Jakarta,11 April 2009. Setelah ikut nyontreng Pemilu di Jakarta, mau cari hiuburan di TV, ternyata semua saluran sibuk berita dan berlomba-lomba takut ketinggalan berita maupun dialog aktip soal hasil Pemilu. Capek deh kalau dikutin semuan ya.
Ya, sekedar melepas lelah terima milis dari tetangga yang cukup menarik juga.
Life is too SHORT after watching berbagai "Quick Count", semalam suntuk, dan enggak pada nyambung .... so enjoy your life .....
01. Kalo orang bilang kamu judes, sabar aja.
Kalo orang bilang kamu reseh, senyumin aja.
Tapi kalo ada orang bilang kamu cantik/cakep, tonjok aja tuh orang, karena itu FITNAH !!!
02. IF you need ADVICE, message me.
IF you need FRIEND, call me.
IF you need HELP, E-Mail me.
IF you need MONEY, nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi.
03. Seorang nenek yang nyebrang jalan hampir ketabrak motor.
Pengendara motor marah : "Nenek bego !!! Nyebrang jalan enggak liat-liat !!!"
Nenek sewot : "Loe yang bego !!! Nabrak nenek-nenek aja enggak kena ..!!!"
04. Hasil survey membuktikan bahwa 99% cewe milih cowo karena punya WIBAWA :
wii...BAWA mobil sport,
wii...BAWA uang banyak,
wii...BAWA handphone 10 jt,
wii...BAWA credit card,
wi...BAWA body guard ......!!!!
05. Seorang tukang roti ditabrak metro-mini, lalu polisi datang dan bertanya, "Ada apa Pak ???" Si tukang roti yang sudah sekarat menjawab, "Ada roti isi nanas, keju, coklat, dan mocca ..."
06. Saat KAMU sedih tak satupun yang menyadari kesedihanmu.
Saat KAMU bahagia tak satupun melihat senyumu.
Tapi saat KAMU kentut, semua menoleh kepadamu.
MENYEDIHKAN SEKALI ...
07. Di neraka Malaikat [M] bertanya pada wanita A & B.
M: Pernah selingkuh ???
A: Belum pernah !!!
M: Kamu dapat kunci sorga emas !!!
B: Saya sangat amat sering, abis asyik sih !!!
M: Okay, kamu dapat kunci kamar saya ......
08. Suatu malam BRAD PITT ke diskotik di Tanabang.
Temen-temen enggak sabar bujuk si BRAD supaya ikut goyang ....
"Ayo, goyang dong Brad !!! Goyang dong Brad !!!"
Dari situ lah lagu GOYANG DOMBRET tercipta ...
09. Selamat! Anda mendapatkan kado dari DIGITAL LG. Pilih kado berikut ini :
09.01. DIGI-LAS mobil
09.02. DIGI-LING truk
09.03. DIGI-RING polisi
09.04. DIGI-GIT anjing-gila
10. When I see a baby, I remember "TEDDY BEAR DOLL".
When I see a little girl, I remember "BARBIE DOLL".
When I see you, I remember "PANADOL".
11. Orang AMERIKA kentut bilang EXCUSE ME.
Orang INGGRIS kentut bilang PARDON ME.
Orang SINGAPORE kentut bilang I'M SORRY.
Orang INDONESIA kentut, pasti bilang NOT ME !!! NOT ME !!!
Ha ha ha, begitulah kiranya reseep capek deeh
Sabtu, 11 April 2009
Kamis, 09 April 2009
Resep : Tertawa dan Tersenyumlah

Jakarta, 9 April 2009. Menghadapi kehidupan sehari hari setiap insan berbagai cara mengatasi permasalahannya termasuk juga bagi insan tenis Indonesia disamping sudah memahami apa yang selama ini dituntut kepada atlet atletnya dimana seharusnya juga dijadikan suriteladan, adalah yang disebut SPORTIVITAS.
Dalam menjalankan apa yang selama ini dituntut agar dipegang setiap atlet, maka perlu juga memahami cara cara menangulangi permasalahan seperti dibawah ini :
TERTAWA
Sekali tertawa, pusing kepala hilang.
Dua kali tertawa, bencipun sirna.
Tiga kali tertawa, persoalan lari.
Empat kali tertawa, penyakit sembuh.
Lima kali tertawa, jadi awet muda.
Enam kali tertawa, hati penuh sukacita.
"Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan!" Filipi 4:4
SENYUM
Sekali senyum, curiga hilang.
Dua kali senyum, jadi sahabat.
Tiga kali senyum, hati penuh damai.
Empat kali senyum, beban jadi ringan.
Lima kali senyum, rezeki datang.
Enam kali senyum, keluarga rukun.
"Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada
kesukaran" Amsal 21:23
HATI
Hati yang gembira, adalah obat yang manjur.
Hati yang keras, menemui jalan buntu.
Hati yang lembut, mendatangkan sahabat.
Hati yang loba, menciptakan perangkap.
Hati yang bersih, menjauhkan masalah.
Hati yang licik, mendatangkan musuh.
"Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah
terpancar kehidupan" Amsal 4:23
MARAH
Sekali marah, Sukacita hilang.
Dua kali marah, Akal sehat terbang.
Tiga kali marah, Tekanan darah naik.
Empat kali marah, teman-teman pergi.
Lima kali marah, Jadi cepat tua.
Enam kali marah, Pintu dosa terbuka.
"Amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah" Yakobus
1:20
BANYAK
Dalam hidup ini…
Berdoalah yang banyak, agar hati tenang.
Taburlah yang banyak, agar menuai banyak.
Bertanyalah yang banyak, agar ilmu bertambah.
