang yang patah arang. Dia tetap menjalankan latihannya untuk membuktikan masih banyak yang mampu diraihnya. Dia
setia menjalani kemoterapi. Setelah dinyatakan berangsur membaik, Lance Armstrong kembali dengan latihannya, mulai dari latihan sederhananya karena berat badannya turun drastis. Namun belakangan, penurunan berat badan ini menjadi keuntungannya untuk mengikuti turnamen. Akhirnya, saat latihan di trail Blue Rider Mountain , Lance memotivasi dirinya sendiri untuk menciptakan rekor lebih tinggi. Dia meyakini akan sanggup meraihnya.

Intuisinya terbukti pada 1999 saat dia mulai kembali bertanding. Kali ini dalam acara Tour de France yang sangat prestisius. Mula-mula, lajunya lambat dan dia membiarkan orang lain memimpin lebih dulu. Di pertengahan Gunung Alpen, di tengah hujan yang dingin itulah, akhirnya Lance menyalip cepat pembalap yang berada di urutan terdepan. Dan untuk pertama kalinya, dia menjuarai Tour de France. Orang berpikir, inilah tonggak sejarah yang ingin diciptakan oleh Lance Armstrong dan dia akan berhenti setelah itu. Ternyata t ida k. Justru karirnya masih terus melaju, bahkan dia memenangi enam kali berturut-turut lomba Tour de France. Lebih dari itu, berbagai penghargaan juga diraihnya, seperti sport personality terbaik.

Faktor kekuatan

Apakah yang bisa kita pelajari dari Lance Armstrong?
Ada banyak hal. Pertama, tentunya soal kekuatan motivasi yang mengalahkan kekuatan fisik. Seperti yang terjadi pada Lance Armstrong yang berangsur sembuh berkat motivasinya yang gigih, begitu pula banyak dokter menemukan bahwa pasien dengan motivasi sembuh yang luar biasa akan punya peluang sembuh yang lebih besar. Hal ini juga pernah dilakoni oleh tokoh Bruce Lee yang setelah divonis mengalami keretakan fisik lantaran latihannya yang gila-gilaan, justru semakin termotivasi untuk sembuh. Akhirnya, bisa kembali latihan bahkan dengan skills yang lebih dahsyat. Inilah kekuatan motivasi yang sanggup mengalahkan rintangan fisik.

Kedua, Lance Armstrong mengajari kita untuk t ida k perlu meratapi masalah. Tapi, melihat sisi lain dari masalah itu. Saat divonis dokternya dengan kanker, Lance Armstrong t ida k meratapi dirinya dan menyesali diri, tetapi dia justru bangkit dengan kekuatan berlipat. Inilah yang akhirnya membuat dia masih mampu menciptakan enam rekor Tour de France. Coba bandingkan dengan kebanyakan dari kita yang saat menghadapi masalah justru berhenti, mundur, meratapi diri, atau pun menyalahkan orang lain atau bahkan Tuhan.

Ketiga, Lance Armstrong mengingatkan bahwa dalam diri ada kekuatan api motivasi luar biasa yang kadang-kadang tidak kita sadari. Seringkali, dengan berbagai cobaan dan tantangan, justru api itu semakin menyala. Demikianlah rintangan dan cobaan kadang bisa menjadi cara Tuhan 'memberi tahu' betapa mulia dan dahsyatnya kekuatan yang ada pada diri kita. Hal ini seharusnya membuat kita yang normal, sehat, dan memiliki kehidupan bagus, semakin termotivasi. Sayangnya, kadang-kadang ketika segalanya berjalan baik, motivasi kita justru melempem. Memang menjadi pertanyaan kita kalau Lance t ida k kena kanker, apakah dia akan enam kali menjadi juara Tour de France.

Mari kita renungkan lagi kalimat Lance yang menarik, "Segalanya mungkin. Anda boleh dibilang berpeluang 90% atau 50% atau pun 1%. Tapi, yang penting Anda harus tetap percaya dan Anda harus tetap berjuang!"
Sumber: Ketika Motivasi Mengalahkan Fisik oleh Anthony Dio Martin

Senin, 01 September 2008

Hasil Piala Ferry Raturandang ke 55 di Jakarta

1 September 2008. Cuaca kota Jakarta tidak bisa ditawar lagi karena selama dua hari ini turun sangat lebat, sedangkan di Jakarta sedang berlangsung 2 turnamen yaitu Piala Rizal Mallarangeng dan Piala Ferry Raturandang-55. Walaupun turun hujan tidak mematahkan semangat petenis yunior dari Jakarta Devi Hasan, Kikka Adachi, Suryaningsih dan Hayyu Imanda untuk menunggu karena masih di semifinal tunggal putri 14 tahun turnamen tenis yunior memperebutkan Piala Ferry Raturandang ke 55 di lapangan tenis Gelora Bung Karno yang berlangsung 30-31 Agustus 2008.