Bacalah yang banyak, agar jadi lebih bijak.
Lihatlah yang banyak, agar tambah pengalaman.
Dengarlah yang banyak, agar penuh pertimbangan.
Jalan-jalanlah yang banyak, agar tidak kuper.
Kerjalah yang banyak, agar tidak kekurangan.
Dan…banyaklah humor, agar sehat dan awet muda.
"Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya" Galatia
6:7b
KURANGI & PERBANYAK
Dalam hidup ini…
Kurangi ucapan yang mendendam, perbanyak ucapan yang mengasihi.
Kurangi kata-kata yang mengejek, perbanyak kata-kata yang menghargai.
Kurangi kata-kata yang melemahkan, perbanyak kata-kata yang mendorong.
Kurangi perkataan yang menolak, perbanyak perkataan yang
memperhatikan.
Kurangi kata-kata kritik, perbanyak perkataan yang membangun.
Kurangi kata-kata yang sia-sia, perbanyak kata-kata yang mendatangkan
inspirasi.
Kurangi kata-kata yang kasar, perbanyak kata-kata yang lemah lembut.
"Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar." Kolose
4:6
Hidup Adalah Melayani
Jakarta, 9 April 2009. Bulan April bagi pelaku olahraga asal Sulawesi Utara sangat kental dengan acara PASKAH, sehingga momen ini digunakan untuk berkumpul saling lepas kangen karena jauh dari desa atau kampung masing masing. Mulai dikenal sejak tahun 1924 sehingga dianggap sebagai asal usulnya MAESA ( artinya bersatu), salah satu klub olahraga di Indonesia. Saya sendiri mulai mengenal MAESA karena orangtua (alm) aktip ikut diturnamen tenis di Jakarta, Bandung, Surabaya sejak tahun 1955. Dan sempat bentuk klub tenis MAESA di Singaraja Bali dan Lombok (Nusa Tenggara Barat).Setelah tahun 1972 saya masuk Jakarta secara perlahan akhirnya ikut dalam kepengurusan Maesa sampai saat ini dipercaya sebagai Ketua Bidang Pembinaan PB POR Maesa dibawah komando Ketua Umum EE Mangindaan, dimana sebelumnya di bidang Pertandingan.
Kegiatan olahraga MAESA tidak putus putusnya setiap tahun disuasana Paskah (tahun 2009 jatuh pada Minggu 12 April). Suasana religi lebih melekat sehingga setiap adakan turnamen tenis selalu ada kegiatan beribadah dilapangan tenis.
Sebagai pelaku tenis jika ingin awet dan bisa berkreasi maka kita harus ingat akan ajaran agama, yaitu HIDUP ADALAH MELAYANI. Salah satu resep jitu menjalankan tugas. Hal ini bisa dilakukan sebagai petinggi induk organisasi tenis di Indonesia. Saya mencoba mengutip salah satu milis tetangga dan patut juga diketahui semua pihak sehingga pertenisan Indonesia bisa maju kedepan mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia. Saat ini satu satunya yang bisa mengangkat harkat dan martabat bangsa adalah OLAHRAGA. Ini tidak bisa dipungkiri.
HIDUP ADALAH MELAYANI
“Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang.” Ibrani 6:10
Pelayanan bukanlah istilah asing bagi orang Kristen karena kekristenan memang tidak terpisahkan dari pelayanan. Semua orang Kristen harus melayani sekuat tenaga, sama seperti Yesus saat berada di bumi. Ia berkata, “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga..” (Yohanes 5:17). Oleh karenanya kita diingatkan agar menggunakan waktu sebaik-baiknya bekerja bagi Tuhan melalui pelayanan.
Gereja pun menghimbau jemaat untuk terlibat langsung dalam pelayanan. Para hamba Tuhan ingin agar masing-masing anggotanya menjadi jemaat yang aktif, bukan datang ke gereja hanya untuk menyanyi, mendengarkan kotbah lalu pulang, namun tergerak untuk melayani Tuhan sesuai dengan talenta yang kita miliki.
Gereja adalah tubuh Kristus yang terdiri dari banyak bagian, dan setiap bagian memiliki tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Alkitab menyatakan, “Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, -yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota- ...” (Efesus 4:16). Untuk tujuan itulah kita diberi karunia dan talenta yang berbeda-beda agar kita dapat menyelesaikan tugas pelayanan dengan baik. Tidak ada alasan bagi orang Kristen untuk tidak terlibat dalam pelayanan, sekecil apa pun. Ingat, pada saatnya Tuhan akan menuntut pertanggungjawaban kita atas apa yang telah Dia beri (baca perumpamaan tentang talenta dalam Matius 25:14-30). Jangan pernah berpikir bahwa kita hanya memiliki sedikit talenta atau tidak bisa apa-apa, lalu hal itu kita jadikan alasan untuk tidak melayani. Jika kita berbuat demikian, berarti kita tidak menghargai kasih karunia Tuhan, sama seperti hamba yang diberi satu talenta oleh tuannya, bukannya mengusahakan supaya talentanya bertambah, malahan hanya menyimpannya. Meskipun manusia menganggap remeh dan sepele pelayanan kita, di mata Tuhan kita sangat berharga. Apa pun yang kita kerjakan dalam pelayanan, Bapa di sorga sangat memperhatikan dan memperhitungkan. Selalu ada upah untuk setiap jerih payah!
Semoga ini sangat bermanfaat bagi petinggi olahraga baik ditingkat klub sampai ke induk organisasi cabang olahraga di Indonesia.
Kegiatan olahraga MAESA tidak putus putusnya setiap tahun disuasana Paskah (tahun 2009 jatuh pada Minggu 12 April). Suasana religi lebih melekat sehingga setiap adakan turnamen tenis selalu ada kegiatan beribadah dilapangan tenis.
Sebagai pelaku tenis jika ingin awet dan bisa berkreasi maka kita harus ingat akan ajaran agama, yaitu HIDUP ADALAH MELAYANI. Salah satu resep jitu menjalankan tugas. Hal ini bisa dilakukan sebagai petinggi induk organisasi tenis di Indonesia. Saya mencoba mengutip salah satu milis tetangga dan patut juga diketahui semua pihak sehingga pertenisan Indonesia bisa maju kedepan mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia. Saat ini satu satunya yang bisa mengangkat harkat dan martabat bangsa adalah OLAHRAGA. Ini tidak bisa dipungkiri.
HIDUP ADALAH MELAYANI
“Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang.” Ibrani 6:10
Pelayanan bukanlah istilah asing bagi orang Kristen karena kekristenan memang tidak terpisahkan dari pelayanan. Semua orang Kristen harus melayani sekuat tenaga, sama seperti Yesus saat berada di bumi. Ia berkata, “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga..” (Yohanes 5:17). Oleh karenanya kita diingatkan agar menggunakan waktu sebaik-baiknya bekerja bagi Tuhan melalui pelayanan.
Gereja pun menghimbau jemaat untuk terlibat langsung dalam pelayanan. Para hamba Tuhan ingin agar masing-masing anggotanya menjadi jemaat yang aktif, bukan datang ke gereja hanya untuk menyanyi, mendengarkan kotbah lalu pulang, namun tergerak untuk melayani Tuhan sesuai dengan talenta yang kita miliki.
Gereja adalah tubuh Kristus yang terdiri dari banyak bagian, dan setiap bagian memiliki tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Alkitab menyatakan, “Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, -yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota- ...” (Efesus 4:16). Untuk tujuan itulah kita diberi karunia dan talenta yang berbeda-beda agar kita dapat menyelesaikan tugas pelayanan dengan baik. Tidak ada alasan bagi orang Kristen untuk tidak terlibat dalam pelayanan, sekecil apa pun. Ingat, pada saatnya Tuhan akan menuntut pertanggungjawaban kita atas apa yang telah Dia beri (baca perumpamaan tentang talenta dalam Matius 25:14-30). Jangan pernah berpikir bahwa kita hanya memiliki sedikit talenta atau tidak bisa apa-apa, lalu hal itu kita jadikan alasan untuk tidak melayani. Jika kita berbuat demikian, berarti kita tidak menghargai kasih karunia Tuhan, sama seperti hamba yang diberi satu talenta oleh tuannya, bukannya mengusahakan supaya talentanya bertambah, malahan hanya menyimpannya. Meskipun manusia menganggap remeh dan sepele pelayanan kita, di mata Tuhan kita sangat berharga. Apa pun yang kita kerjakan dalam pelayanan, Bapa di sorga sangat memperhatikan dan memperhitungkan. Selalu ada upah untuk setiap jerih payah!
Semoga ini sangat bermanfaat bagi petinggi olahraga baik ditingkat klub sampai ke induk organisasi cabang olahraga di Indonesia.
Humor Setelah Menyontreng
Jakarta, 9 April 2009. Setelah selesai jalankan tugas sebagai warganegara yang baik adalah ikut mensukseskan pemilu yang merupakan salah satu program dari Pemerintah, sayapun membuka email yang ada. Terkesan dengan kiriman dari tetangga milis yang cukup lucu dan cukup mengena. Tadi setelah mendapatkan nomer 129, butuh waktu karena giliran yang sedang menyontreng nomer 101. Selama ini tidak pernah melihat daftar nama2 caleg yang begitu banyak.Capek deh, lebih enak baca humor.
KUDA SOMBONG
Seorang mahasiswa yang segera akan menyelesaikan pendidikan seminarinya mengikuti kegiatan field school atau KKN (kuliah kerja nyata) di sebuah daerah pelosok yang jauh dari kota. Penempatan di daerah pedalaman ini antara lain untuk pendidikan mental pemuda yang agak sombong ini karena dia berasal dari keluarga berada di kota besar.Dalam perjalanan dengan bis penumpang umum menuju sebuah desa dia duduk berdekatan dengan seorang ibu petani yang terus memangku sebakul jagung.“Bu, hanya sebakul jagung saja sampai dipangku seperti itu.
Kenapa tidak ditaruh di lantai saja?” kata pemuda kota ini.“Ini makanan pokok kami yang paling berharga,” jawab ibu petani itu.“Makanan berharga? Kalau di kota, jagung hanya untuk makanan kuda,” ujarnya dengan nada sombong.Saat bis mulai memasuki jalan menurun yang berkelok-kelok, pemuda tersebut mulai terserang pusing dan mual sampai akhirnya termuntah-muntah. Rupanya pagi hari itu dia sempat sarapan bubur sayur campur jagung yang kini terlontar keluar.“Supir, berhenti! Ada kuda muntah di samping saya!” teriak ibu petani.
(Pesan moral: Pepatah lama mengatakan, setiap kesombongan selalu ada harganya! Kerap kali kesombongan mesti dibayar dengan uang, terkadang dengan rasa malu. “Tuhan itu tinggi, namun Ia melihat orang yang hina, dan mengenal orang yang sombong dari jauh” Mzm. 138:6.)***
CALON INTEL
Badu, seorang remaja putus sekolah, berambisi menjadi petugas intel kepolisian. Demikianlah pada hari yang ditentukan dia menghadap perwira penguji untuk ujian pengetahuan umum secara lisan.