Devi Hasan berhasil menghentikan majunya Hayyu Imanda dengan angka 41 42, kemudian Suryaningsih mendapatkan perlawanan kewras dari Kikka Adachi dengan angka 53 42. Di final Suryaningsih berhasil kalahkan Devi Hasan 42 42.Hujan yang tidak bersahabat membasahi kota Jakarta dari hari Sabtu dan Minggu, sehingga tertunda besok pertandingan final tunggal putra kelompok umur 14 tahun antara Rizki (Karawang) dan Raheta Rizki Ardiansyah dari Purwakarta.Keluar sebagai juara tunggal putra usia 16 tahun adalah Arief Rahman (YBTA), runner up Hansel Sanjaya dari Banten sedangkan semifinalis Salma Ahmad (Serang) dan Ian Philbert dari Jakarta.Kelompok 12 tahun keluar sebagai juara Armansyah(DKI), runner up Bryan Husin (DKI), semifinalis Jeremy Liem (KTC) dan Priyank Sony (KTC( Untuk kelompok 12 tahun putri keluar sebagai juara putri dari Solihati Moerid mantan petenis nasional Siti Nur Arasy, runner up Irania Shafira ,semifinalis putr dari mantan petenis nasional Irawatri Moerid,Nadia iskandar(DKI) dan Salma Rifasari Wakana(FIKS Bandung).Tunggal putra usia 10 tahun keluar sebagai juara Ezekiel Marvin (DKI), runner up Alga Kusuma Pratiwa, semifinalis Vikri Andriansyah dan Ernest Dagenshart.Untuk putri 10 tahun keluar sebagai juara Heidi Indraswara (DKI) , runner up Patricia Imanuela (DKI), semifinalis Vincentia Alice. Kelompok 8 tahun putri keluar sebagai juara Faustina Muljani (FIKS Bandung) dan runner up Nabila SY Zahra.Turnamen tenis yunior Piala Ferry Raturandang ke 55 diikuti petenis dari Bandung, Serang, Rangkasbitung, Jakarta, terganggu oleh turunnya hujan lebat melanda kota Jakarta.

"Kami akan aktip kembali selenggarakan turnamen Persami setelah 2 bukan absen karena kesibukan." ujar Dino Raturandang selaku penyelenggara.. Selanjutnya dikatakan untuk rencana berikutnya setelah Lebaran, diperkirakan bulan Oktober 2008

Elbert Sie Juara, Andrian Kalah

31 Agustus 2008. Walaupun keinginan cukup besar tanpa didukung oleh stamina yang prima, maka sangatlah sulit bisa mencapai tujuannya menjadi juara. Usia yang sudah mencapai 32 tahun, Andrian Raturandang tidak bisa mengalahkan petenis yang jauh muda usianya Elbert Sie difinal turnamen tenis Piala Rizal Mallarangeng di lapangan tenis Executive Club Hotel Sultan Jakarta.

Perlawanan berarti hanya terjadi di set pertama, dimana ketinggalan 4-1 tetapi berusaha mengejarnya hanya bisa menjadi 4-3, karena Elbert Sie tetap secara konsisten memukul dan melayani permainan Andrian sehingga banyak buat kesalahan sendiri. Kalah 46 diset pertama.
Diset kedua, karena kondisi fisik menurun maka hanya kebagian 1 game saja, 61.

Memang berat diusia 32 tahun jika bertandingan selama 5-6 hari berturut turut, tanpa didukung stamina baik maka semuanya hanya mimpi. Dari keseluruhan permainan petenis Indonesia di turnamen ini, pengamatan August Ferry Raturandang, kelemahan paling menonjol adalah FISIK

Masalah Tepuk Tangan

31 Agustus 2008. Disela sela turnamen tenis nasional Piala Rizal Mallarangeng terjadi percakapan cukup menarik untuk disimak , yaitu masalah Tepuk Tangan.Hadir dalam pembicaraan segitiga antara Slamet Utomo Wakil Ketua Bidang Pengembangan , Christian Budiman Wakil Ketua Bidang Pembinaan Yunior PP PELTI dan August Ferry Raturandang.

Pembicaraan sekitar Tepuk Tangan. Christian Budiman sampaikan pernah terjadi sewaktu menonton pertandingan tenis antar petenis Indonesia, sebagai penonton yang menikmati
pertandingan secara spontan memberikan tepuk tangan disaat melihat pukulan winner dari salah satu petenis Indonesia. Saat itu juga dia ditegur atau dituduh oleh salah satu orangtua memihak kepada petenis tersebut. " Wah serba salah, padahal saya bertepuk tangan untuk kedua pemain jika memukul winner." ujarnya.

Oleh August Ferry Raturandang memberikan pandangan, kalau selama ini menikmati pertandingan tenis cukup dalam hati seaktu melihat pukulan winner. Ini berlaku juga di turnamen internasional maupun nasional. Alasannya, karena kebiasaan sebagai penyelenggara harus bisa bertindak netral, tidak berikan dukungan kepada salah satu pemain. " Ini suatu kebiasaan sehingga sudah terbawa seterusnya." ujar AFR.

"Wah, kalian itu tidak mengerti tujuan orang menonton pertandingan tenis. Harus dinikmati, kalau tidak menikmati tidak usah menonton langsung." ujar Slamet Utomo. Disamping itu pula dikatakan , harus bisa menghormati atau menghargai upaya petenis yang berhasil memberikan permainan cantik ditonton.

Ketiga pendapat semuanya benar, tergantung dari sisi mana melihatnya. Ketiganya adalah petinggi Pelti yang duduk dalam kepengurusan PP Pelti. Ada kekuatiran muncul dugaan dugaan negatip datangnya dari masyarakat jikalau terlihat petinggi Pelti ada kecenderungan memihak. " Ini dugaan sebenarnya agak berlebih, tapi ada kenyataannya."