Penguji: Soal pertama, geografi. Sebutkan kota di pulau Jawa yang selalu mendapat nilai 7?
Badu: Salatiga, pak. Sebab kalau salah dua nilainya pasti 8!
Penguji: Jawabanmu masuk akal, meski bukan itu yang dimaksud. Sekarang Bahasa Indonesia. Uraikan kalimat “Apa sebabnya dinamakan nasi goreng.
”Badu: Sebab Dina lapar.
Penguji: Apa maksud kamu?
Badu: Jawaban sesuai bunyi pertanyaan bapak, “Apa sebabnya Dina makan nasi goreng.
”Penguji: Hmm…boleh juga argumentasi kamu. Lanjut dengan soal fisika. Apa sebabnya suhu udara di Indonesia belakangan ini semakin panas?
Badu: Sebab Matahari buka cabang di mana-mana!
Penguji: Kamu main-main atau mau bercanda, ha?
Badu: Tidak pak. Saya menjawab secara jujur, karena saya orang Kristen!
Penguji: Kalau kamu benar-benar orang Kristen, siapa yang membunuh Habel?
Badu: Ehm…ehmm… (tergagap).
Penguji: Kalau begitu sekarang juga kamu pulang dan cari tahu!
Ketika Badu tiba di rumah dia sudah ditunggu oleh ibunya dan beberapa teman. “Bagaimana, berhasil? Apa kamu lulus diterima jadi intel?”
“Wah, tidak disangka saya langsung mendapat tugas penting,” jelas Badu dengan bangga. “Saya diperintahkan segera mencari pembunuh korban bernama Habel!”
(Pesan moral: Terkadang sulit memisahkan antara keganjilan berpikir dengan kedunguan. Namun, kecerdasan menurut dunia bisa jadi kebodohan bagi surga. “Janganlah ada orang yang menipu dirinya sendiri. Jika ada di antara kamu yang menyangka dirinya berhikmat menurut dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya ia berhikmat” 1Kor. 3:18.)***
HITAM JUGA, PUTIH JUGA
Seorang gembala di Palestina sedang menggembalakan domba-dombanya di padang ketika lewat seorang wartawan yang tertarik pada kawanan ternaknya yang sebagian berwarna hitam dan sebagian lagi putih.“Dombamu cukup banyak. Bolehkah saya bertanya sesuatu?” tanya wartawan itu.“Tentu saja boleh,” balas gembala.“Sampai seberapa jauh ente menggembalakan domba-domba itu setiap hari?”“Domba yang mana, yang hitam atau putih?”“Yang hitam.”“Tiap hari mereka berjalan sampai sekitar lima kilometer,” jelas gembala.“Kalau yang berwarna putih?”“Yang putih juga.”“Seekor domba makan berapa banyak rumput dalam sehari?”“Domba yang mana, yang hitam atau putih?”“Yang hitam.”“Rata-rata domba yang hitam makan sebakul rumput dalam sehari.”“Kalau yang putih?”“Yang putih juga.”“Berapa pon wol dapat dihasilkan seekor domba dalam setahun?”“Domba yang mana, yang hitam atau putih?”“Yang hitam..”“Biasanya dalam setahun domba yang hitam menghasilkan 5-6 pon wol.”“Kalau yang putih?”“Yang putih juga.” Wartawan menjadi penasaran lalu bertanya, “Mengapa setiap kali saya bertanya, ente selalu membedakan antara domba yang hitam dan yang putih?”Jawab si gembala,
“Tentu saja, karena domba yang hitam itu milik saya.”“Kalau yang putih?”“Yang putih juga!”
(Pesan moral: Banyak orang memiliki kebiasaan berpikir dikotomis, suka membeda-bedakan orang berdasarkan atribut tertentu, meski pada hakikatnya semua manusia adalah sama di mata Tuhan. Kemajemukan umat Tuhan bukan untuk dipisah-pisahkan melainkan untuk diintegrasikan. “Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang” Kis. 10:34
__._,_.___
KUDA SOMBONG
Seorang mahasiswa yang segera akan menyelesaikan pendidikan seminarinya mengikuti kegiatan field school atau KKN (kuliah kerja nyata) di sebuah daerah pelosok yang jauh dari kota. Penempatan di daerah pedalaman ini antara lain untuk pendidikan mental pemuda yang agak sombong ini karena dia berasal dari keluarga berada di kota besar.Dalam perjalanan dengan bis penumpang umum menuju sebuah desa dia duduk berdekatan dengan seorang ibu petani yang terus memangku sebakul jagung.“Bu, hanya sebakul jagung saja sampai dipangku seperti itu.
Kenapa tidak ditaruh di lantai saja?” kata pemuda kota ini.“Ini makanan pokok kami yang paling berharga,” jawab ibu petani itu.“Makanan berharga? Kalau di kota, jagung hanya untuk makanan kuda,” ujarnya dengan nada sombong.Saat bis mulai memasuki jalan menurun yang berkelok-kelok, pemuda tersebut mulai terserang pusing dan mual sampai akhirnya termuntah-muntah. Rupanya pagi hari itu dia sempat sarapan bubur sayur campur jagung yang kini terlontar keluar.“Supir, berhenti! Ada kuda muntah di samping saya!” teriak ibu petani.
(Pesan moral: Pepatah lama mengatakan, setiap kesombongan selalu ada harganya! Kerap kali kesombongan mesti dibayar dengan uang, terkadang dengan rasa malu. “Tuhan itu tinggi, namun Ia melihat orang yang hina, dan mengenal orang yang sombong dari jauh” Mzm. 138:6.)***
CALON INTEL
Badu, seorang remaja putus sekolah, berambisi menjadi petugas intel kepolisian. Demikianlah pada hari yang ditentukan dia menghadap perwira penguji untuk ujian pengetahuan umum secara lisan.
Penguji: Soal pertama, geografi. Sebutkan kota di pulau Jawa yang selalu mendapat nilai 7?
Badu: Salatiga, pak. Sebab kalau salah dua nilainya pasti 8!
Penguji: Jawabanmu masuk akal, meski bukan itu yang dimaksud. Sekarang Bahasa Indonesia. Uraikan kalimat “Apa sebabnya dinamakan nasi goreng.
”Badu: Sebab Dina lapar.
Penguji: Apa maksud kamu?
Badu: Jawaban sesuai bunyi pertanyaan bapak, “Apa sebabnya Dina makan nasi goreng.
”Penguji: Hmm…boleh juga argumentasi kamu. Lanjut dengan soal fisika. Apa sebabnya suhu udara di Indonesia belakangan ini semakin panas?
Badu: Sebab Matahari buka cabang di mana-mana!
Penguji: Kamu main-main atau mau bercanda, ha?
Badu: Tidak pak. Saya menjawab secara jujur, karena saya orang Kristen!
Penguji: Kalau kamu benar-benar orang Kristen, siapa yang membunuh Habel?
Badu: Ehm…ehmm… (tergagap).
Penguji: Kalau begitu sekarang juga kamu pulang dan cari tahu!
Ketika Badu tiba di rumah dia sudah ditunggu oleh ibunya dan beberapa teman. “Bagaimana, berhasil? Apa kamu lulus diterima jadi intel?”
“Wah, tidak disangka saya langsung mendapat tugas penting,” jelas Badu dengan bangga. “Saya diperintahkan segera mencari pembunuh korban bernama Habel!”
(Pesan moral: Terkadang sulit memisahkan antara keganjilan berpikir dengan kedunguan. Namun, kecerdasan menurut dunia bisa jadi kebodohan bagi surga. “Janganlah ada orang yang menipu dirinya sendiri. Jika ada di antara kamu yang menyangka dirinya berhikmat menurut dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya ia berhikmat” 1Kor. 3:18.)***
HITAM JUGA, PUTIH JUGA
Seorang gembala di Palestina sedang menggembalakan domba-dombanya di padang ketika lewat seorang wartawan yang tertarik pada kawanan ternaknya yang sebagian berwarna hitam dan sebagian lagi putih.“Dombamu cukup banyak. Bolehkah saya bertanya sesuatu?” tanya wartawan itu.“Tentu saja boleh,” balas gembala.“Sampai seberapa jauh ente menggembalakan domba-domba itu setiap hari?”“Domba yang mana, yang hitam atau putih?”“Yang hitam.”“Tiap hari mereka berjalan sampai sekitar lima kilometer,” jelas gembala.“Kalau yang berwarna putih?”“Yang putih juga.”“Seekor domba makan berapa banyak rumput dalam sehari?”“Domba yang mana, yang hitam atau putih?”“Yang hitam.”“Rata-rata domba yang hitam makan sebakul rumput dalam sehari.”“Kalau yang putih?”“Yang putih juga.”“Berapa pon wol dapat dihasilkan seekor domba dalam setahun?”“Domba yang mana, yang hitam atau putih?”“Yang hitam..”“Biasanya dalam setahun domba yang hitam menghasilkan 5-6 pon wol.”“Kalau yang putih?”“Yang putih juga.” Wartawan menjadi penasaran lalu bertanya, “Mengapa setiap kali saya bertanya, ente selalu membedakan antara domba yang hitam dan yang putih?”Jawab si gembala,
“Tentu saja, karena domba yang hitam itu milik saya.”“Kalau yang putih?”“Yang putih juga!”
(Pesan moral: Banyak orang memiliki kebiasaan berpikir dikotomis, suka membeda-bedakan orang berdasarkan atribut tertentu, meski pada hakikatnya semua manusia adalah sama di mata Tuhan. Kemajemukan umat Tuhan bukan untuk dipisah-pisahkan melainkan untuk diintegrasikan. “Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang” Kis. 10:34
__._,_.___
Selasa, 07 April 2009
Siapkan Pekan Olahraga Tenis Nasional 2009

Jakarta, 7 April 2009. Hari ini dipanggil ketemu Ketua umum PP Pelti Martina Widjaja dikantornya di Slipi. Maksudnya untuk mematangkan rencana event akbar yang akan digelar 27 Juni - 5 Juli tahun 2009. Yaitu Pekan Olahraga Tenis Nasional yang direncanakan akan diselenggarakan setiap tahun. Kenapa muncul pemikiran diadakan Pekan Olahraga Tenis Nasional. Ini idea brilian karena selama ini sering terjadi apa yang disebut dengan pembinaan instan dilakukan oleh pelaku pelaku olahraga di Tanah Air khususnya didaerah daerah. Sebagai contoh, Pekan Olahraga Nasional (PON) yang awalnya bertujuan untuk mempersatukan bangsa Indonesia bukan untuk meningkatkan prestasi atau pembinaan sebagai prioritas utama. Ibaratnya hanyalah pesta setiap 4 tahun sekali. Coba lihat atlet yang bertanding sudah tidak murni berasal dari daerah tersebut. Pengamatan saya di tingkat kompetisi daerah. Setiap Provinsi selenggarakan Pekan Olahraga Daerah (PORDA) atau sekarang menjadi PORPROV. Khususnya tenis, PORDA di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Jawa Barat dan seterusnya ditahun 2007, atlet yang mewakili Kabupaten ataupun Kotamadya ternyata atlet atlet Jakarta . Heibat sekali, ini penyebab tidak berkembangnya atlet lokal daerah tersebut.
Menyadari hal ini tidak bisa berlangsung terus, Martina Widjaja Ketua Umum PP Pelti 2007-2012 mencetus Pekan Olahraga Tenis Nasional. Formatnya sama seperti PON yaitu Beregu dan perorangan. Mulai dari kelompok umur 14 tahun, ditambah Kelompok Umur 16 tahun, Kelompok umum dan Kelompok Veteran.
Waktu yang dipilih adalah tanggal 27 Juni - 5 Juli 2009 di lapangan tenis Gelora Bung Karno baik lapangan keras maupun lapangan gravel mulai pukul 08.00- 22.00. Ini merupakan pesta selama 9 hari di Senayan. Disamping ada pertandingan akan ada juga semacam bazar.
Nah, total hadiahnya disediakan sebesar Rp. 500 juta, dimana pesertanya harus berasal dari wakil PengProv Pelti seperti layaknya peserta PON. Jadi tidak ada peserta merupakan wakil pribadi pribadi, seperti Open Tournament atau TDP selama ini. Dan satu lagi ada hadiah khusus sebesar Rp. 100 juta diberikan kepada Pengprov yang keluar sebagai juara umum. Ini menarik juga.
PP Pelti segera membentuk panitia penyelenggara dimana penanggung jawab adalah Soebronto Laras, sedangkan sebagai koordinator pertandingan dipegang oleh Ketua Bidang Pertandingan Johannes Susanto dan saya sendiri sebagai wakilnya bersama Hudani Fajri. Setiap daerah atau provinsi mengirimkan tim putra, putri KU 14 tahun , 16 tahun maupun kelompok umum dimana setiap tim terdiri dari minimal 3 - 4 petenisnya dalam regu tersebut. Khususnya kelompok veteran setiap provisi mengirimkan regu yang terdiri dari Tunggal Putra, Putri, ganda putra , ganda putri dan ganda campuran.
Edaran akan segera dikirimkan kesetiap pengprov Pelti dimana Entry by Number jatuh tanggal 1 Mei 2009 dan Entry by Name tanggal 27 Mei 2009 . Dengan batas waktu disebutkan maka akan diketahui umlah pesertanya. Yang jadi pertanyaan, siapkah Pengprov Pelti kirimkan atlet atletnya !
Lebih baik masuk Bui !

Jakarta, 7 April 2009. Setelah kirimkan SMS ke masyarakat tenis di Bumi Ethan (Kaltim), ada inisiatip datang dari salah satu wasit tenis di Samarinda yang juga sudah mengenal keluarga dari petenis yang kedapatan memalsukan copy akte kelahiran yang digunakan di turnamen nasional yunior Samarinda mahakam open 2009 yang berlangsung akhir Januari 2009.
Reaksi yang muncul datang dari Rohadi,SPd yang berdomisili di Samarinda, langsung berjanji akan menghubungi orangtua petenis tersebut Fatur Rahman, minta klarifikasi, sedangkan dari petingi Pelti Samarinda cuma beritahu akan di cek dalam SMS yang saya terima dari Herman (sekretaris) anggota Pelti Samarinda.
Siang hari saya terima telpon langsung dari Rohadi yang memberitahukan kalau sudah bertemu dengan orangtua Fatur Rahman di Samarinda. Hasil pertemuan disampaikan kepada saya kalau ada pengakuan dari orangtua Fatur Rahman kalau anaknya itu lahir tahun 1992. Berarti waktu ikut turnamen Mahakam Samarinda Open maupun Balikpapan Open sudah berikan informasi palsu yaitu masih berusia 15 tahun sehingga bisa ikut turnamen di kelompok umur 16 tahun, padahal sebenarnya sudah berusia 17 tahun.
Pengakuan jujur diakuinya dari orangtua petenis yunior ini, hanya saya tidak diberitahu alasan kenapa sampai memalsukan umurnya. Hal ini tidak saya pertanyakan, karena pengakuan ini sudah cukup bagi saya sebagai pembuktian ada pemalsuan umur.
Tetapi ada satu permintaan orangtuanya yang tidak mungkin saya bisa penuhi. Yaitu minta tolong agar tidak disebar luaskan kepada umum karena mereka sudah malu ketahuan. Hal ini langsung saya katakan kalau permintaan ini tidak bisa saya terima karena hari ini semua nomer HP dari masyarakat tenis di Kalimantan Timur bahkan di Jawa sekalipun saya sebar luaskan kasus ini beserta namanya. Setiap petenis sudah harus ditanamkan sejak usia dini soal sportivitas. Pengumuman ini juga suatu bentuk hukuman moral yang bisa saya lakukan kepada pelaku pelaku yang sangat berbakat jadi MALING, bukan sebagai petenis andal nantinya. Bahkan akan diusulkan agar setiap TDP di Kalimantan Timur akan diumumkan nama pelaku pemalsu umur. Perbuatannya sudah tidak bisa ditolerir.
Saya sempat katakan sama Rohadi untuk disampaikan kepada orangtu dari Fatur Rahman kalau perbuatannya sudah termasuk kriminal. Jika dilaporkan kepada Polisi terhadap pemalsuan dokumen negara maka obatnya adalah masuk BUI. Entengkan dan saya kira semua pihak setuju sekali dengan tindakan masuk bui itu.
Yang hebatnya sampai tulisan ini dibuat tidak ada pernyataa saya terima dari yang namanya FORKOPI (Forum Komunikasi Orangtua Petenis Indonesia). Apakah mendukung si pencuri atau yang membongkar kasus ini kepermukaan. Kalau tahun 2007, pertama kali saya ungkapkan kasus curi umur justru dukungan pertama datang dari FORKOPI. Kali ini tidak, aneh tapi nyata ya !
Untung saja saya bukan Pengurus FORKOPI karena sudah tidak punya anak yunior yang masih main tenis, kecuali cucu yang masih 4 tahun usianya. mudah mudahan mai tenis tahun depan. Atau saya bikin saja Forum Kakek Nenek Petenis Indonesia kali baru bisa membantu Pelti untuk membongkar kasus kasus ini sebagai bentuk nyata membina petenis Indonesia.
Calon Pengurus sudah ada yaitu Achmad Moerid yang 2 cucunya bermain tenis, ini pengamatan saya dilapangan ada Kakek yang aktip ikuti cucunya bertanding kemana mana, tapi yakin masih banyak lagi bisa daftar sebagai anggota Forum Kakek Nenek Petenis Indonesia. Apa ya singkatannya, ah malas mikirin, emangnya gue pikirin. Bodo !
Senin, 06 April 2009
KOMENTAR SEKITAR CATUT UMUR

Jakarta,7 April 2009. Setelah kirimkan informasi kasus penemuan catut umur oleh petenis asal Samarinda bernama Fatur Rahman keseluruh rekan rekan tenis baik di Bumi Ethan dan lain lainnya, pagi ini langsung terima reaksi positip datang sebagai respons terhadap informasi tersebut.
Dalam perjalanan terima telpon masuk dari rekan di Balikpapan Susan Soebakti yang juga Ketua Pengkot Pelti Balikpapan disamping Komite Pertandingan PP Pelti. " Saya tilpon biar tidak capek deeh. " ujarnya cukup ceria pagi ini. Enak juga mendengar suara merdu ditelinga walaupun dari jauh, tambah segar juga. Kemudian dilanjutkan dengan persiapan turnamen Women Circuit ($ 25,000) yang akan diselenggarakan di Balikpapan tanggal 27 April 2009.
Ada yang tidak peduli karena hanya katakan terima kasih atas infonya, tapi ada yang bersemangat katakan "sikat aja bleh ha ha ha.(dari pelatih Iskandar)" tetapi ada juga hanya katakan "harus diberi sangsi itu, biar ada efek jera bg yg lain (dari Bontang)."
Dan ada juga dari Serang atau Cilegon (KTC) "Ini baru seru ! " Bahkan ada yang katakan " suruh aja pensiun aja om " (Dari jalan Patiunus Jakarta). Sedangkan saya secara pribadi, petenis yang catut umur ini tidak diperlukan lagi, karena bakat yang ada adalah bakat maling.
Berikut tanggapan datang dari pelatih Herman dari Samarinda yang juga anggota Pengurus Pelti Kota Samarinda ( Sekretaris ? )"Trims info Pa,nanti kami cek" . Jika memang mau dicek tentunya akan saya kejar janji janji tersebut walaupun ada yang disebut "janji laki laki" aja. Tetapi menarik juga tanggapan dari salah satu petinggi Provinsi Kaltim (kebetulan belum kenal , hanya ada nomer HP )" Ya kita akan berikan evaluasi terhadap pengurus." Ini yang dimaksud tentunya pengurus PELTI Kota Samarinda karena atlet tersebut berdomisili di Samarinda. Begitu juga datang dari Mojokerto (Dicky) " Lha iya jadi petenis apa jadi pencuri kok catut umur."
Dan datang juga dari rekan lama Indriatno Jakarta. " Mantap, dgn demikian yg mau catut umur hrs mikir2 dulu.Tapi biasanya maling/pencuri awalnya lebih banyak akalnya. Ha ha ha.." Langsung saya balas SMS tersebut." Mohon FORKOPI ikut peran aktip turun lgs cek ke lapangan." Kenapa saya sebut FORKOPI , karena Indriatno sebagai Humas FORKOPI yang mau menanggapinya, sedangkan baik Ketua maupun anggota pengurusn lainnya tidak bereaksi. Kemudian datang juga balasan dari Indriatno. "OK akan saya sampaikan ke Ketua FORKOPI. Terima kasih atas infonya."
Begitulah jawabannya dan saya ingin berkomunikasi dengan kirim lagi SMS ke Indriatno. " Saya sedih kalau hanya NATO." dengan tujuan sebaiknya segera action karena kasus seperti ini awalnya dari orangtua yang tidak mungkin tidak tahu.
"Bang, kami sedih kalo banyak tukang catut umur dipertenisan yunior tmasuk utk yg veteran jg banyak. Harus sering diadakan diskusi ttg hal ini." begitulah SMS dari Indriatno. Menanggapi hal ini sayapun kirimkan SMS." Tujuan diskusi bagus. Cuma lambat, lebih baik action langsung . Udah jelas permasalahannya. " Dan Indriatnopun kirim SMS sebagai jawaban SMS saya.
"Maksudnya diskusi kan bisa macam2 cara ato siapa yg dicurigai spy kita bisa mendapatkan metode yg tepat utk pengecekan ke lapanagan dan pengumpulan data." begitulah komentar melalui SMS dari Indriatno. Sayapun menyambut tujuan baik Indriatno karena kasus ini tidak akan bisa selesai tanpa peran serta orangtua. Apalagi sekarang adanya pernyatan berdirinya Forum dari Para Orangtua maka sebenarnya tugas Pelti sudah ringan." Ayo lakukan, Hanya kuatir aja banyak anggota NATO."
Langsung komunikasi melalui SMS berjalan. " OK. akan saya koordinasikan f\dgn Harmony Ginting. NATO nya lg berantem, kita jangan ikuti mereka.OK !!!" Langsung sayapun sambung dgn SMS" Dari duklu AFR bukan anggota NATO."
Semua pihak berharap peranan FORKOPI harus jelas , sibuk buat turnamen yang sangat membantu Pelti sebenarnya bisa digunakan mencari kasus catut umur.Sebenarnya gampang sekali setiap pendaftaran peserta dimintakan copy akte kelahiran dan dari sini bisa ditelusuri akte mana yang meragukan. Kalau ada yang meragukan kirim ke anggota lainnya dimana atlet tersebut berdomisili. Gampang, 'kan ! Yang penting sekarang adalah NIIIAAAATTTT !
Catut Umur Mulai Ada lagi

Jakarta. 6 April 2009. Sudah lama (sekitar 1 tahun lebih) tidak kutak katik masalah Akte Kelahiran petenis yunior dimana sejak awal sampai pertengahan tahun 2007 sudah mengumpulkan copy akte kelahiran dari 960 petenis putra dan putri yang ikuti turnamen nasional. Dari data hanya copy akte kelahiran saja, bisa menemukan sekitar 30 petenis dengan akte ganda atau bisa disebut palsu. Semua bisa dilakukan hanya bermodalkan NIAT sehingga keberhasilan bisa tercapai. Karena hanya lihat copy akte,andaikan bisa melihat akte kelahiran yang asli tentunya bisa menemukan lebih banyak lagi. Yang tidak bisa dibuktikan karena hanya lihat copy aktenya adalah ada perbedaan angka tahun lahir dimana terlihat ada penghapusan kemudian di copy lagi. Keragu raguan yang sulit dibuktikan. Sejak awal tahun 2008, mulai kendur mencari cari copy akte kelahiran karena kelihatannya kerja sendiri tanpa dukungan dari rekan rekan di lapangan. Biarkan dulu agar lengah , kira kira begitu untuk mengahadapi masalah ini. Toh, sepandai pandainya tupai melompat, so pasti akan jatuh juga. Begitulah prinsip saya.
Hari ini lagi iseng saja buka buka kembali copy akte yang masuk dan coba dimasukkan kembali dalam list data petenis . Ternyata ada satu atlet dimana copy aktenya meragukan karena di tanggal lahir ada kejanggalan sebagai berikut. Tanggal 9 Mei hari Jumat 1994. Yang diubah Mei, kemudian 94 (sembilan puluh EMPAT) , huruf empat ada keanehan akibat dihapus kemudian di tik kembali. Dan juga kalau tgl 9 Mei 1994 itu jatuhnya pada hari SENIN bukan Jumat seperti dalam akte tersebut. Hebat juga mau menipu dengan cara cara tidak sehat. Mau tahu atlet tersebut berasal dari Samarinda berada di PNP KU 16 tahun ke 82 , namanya FATUR RAHMAN .
Semangat muncul lagi untuk mencek kembali akte kelahiran yang diberikan oleh petenis. Walaupun sendirian bisa menemukan hal hal seperti ini.
Ini menimbulkan bangkit lagi semangat memberantas catut umur dengan cara sendirian, walaupun akan menerima resiko dibenci (hal yang sudah biasa dialami) para orangtua ataupun pelatih sekalipun, bahkan ada kemungkinan rekan rekan di induk organisasi Pelti ditingkat provinsi maupun kota/kabupaten
Seharusnya PP Pelti ringan kerjanya kalau masyarakat tenis ikut berpartisipasi dalam menuntaskan masalah pencatutan umur. Kenapa bisa dikatakan demikian, karena pelaku catut umur bisa datang dari orangtua, kemudian pelatih. Sangat kecil kemungkinan datang dari induk organisasi yaitu Pelti. Semua pihak mengakui kalau peranan orangtua dan pelatih sangat dominan sekali dalam pembinaan prestasi petenis Indonesia. Tanpa dukungan dari kedua pihak ini , induk organisasi PELTI tidak bisa berbuat apa apa. Jikalau semua pihak memahaminya maka sebaiknya semua pihak mawas diri terhadap pencatutan umur ini. Siapa yang PEDULI !
Tahun lalu sudah ada wadah yang mengatas namakan wakil dari para orangtua petenis Indonesia (khususnya petenis yunior) . Nama cukup gagah, FORKOPI tetapi sampai dimana upayanya menghadapi kasus catut umur yang dilakukan oleh para orangtua petenis masih tanda Tanya besar. Khususnya saya pribadi masih dalam tahap menghimbau agar mulailah dari akar rumput catut umur dikerjakan. Masalah INTERN sangat dominan, bukan hanya kepentingan anak sendiri yang menjadi prioritas. Saya belum melihat sampai dimana upaya mereka ini. Hanya yang saya lihat justru sibuk dengan protes keras atas kebijakan PP Pelti. Aneh tapi nyata. Saya sangat prihatin kalau kasus yang sangat mendasar ini tidak mendapatkan prioritas utama. Kapan mau maju bleh !
Hal yang sama juga dengan Badan Pengelola Pelatih Pelti atau BP3, karena tidak bisa disangkal kalau catut umur itu biangnya pelatih sendiri. Nah ada dua wadah kalau memang punya NIAT memperbaiki pertenisan Indonesia, marilah mulai dari akar rumput ini. Semua terpulang kepada NIAT masing masing.
Rencana kasus ini tetap harus mendapatkan sangsi moral yaitu dalam bentuk akan disebar luaskan melalui SMS ataupun internet bahkan jika perlu ke setiap turnamen nasional akan diumumkan. Ini saja sudah cukup lah !
Langganan:
Postingan (Atom)